Aktivis 98 Kecam Tindakan Represif Aparat dan Tuntut Keadilan atas Gugurnya Kawan Ojol Pejuang Demokrasi

- Editor

Jumat, 29 Agustus 2025 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelar pasukan Brimob (Ist)

Gelar pasukan Brimob (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Tragedi kembali mencoreng wajah demokrasi Indonesia. Seorang kawan Ojol, yang ikut serta dalam aksi demonstrasi hari ini di Jakarta, tewas setelah dilindas oleh aparat kepolisian dengan menggunakan mobil rantis. Peristiwa ini bukan hanya sebuah insiden, melainkan bukti nyata bahwa praktik kekerasan negara terhadap rakyat masih terus berlangsung.

Bagi kami, Aktivis 98, gugurnya kawan Ojol adalah duka mendalam sekaligus tamparan keras bagi demokrasi Indonesia. Nyawa yang melayang hari ini adalah representasi dari kegagalan negara dalam melindungi rakyatnya. Aparat yang seharusnya menjaga keamanan justru berubah menjadi alat represi yang merampas hak-hak rakyat.

Demokrasi semestinya memberi ruang kebebasan berpendapat, kebebasan berkumpul, serta jaminan keselamatan bagi setiap warga negara yang menyampaikan aspirasi. Namun, yang kita saksikan hari ini adalah sebaliknya: kekerasan, ketakutan, dan korban jiwa.

Di tengah duka ini, kami, Aktivis 98, menegaskan dukungan penuh terhadap gerakan mahasiswa rakyat yang turun ke jalan. Demonstrasi yang dilakukan hari ini bukanlah tindakan tanpa makna, melainkan ekspresi murni dari keresahan rakyat terhadap kebijakan yang dianggap tidak adil dan merugikan.

Demonstrasi adalah hak konstitusional yang dijamin oleh UUD 1945, dan dalam sejarah bangsa ini, ia telah menjadi salah satu jalan sah untuk mendorong perubahan.

Rakyat yang turun ke jalan adalah wujud nyata bahwa demokrasi masih hidup, meski harus dibayar dengan risiko besar. Kami berdiri sepenuhnya bersama gerakan ini, karena perjuangan mereka adalah kelanjutan dari semangat Reformasi yang dulu juga kami perjuangkan dengan darah, air mata, dan pengorbanan.

“Kami tidak akan pernah tinggal diam ketika rakyat menjadi korban kekerasan negara. Gugurnya kawan Ojol adalah panggilan moral bagi kita semua untuk melawan praktik represif dan brutalitas aparat kepolisian. Demokrasi harus dibela, dan kami akan terus berada di barisan rakyat,”.

Atas dasar itu, kami, Aktivis 98, menyatakan sikap:

  1.  Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas tewasnya kawan Ojol, pejuang demokrasi yang gugur dalam perjuangan menegakkan hak-hak rakyat.
  2. Menuntut hukuman berat dan adil terhadap anggota Polri yang menabrak hingga menyebabkan meninggalnya kawan Ojol. Tidak boleh ada impunitas bagi aparat pelanggar hukum.
  3. Mengecam keras tindakan brutal aparat dalam menghadapi demonstrasi rakyat. Kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional yang harus dilindungi.
  4. Menuntut Presiden segera mencopot Kapolri dan Kapolda Metro Jaya karena gagal mengendalikan situasi dan membiarkan aparat melakukan tindakan brutal yang mengakibatkan korban jiwa.
  5. Aktivis 98 berkomitmen penuh untuk terus bersama semua elemen bangsa untuk memperjuangkan demokrasi dan menolak segala bentuk pembungkaman, intimidasi, serta kekerasan dari negara.
  6. Hentikan elit politik yang mempertontonkan kepongahan dan kesombongan yang kontradiktif dengan kondisi kesusahan rakyat sekarang.

Kematian kawan Ojol hari ini adalah pengingat keras bahwa demokrasi Indonesia masih dalam ancaman serius. Darahnya tidak akan sia-sia, melainkan menjadi api perjuangan yang terus menyala demi tegaknya keadilan dan kebebasan rakyat.

Baca Juga:  Pusri Pasarkan Pupuk NPK Untuk Tanaman Kopi dan Singkong

Jakarta. 29 Agustus 2025

1.⁠ ⁠Ubedillah Badrun ( Jakarta)
2.⁠ ⁠Ray Rangkuti (Jakarta)
3.⁠ ⁠Surya (Bandung).
4.⁠ ⁠Danar Dono (Jakarta)
5.⁠ ⁠Antonius Danar (Jakarta)
6.⁠ ⁠Kusfiardi (Jogjakarta)
7.⁠ ⁠Wakil Kamal ( Madura)
8.⁠ ⁠Embay S (Jakarta)
9.⁠ ⁠Ronald Loblobly (Jakarta)
10.⁠ ⁠Eko Koting (Jakarta)
11.⁠ ⁠Fauzan L (Jakarta)
12.⁠ ⁠Firman Tendri ( Jakarta)
13.⁠ ⁠Muhammad Jusril (Makasar)
14.⁠ ⁠Ivan Panusunan (Jakarta)
15.⁠ ⁠Muradi (Bandung)
16.⁠ ⁠Agung Dekil ( Jakarta)
17.⁠ ⁠Syamsudin Alimsyah (Makasar)
18. Abdul Rohman Omen (Jakarta)
19. Jeffri Situmorang (Jakarta)
20. Jimmy Radjah (Jakarta)
21. Remond (Padang)
22. Victor Samosir (Jakarta)
23..Apriyanto Tambunan (jakarta)
24. Bekti Wibowo (Jakarta)
25. Yosep (Ambon)
26. Triwibowo Santoso (Depok)
27. Satyo Komeng (Jakarta)
28. Jove M (Sidoarjo)
29. Deni Kurniawan (Lampung)
30. Raja Muda Pane (Medan)
31. Niko Adian (Jakarta)
32. Bob Radilawe (Jakarta)
33. Dr. Indra P (Jakarta)
34. Dr. Mariko (Bekasi)
35. Fauzi BZ (Jakarta)
36. Danu Umboro (Kudus)
37. Ismail Arif ( Jakarta)
38. Raras Tejo (Jakarta)
39. Okki Satrio ( Kuningan)
40. Michael Oncom (Bekasi)
41. Adhi Wibowo (Tangsel)
42. Sinyo/D Hermanwan (Jakarta)
43. Bambang P (Jakarta)
44. Iman Akhirman (Tangsel)
45. Agus Rihat M (Bekasi)
45. Bobby Pagarbesi (Abu Dhabi)
46. Bobby Sanwani ( Jakarta)
47. Ariel Bajaj ( Jakarta)
48. Yudhi Bonar Sinaga ( Bogor)
49. Suhadi Suryopratomo (Jakarta)
50. Albiansyah EP (Jakarta)
51. Juandi (Subang)
52. Joel ( Belitung/Babel)
53. ⁠Rudi (Indramayu)
54. Febri (From Bandung)
55. ⁠Irlan (Jakarta)
56. Naga Sentana(bandung)
57. Oky Harahap (Bandung)
58. PristonSagala(Bandung)
59. Ario R (Bandung)
60. Chapunk (Jakarta)
61. Lutfi Nasution (Jakarta)
62. Agus Rihat P. Manalu (Jakarta)
63. Ceko (Jakarta)
64. Avian P (Jakarta)
65. Samsul (Makasar)
66. Rivaldi (Makasar)
67. Mustain (Jakarta)
68. Ridwan Darmawan (Jakarta)
69. Pilian Hutasoit (Jakarta)
70. Pdt. Arif Mirdjaya (Jakarta)
71. Irwansyah Rebex (Jakarta)
72. Djulayha (Jakarta)
73. Riskan Tegeg (Bogor)
74. Ari Kolem (Bogor)
75. M. Lutfi (Bekasi)
76. Azwar Furgudyama (Jakarta)
77. Bayquni(Jakarta)
78. M Mustakim Patawari (NTB)
79. Gobang (Jakarta)
80. Romy Djuanda (Bogor)
81. Armand Faray (Bogor)
82 . Wirahadi (Batam)
83 . Agus Orek (Purwodadi)
84 . Agung Waskito (Semarang)
85 . Sahari (Sleman)
86 . Yurika (Depok)
87 . Deni Wutama (Depok)
88 . Jhon Sore (Depok)
89 . Pairtan (Bogor)
90. Jhoni Sujarman (Jakarta)
91. Wisnu Simba (Jakarta)
92 . Abas (Bekasi)
93. Doddy Pelung (Jakarta)
94. Rakel (Jakarta)
95. Hensyam (Jakarta)
96. Theo (Jakarta)
97. Alfa (Jakarta)
98. GusMaul (Bandung)
99. Bucex (jakarta)
100. Ridwan (Jakarta)
101.KARDINAl(Bogor)
102. Laode Kamaludin (jkt)
103.Sopan Ibnu Sahlan ( Depok)
104. Rahmatullah ( Jakarta)
105. Taufik Irwanto (Jakarta)
106. yusuf Blegur (Bekasi)**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju
Diduga Beli Tanah Hasil Tindak Pidana, IPW Adukan Kombes IAH ke Div Propam Polri
Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total
Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum
Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Koruptor Mulai Ketar-Ketir
FAST Indonesia Synergy: Kolaborasi Antarkementrian dan Lembaga Jadi Kunci Tata Kelola Sistem Pertanahan Indonesia
PLN UID Jakarta Raya Borong Predikat Platinum Indonesia Green Awards 2026 Lewat Konservasi Pulau Sabira
Belum Sepekan, Pakuwon Mall Bongkar Kembali Padar Besi Setinggi 2 Meter

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Diduga Beli Tanah Hasil Tindak Pidana, IPW Adukan Kombes IAH ke Div Propam Polri

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:55 WIB

FAST Indonesia Synergy: Kolaborasi Antarkementrian dan Lembaga Jadi Kunci Tata Kelola Sistem Pertanahan Indonesia

Berita Terbaru