CBA Tuding Perumda Sarana Jaya Merugi Hingga Ratusan Miliar Selama Empat Tahun

- Editor

Jumat, 7 November 2025 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur eksekutif Center of Budget Analisis (CBA) Uchok Sky Khadafi

Direktur eksekutif Center of Budget Analisis (CBA) Uchok Sky Khadafi

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai pengelolaan keuangan di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dijalankan secara tidak profesional, bahkan diibaratkan seperti “orang mabuk”.

“Pengelolaan keuangan perusahaan seperti orang mabuk, kadang oleng ke kiri, kadang oleng ke kanan, yang dampaknya sangat merugikan Sarana Jaya sendiri,” ujar Uchok Sky dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Menurut data yang disampaikan Uchok, pada tahun 2021 Sarana Jaya mengalami kerugian besar hingga Rp216,89 miliar, kemudian pada tahun 2022 perusahaan justru “oleng ke kanan” dan mencatat keuntungan sebesar Rp78,6 miliar. Namun di tahun berikutnya, 2023, perusahaan kembali “oleng ke kiri” dengan kerugian Rp98,86 miliar, sebelum akhirnya tahun 2024 mencatat laba lagi sebesar Rp27,32 miliar.

Baca Juga:  Skandal Korupsi Dispora Bekasi: CBA Desak Kejagung Ambil Alih, Walikota Diduga Terlibat

“Selama empat tahun terakhir, Sarana Jaya terlalu banyak oleng ke kiri. Total kerugian mencapai sekitar Rp315,7 miliar, sementara total keuntungan hanya sekitar Rp106,2 miliar,” tegas Uchok.

Melihat kondisi keuangan yang naik-turun tajam ini, Uchok mendesak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar segera mengevaluasi manajemen Sarana Jaya, termasuk mengganti Direktur Utama saat ini, Andira Reoputra, dengan sosok yang lebih kompeten.

“Sebelum Pembangunan Sarana Jaya berjalan ke arah bangkrut, lebih baik Gubernur segera melakukan pergantian direktur utama dengan orang yang profesional,” ujarnya.

Ketika ditanya lebih jauh soal siapa yang “suka mabuk” dalam pengelolaan perusahaan, Uchok hanya menjawab singkat, “Silakan tanya Andira Reoputra, karena publik ingin tahu kejujuran.”

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

MA Putuskan: Suket Penyetaraan SMA Gibran Tidak Sah. Catatan Hukum & Langkah ke Depan
MA Batalkan Suket Pendidikan Gibran, Denny Indrayana Syarat Wapres Tak Terpenuhi
Kuasa Hukum MRN Polisikan Akun Medsos atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Negara Harus Hadir Lindungi 233 Ribu Anggota KSP Kopdit Swastika Sari NTT
Inisiator GNK: Penegakan Korupsi Tidak Ditakuti, Dilawan Dengan Kekuatan Politik Ala Firaun
Diduga Miliki KTP Makassar, WNA Malaysia MKB Bebas Berkeliaran di Jakarta
Karyawan 911 Billiard Depok Gugat Hak Upah, Didampingi Kantor Hukum Ksatria Stifan Heriyanto
Bukan Sekadar Seremoni, Kapolres Nias Selatan Pacu Pemuda Lahirkan Inovasi Positif

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:48 WIB

MA Putuskan: Suket Penyetaraan SMA Gibran Tidak Sah. Catatan Hukum & Langkah ke Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:38 WIB

MA Batalkan Suket Pendidikan Gibran, Denny Indrayana Syarat Wapres Tak Terpenuhi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Negara Harus Hadir Lindungi 233 Ribu Anggota KSP Kopdit Swastika Sari NTT

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Inisiator GNK: Penegakan Korupsi Tidak Ditakuti, Dilawan Dengan Kekuatan Politik Ala Firaun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Diduga Miliki KTP Makassar, WNA Malaysia MKB Bebas Berkeliaran di Jakarta

Berita Terbaru