Bupati Bekasi Dikritik soal Penertiban Bangunan Liar

- Editor

Kamis, 24 Juli 2025 - 22:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menuai kritikan keras terkait gencarnya penertiban bangunan liar (bangli) di Kabupaten Bekasi.

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menuai kritikan keras terkait gencarnya penertiban bangunan liar (bangli) di Kabupaten Bekasi.

KAB. BEKASI, Mediakarya – Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menuai kritikan keras terkait gencarnya penertiban bangunan liar (bangli) di Kabupaten Bekasi. Kebijakan tersebut dinilai tergesa-gesa dan tidak memiliki perencanaan yang matang.

Drahim Sada, salah satu tokoh Bekasi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan Bupati Bekasi yang dinilai tergesa-gesa tanpa perencanaan matang terkait penertiban bangunan yang terjadi.

“Apa yang terjadi hari ini harus dievaluasi. Bupati Bekasi tidak boleh ikut-ikutan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi,” kata Drahim Sada, Kamis (24/7/2025).

Dia menilai penertiban bangunan liar sangat berdampak bagi masyarakat kecil. Menurut Drahim, hingga saat ini penertiban sudah berdampak pada ribuan kepala keluarga, kurang lebih mencapai 1.500 KK.

Baca Juga:  Kapasitas Elektabilitas dan Popularitas Serta Isi Tas Haji Lulung Tidak Diragukan

“Ratusan masyarakat yang mata pencahariannya sebagai pedagang kini kehilangan pekerjaan. Apalagi area pembongkaran saat ini tidak ada kejelasan harus diapakan dalam penataannya,” tambahnya.

Drahim menyebut Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang tidak hanya mendapat julukan “raja bongkar”, tetapi juga “raja tega” bagi masyarakatnya sendiri. “Seharusnya Bupati hari ini lebih fokus kepada apa yang menjadi visi dan misinya, bukan sekadar ikut-ikutan Gubernur,” ungkapnya.

Drahim menilai tindakan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dinilai tidak memiliki rasa empati di tengah maraknya pengangguran di Kabupaten Bekasi.

“Alih-alih mengentaskan pengangguran, kebijakan ini justru menambah pengangguran akibat hilangnya mata pencaharian karena tempat usaha digusur,” pungkasnya. (Pri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dua Kontingan Muaythai Kota Bekasi Lolos Final, Gasak Kabupaten Bekasi Dan Depok
Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi
Atlit Nasional Peraih Emas PON Di KO Atlet Muaythai Kota Bekasi
BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar
Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026
Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!
Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha
Penyadapan Prabowo Diduga Upaya Kudeta Antarkan Gibran Jadi RI-1 Demi Selamatkan Jokowi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:43 WIB

Dua Kontingan Muaythai Kota Bekasi Lolos Final, Gasak Kabupaten Bekasi Dan Depok

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi

Kamis, 5 November 2026 - 09:00 WIB

Atlit Nasional Peraih Emas PON Di KO Atlet Muaythai Kota Bekasi

Rabu, 4 November 2026 - 17:34 WIB

BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar

Rabu, 4 November 2026 - 13:31 WIB

Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026

Berita Terbaru