JAKARTA, Mediakarya – Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau yang dikenal Jakarta Fair (JF) yang diselenggarakan untuk menyambut hari lahirnya Kota Jakarta, seyogyanya adalah milik warga DKI Jakarta, Bukan pengusaha ritail atau pengusaha besar.
Ketua Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Amos Hutauruk mengungkapkan PRJ yang digagas Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin tersebut tujuannya untuk meramaikan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta, sehingga penyelenggaraannya bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Namun realitasnya penyelenggaraan Jakarta Fair sudah menjadi ajang bisnis untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya bagi penyelenggara maupun pihak lainnya,” ujar Amos dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (23/6).
Amos menyayangkan marwah dari PRJ sudah hilang ditelan kepentingan dagang cari cuan segelintir orang.
“Dari Harga Tiket masuk ke PRJ yang mahal, harga dagangan yang mencapai ratusan juta, hingga penambahan harga tiket terusan, bila ada konser jauh dari kesan pesta rakyat Jakarta,” ujarnya lagi.
Untuk itu Amos mendesak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengembalikan Kehormatan dan harga diri dengan mengambil alih management dari nama besar PRJ.
“Agar, saat Jakarta menuju 5 Abad pada tahun 2027 nanti, Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Silang Monas, bukan lagi di JI expo Kemayoran,” ungkapnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Jakarta Fair Kemayoran 2026 di Arena JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis 11 Juni 2026.
Pameran tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta itu akan berlangsung hingga 12 Juli 2026.
Sedangkan harga tiket masuk Jakarta Fair Kemayoran 2026 (tanpa konser) mulai dari Rp40.000 (Senin), Rp50.000 (Selasa-Jumat), hingga Rp60.000 (Sabtu, Minggu & Libur Nasional).











