Ini Peringatan Lord Rangga kepada Anggota Parlemen di Senayan

- Penulis

Jumat, 21 Januari 2022 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana.

Tokoh Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana.

JAKARTA, Mediakarya – Tokoh Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana meminta kepada seluruh anggota parlemen di Senayan agar berhati-hati mengeluarkan statemen yang berpotensi memecah-belah kerukunan sesama anak bangsa.

Hal tersebut dikatakan pria yang akrab disapa Lord Rangga itu menanggapi pernyataan politisi PDI-Perjuangan Arteria Dahlan yang membawa-bawa kelompok Sunda Empire.

Di mana sebelumnya anggota Komisi III DPR RI dari PDI-P Arteria Dahlan mengaku kritikannya kepada jajaran Kejaksaan Agung untuk membuktikan bahwa mereka sosok yang kompetensi, intergritas dan kapasitan.

Arteria menyebut dirinya hanya meyakinkan publik bahwa tidak ada Sunda Empire di kalangan pejabat.

“Makanya saya akan marah betul di saat kita meyakinkan publik tidak ada Sunda Empire tiba-tiba ada 1-2 jaksa yang bukannya cari muka, tapi berusaha mempertontonkan kedekatannya dengan cara-cara seperti itu,” kata Arteri baru-baru ini.

Atas pernyataan Arteria itu, Lord Rangga meminta wakil rakyat di DPR RI maupun pejabat negara melayani rakyat dengan sopan satun karena mereka itu adalah pelayan rakyat atau pembantu rakyat.

Menurut Lord Rangga, pernyataan Arteria itu bukan hanya menyinggung suku Sunda, akan tetapi bisa memicu kebencian terhadap sesama anak bangsa termasuk bagi kelompok Sun Empire.

Baca Juga:  Formappi: Uji Kelayakan Calon Pejabat Oleh DPR Perlu Dikaji Ulang

Terkait dengan Sun Empire, Lord Rangga mengklaim bahwa dunia saat ini masih mengakuinya. Dikatakannya bahwa Sun Empire memiliki misi besar dalam rangka perdamaian dunia.

“Jadi saya ingatkan bahwa Sun Empire masih menjadi harapan masyarakat dalam rangka mendukung visi perdamaian dunia. Oleh karenanya, terkait dengan pernyataan Arteria saya ingatkan jangan lagi memberikan statemen yang dapat memicu perpecahan NKRI,” kara Lord Rangga kepada Mediakarya, Kamis (20/1/2022).

Sebelumnya Arteria Dahlan ramai dikecam lantaran meminta Jaksa Agung memecat kepala kejaksaan tinggi (Kajati) yang berbahasa Sunda saat rapat.

Peristiwa itu terjadi saat Arteria Dahlan menghadiri rapat di Komisi III DPR pada Senin, 17 Januari 2022.

Pernyataannya kemudian menyulut reaksi terutama dari masyarakat Sunda. Arteria Dahlan kemudian meminta maaf atas itu.

“Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda atas pernyataan saya beberapa waktu lalu,” kata Arteria. **

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah
WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik
Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen
Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 
Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan
Polri Libatkan Eksternal Dalam Assessment Jenderal
Bea Cukai Ungkap Jutaan Batang Rokok Ilegal, Total Kerugian Negara Rp8,66 Miliar
Anggaran MBG Ratusan Triliun Disorot, Adi Suparto Minta Audit Menyeluruh
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:38 WIB

Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:42 WIB

WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:34 WIB

Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:29 WIB

Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan

Berita Terbaru