Caleg Golkar Dapil Jakarta III Berkomitmen Perjuangkan Hak Kepemilikan Tanah Warga Kampung Nelayan

- Editor

Kamis, 13 Juli 2023 - 07:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat Partai  (DPP) Golkar Mustafa M Radja bersama Ketua Komisi II DPR Ahmad Dolly Kurnia. (Foto: dok. Mediakarya)

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat Partai  (DPP) Golkar Mustafa M Radja bersama Ketua Komisi II DPR Ahmad Dolly Kurnia. (Foto: dok. Mediakarya)

JAKARTA, Mediakarya –  Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat  (DPP) Partai Golkar Mustafa M Radja berkomitmen untuk memperjuangkan nasib warga kampung nelayan RT 001 Kelurahan Pluit dan Penjaringan Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara yang hingga saat ini belum mendapatkan sertifikat atas tanah miliknya.

Padahal, kata Mustafa, berdasarkan data yang didapat dari Ketua RW 001 bahwa tanah yang dihuni oleh 572 kepala keluarga (KK) itu pada tahun 1978 diperoleh melalui transaksi jual beli dari Suku Dinas Perikanan DKI Jakarta. Namun saat ditingkatkan kepemilikan status tidak bisa dilakukan, lantaran pihak Pemprov DKI sendiri mengklaim bahwa tanah tersebut merupakan aset Pemda.

Caleg Golkar Dapil Jakarta III ini mengatakan, kehadirannya di Kampung Rumah Kaleng RT 001 kelurahan Pluit ini atas inisiasi dari Pemuda Kreatif Elit Kaleng yang diketuai oleh Eka Aryanto. Banyak anak-anak muda di kampung tersebut memiliki kreativitas dalam rangka menggali potensi pemuda yang ada di pemukiman nelayan.

Namun sayangnya di tengah giatnya anak-anak muda dalam rangka memajukan kampungnya, terusik oleh persoalan tanah miliknya yang konon kabarnya bakal dijadikan pemukiman komersial.

“Oleh karenanya saya merasa tergerak dan kebetulan saja di lokasi ini tempat saya dibesarkan. Untuk itu saya sengaja meminta kepada Ketua Komisi II DPR RI Bapak Ahmad Dolly Kurnia untuk hadir dan mendengarkan keluhan warga. Sebab komisi II merupakan mitra kerja kementerian ATR/BPN. Dan Alhamdulillah beliau berkenan hadir dan bersedia menampung aspirasi dari masyarakat,” ujar Mustafa baru-baru ini.

Sementara itu Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Dolly Kurnia Tanjung mengakui bahwa persoalan tanah yang serupa seperti halnya dialami oleh warga kampung Elit Kaleng bahkan di seluruh Indonesia kerap ia temukan.

Baca Juga:  DPR Dan Pemerintah Bersinergi Dalam Pemerataan Internet Di Indonesia

“Memang pemerintah sendiri dalam mengatasi persoalan tanah yang seperti dialami warga kampung nelayan menawarkan jalan keluar. Seperti jika status tanah itu terus menemui jalan buntu maka dikeluarkan HPL supaya memenuhi asas hukum, jika dipakai oleh warga maka dikeluarkan HGB. Nah ini mungkin jalan tengahnya agar memenuhi asas keadilan, meski belum tentu juga semua warga itu setuju dengan penawaran tersebut,” ujar Dolly yang juga politisi Golkar saat memberikan keterangan kepada warga Kampung Nelayan Rumah Kaleng belum lama ini.

Menurut Dolly, keberatan warga tentu memiliki alasan, sebab ketika dikeluarkan HPL dan HGB, sementara ketika pergantian kepala daerah kemudian ada pihak ketiga yang memiliki kepentingan dengan lokasi tanah tersebut dan Pemda lebih diuntungkan maka akan terjadi penolakan dari warga. Sebab warga sendiri dalam mendapatkan tanah tersebut melalui proses panjang, di antaranya dengan menyicil.

Terkait dengan persoalan status tanah warga kampung nelayan RW 001, Dolly menyatakan bahwa pihaknya akan mengawal dan sesegera mungkin melakukan pengecekan ke pihak BPN.

“Yang penting data-data yang dimiliki oleh 572 kepala keluarga diantaranya bukti cicilan agar dikumpulkan. nanti akan kami pelajari dan menanyakan langsung kepada Kementerian ATR/BPN terkait dengan persoalan kepemilikan tanah warga kampung nelayan di Rumah Kaleng ini. Sehingga warga memiliki kepastian hukum atas tanah yang dimilikinya,” jelasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Malam Puncak HUT RI ke-81 di Pademangan Barat Berlangsung Meriah
Blusukan di Ancol, Pansus RA-PTSL Matangkan Redistribusi Tanah Warga
BPKN RI Dorong Pemulihan Menyeluruh Hak Konsumen dalam Kasus KPR BTN di Karawang
Next Gen(re)parenting Morinaga, Bekali Orang Tua Dukung Anak Jadi Future Leader
Camat Onolalu Pimpin Upacara dan Dialog Interaktif di SMPN 2 Onolalu
Seorang Warga Nyaris Tewas Banjir Bandang di Fanayama
Ahmad Sahroni: DPR Berantas Korupsi Pasti, tapi Jangan Sewenang-wenang!
IPW Bersama Sejumlah Advokat Ajukan Permohonan Pihak Terkait dalam Pengujian Formil UU Polri di MK

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:04 WIB

Malam Puncak HUT RI ke-81 di Pademangan Barat Berlangsung Meriah

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Blusukan di Ancol, Pansus RA-PTSL Matangkan Redistribusi Tanah Warga

Selasa, 8 September 2026 - 16:12 WIB

Next Gen(re)parenting Morinaga, Bekali Orang Tua Dukung Anak Jadi Future Leader

Selasa, 8 September 2026 - 11:36 WIB

Camat Onolalu Pimpin Upacara dan Dialog Interaktif di SMPN 2 Onolalu

Selasa, 8 September 2026 - 08:10 WIB

Seorang Warga Nyaris Tewas Banjir Bandang di Fanayama

Berita Terbaru

Semburan larva Gunung Anak Krakatau  (Ist)

Opini

Erupsi Krakatau: Renungan Keagamaan dan Politik

Rabu, 9 Sep 2026 - 01:34 WIB