BI: Ketergantungan Akan Dolar AS Kurang Sehat

- Editor

Rabu, 8 September 2021 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bank Indonesia  (Foto: Ist)

Kantor Bank Indonesia (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menyampaikan, hegemoni dan ketergantungan akan dolar AS dalam transaksi negara-negara di dunia sudah kurang sehat. Mengingat dolar AS adalah mata uang suatu negara sehingga penggunaannya sebagai global currency perlu dikurangi.

“Untuk mengurangi hegemoni dolar AS di Asia ini memang cukup aktif, ide Local Currency Settlement (LCS) ini terus bergulir sejak lama,” kata Erwin dalam Taklimat Media BI pada Rabu (8/9).

BI sendiri tidak memiliki target signifikan untuk batas pengurangan penggunaan dolar AS. Karena ini sangat tergantung dengan preferensi bisnis di industri. Namun, BI sebagai otoritas perlu menciptakan hubungan yang lebih sehat.

Baca Juga:  Konsisten Implementasi Program Pemberdayaan Usaha Kecil, Bank DKI Terima Apresiasi dari BI

Dikabarkan dari republika, Erwin mengatakan, BI akan terus mendorong kebijakan tersebut agar membawa penyesuaian di industri. Salah satu caranya dengan memberikan insentif bagi pihak-pihak atau pelaku ekonomi yang menggunakan LCS. Dengan demikian, ketergantungan bisa bergeser menjadi lebih sehat.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026
Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT
Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM
Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas
Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi
Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci
IPPS: Jangan Harap Kondisi Ekonomi dan Hukum Membaik Jika Menteri Warisan Joko Masih Bercokol di KMP
Kasus OTT Rektor Unsoed: Pemerintah Diminta Segera Lakukan Transformasi dan Audit Investigasi Jalur Mandiri PMB-PTN

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Komisi III DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Pada Desember 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:24 WIB

Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci

Berita Terbaru

Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik, Dr. Adi Suparto

Opini

Karpet Merah Bukan untuk Anak Petani

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:53 WIB

Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar (kiri) bersama dengan Direktur OT Group, Dr. Yosua Jap, (kanan)

Ekonomi & Bisnis

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:05 WIB