Pakar: Perlu Sosok Duta Vaksin Anak untuk Edukasi Vaksinasi

- Penulis

Rabu, 19 Januari 2022 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disdik Kota Bekasi masih melakukan pendataan jumlah siswa usia 6-11 tahun untuk diberikan vaksin. (foto/dok)

Disdik Kota Bekasi masih melakukan pendataan jumlah siswa usia 6-11 tahun untuk diberikan vaksin. (foto/dok)

BANJARMASIN, Mediakarya – Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Prof Dr dr Syamsul Arifin MPd mengungkapkan perlunya sosok duta vaksin anak untuk edukasi vaksinasi yang kini menyasar kelompok usia 6-11 tahun. Ia menyebut, pemerintah perlu melibatkan anak dalam sosialisasi vaksinasi Covid-19.

“Dengan demikian, psikis anak akan lebih siap menghadapi penyuntikan dan efek vaksin,” jelas Syamsul di Banjarmasin, dikutip Rabu (19/1/2022).

Dilansir dari republika, Syamsul menyebutkan, duta vaksin anak dapat memberikan testimoni positif mengenai vaksin Covid-19. Dengan berbagi pengalaman semacam itu, diharapkan teman sebayanya akan merasa aman dan akhirnya bersedia divaksinasi.

Menurut Syamsul, masih ada sebagian dari orang tua siswa yang tidak setuju anaknya divaksinasi. Mayoritas orang tua beralasan khawatir dan takut terhadap rumor yang ditimbulkan vaksin.

Untuk itu, menurut Syamsul, sosialisasi dan edukasi terkait vaksinasi anak perlu digencarkan. Di samping itu, para vaksinator harus benar-benar memeriksa kondisi kesehatan anak yang akan menjalani vaksinasi. Pemeriksaan kesehatan sebelum vaksinasi harus dilakukan dengan saksama untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Jangan sampai kelemahan skrining memicu kejadian yang tidak diinginkan, yang justru membuat pelaksanaan vaksinasi ini menjadi bumerang. Ini tentu akan menghambat diseminasi dan vaksinasi itu sendiri,” papar Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran ULM itu.

Baca Juga:  Ace Hasan: Kota Bekasi Miliki Peran Penting Bagi Pemenangan Golkar di Provinsi

Syamsul juga mengingatkan perlunya vaksinasi untuk anak 6-11 tahun. Apalagi, dengan diberlakukannya pembukaan sekolah tatap muka secara bertahap, anak juga berpotensi menjadi pembawa virus Covid-19 setelah beraktivitas di luar rumah dan menularkannya kepada orang lain.

Gejala pada anak memang ringan. Akan tetapi, Syamsul mengingatkan bahwa anak bisa menjadi sumber penularan bagi sekitarnya yang rentan di rumah, seperti balita dan lansia dengan komorbid, terutama karena suatu sebab belum bisa divaksinasi.

Di samping itu, ada kemungkinan rendahnya kepatuhan anak dalam memakai masker yang benar, tidak berkerumun, menjaga jarak, dan juga mencuci tangan.

“Manfaat yang dapat diperoleh dengan vaksinasi pada anak 6-11 tahun ini meningkatkan daya tahan tubuh spesifik anak terhadap infeksi Covid-19,” paparnya.

Vaksinasi terhadap anak usia 6 sampai 11 tahun mulai dilaksanakan pekan ini di Kalimantan Selatan. Seperti di SDN 2 Syamsudin Noor Banjarbaru, ratusan murid mengikuti vaksinasi dengan didampingi orang tua.

Nabila Azizah (11) salah satunya. Murid kelas VI SD ini mengaku senang telah divaksin dan berharap dirinya bisa sehat terus terhindar dari Covid-19.

“Alhamdulilah senang sudah divaksin, semoga belajar di sekolah bisa normal kembali seperti dulu,” ucapnya.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pemkot Masih Ragu Dengan Tindakan Tegas, Tanggul GGC Tetap Berdiri
Terima Audiensi Somea FC,  Yusuf Nache Komitmen Dukung Olahraga di Nias Selatan
Pemadaman di Sumatera dan Jawa, Publik Pertanyakan Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional
Bupati Tabanan Buka Parade Gebogan dan Baleganjur 2026 di Ulun Danu–The Blooms, Dorong Wisata Budaya Bali
HUT Jakarta ke 499, Gubernur Pramono Beberkan Keberhasilan di Depan DPRD
Hanya Fokus pada Satu Warna, KPK Dituding Gagal Sidik Kasus Tipikor Bea Cukai
Tri Tanggapi Seringnya Gangguan Listrik Di Kota Bekasi
Interpol Polri Berhasil Pulangkan Buronan Red Notice Dari Maroko
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:09 WIB

Pemkot Masih Ragu Dengan Tindakan Tegas, Tanggul GGC Tetap Berdiri

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:41 WIB

Terima Audiensi Somea FC,  Yusuf Nache Komitmen Dukung Olahraga di Nias Selatan

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:58 WIB

Pemadaman di Sumatera dan Jawa, Publik Pertanyakan Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional

Senin, 22 Juni 2026 - 20:40 WIB

Bupati Tabanan Buka Parade Gebogan dan Baleganjur 2026 di Ulun Danu–The Blooms, Dorong Wisata Budaya Bali

Senin, 22 Juni 2026 - 17:24 WIB

HUT Jakarta ke 499, Gubernur Pramono Beberkan Keberhasilan di Depan DPRD

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Amir Hamzah menyoroti PRJ. (Foto: dri)

DKI

Banyak Keluhan, PRJ Harus Dievaluasi Secara Menyeluruh

Selasa, 23 Jun 2026 - 15:32 WIB