CPPSI Apresiasi Wacana Poros Tengah di Pilkada Kota Bekasi 

- Editor

Rabu, 28 Agustus 2024 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Ist)

Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Center for Public Policy Studies Indonesia (CPSSI) mengapresiasi munculnya wacana poros tengah di Pilkada Kota Bekasi untuk memasangkan Uu Saeful Mikdar yang diusung dari Partai Golkar dan Nurul politisi Partai NasDem Kota Bekasi.

Peneliti CPPSI, Nurseylla Indra menilai duet Uu-Nurul setidaknya dapat memberikan harapan baru bagi loyalis Golkar di tengah kebimbangan, akan kemana harus menentukan pilihannya pada Pilkada mendatang, mengingat paslon yang ada saat ini dinilai belum mengakomodasi kepentingan partai berlambang pohon beringin itu.

“Setidaknya, duet UU-Nurul akan menambah pilihan bagi masyarakat Kota Bekasi untuk menentukan arah politiknya kedepan. Dengan perolehan 8 kursi di DPRD Kota Bekasi, mengindikasikan bahwa partai golkar masih memiliki basis massa yang cukup kuat. Oleh karena itu perlu adanya figur yang harus didorong maju sebagai kepala daerah,” ujar Seylla seperti dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mediakarya, Rabu (28/8/2024).

Terkait dengan peluang Uu-Nurul untuk memenangkan kontestasi Pilkada Kota Bekasi tersebut, menurut dia, semua kembali kepada pemilik suara, yakni masyarakat Kota Bekasi.

“Di era teknologi digital masyarakat tentunya cerdas untuk mengetahui rekam jejak pasangan calon wali kota dan calon wali kota yang akan bertarung pada pilkada nanti, Tentunya, publik harus bisa memastikan bahwa calon yang akan didukungnya jangan sampai tersandera kasus korupsi,” ujarnya. 

Baca Juga:  Ketua DPR: Penerapan UU TPKS Cegah Kekerasan Seksual di Tempat Kerja

“Jika ada salah satu pasangan calon yang ikut dalam kontestasi Pilkada namun belum clear dengan persoalan hukumnya maka diharapkan agar dapat memberikan klarifikasi kepada publik, untuk memastikan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindak pidana korupsi,” imbuh dia.

Pihaknya juga meminta KPU Kota Bekasi untuk memastikan kepada seluruh paslon cakada Kota Bekasi agar terbebas dari kasus korupsi. Sebab dalam berapa bulan belakangan ini publik diramaikan terkait pemberitaan kasus korupsi yang diduga menyeret bakal calon wali kota Bekasi dan telah dilaporkan oleh sejumlah aktivis antikorupsi ke KPK dan Kejaksaan Agung.

“Jangan sampai kasus korupsi yang diduga menyeret salah satu calon kepala daerah dijadikan black campaign oleh lawan politiknya. Oleh karena itu KPU harus bisa memastikan bahwa seluruh paslon cakada terbebas dari sandera kasus korupsi,” tutupnya.

Seperti diketahui, saat ini ada dua pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota yang telah mendaftar ke KPU, yakni Heri Koswara-Solihin yang diusung PKS, PAN, PPP, PSI, dan  Hanura, dan Partai Buruh. Sementara, paslon lain ada Tri Adhianto-Harris Bobihoe yang diusung oleh PDI Perjuangan-Gerindra, dan didukung sejumlah partai koalisi di antaranya PKB, dan Demokrat. (Aep)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kemenhan Dapat Tambahan Anggaran APBN 2027 Jadi 189 Triliun
Menhub Hadir Bersama Mitra Gojek, Lepas 70 Driver Legend Menuju Baitullah
Aktivis Tolak Wacana Rusun di Atas Sungai, Sebut Gagasan Menteri PKP Konyol
Hampir Satu Dekade Tak Kunjung Diterapkan, Kebijakan Cukai MBDK Resmi Digugat ke PTUN
Nama Ranny Fahd Muncul Jelang Musda Golkar Kota Bekasi
Lusia Carmenita Rosalia Lamba Sabet Mahkota Putri Pariwisata Indonesia 2026
Ormas NU Magnet Elit Politik dan Penguasa
Aksi 27 Agustus Diduga Skenario Pengalihan Isu Politik

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 02:26 WIB

Kemenhan Dapat Tambahan Anggaran APBN 2027 Jadi 189 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Menhub Hadir Bersama Mitra Gojek, Lepas 70 Driver Legend Menuju Baitullah

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Aktivis Tolak Wacana Rusun di Atas Sungai, Sebut Gagasan Menteri PKP Konyol

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Hampir Satu Dekade Tak Kunjung Diterapkan, Kebijakan Cukai MBDK Resmi Digugat ke PTUN

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Nama Ranny Fahd Muncul Jelang Musda Golkar Kota Bekasi

Berita Terbaru

Mabes Polri (Ist)

Ekonomi & Bisnis

Dittipidter Bareskrim Polri Garda Terdepan Melawan Mafia Sumber Daya Alam

Selasa, 1 Sep 2026 - 05:49 WIB

Presiden Prabowo Subianto

Nasional

Kejar Target Penghematan 100 Triliun Prabowo Tutup 700 BUMN

Selasa, 1 Sep 2026 - 02:38 WIB

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin

Nasional

Kemenhan Dapat Tambahan Anggaran APBN 2027 Jadi 189 Triliun

Selasa, 1 Sep 2026 - 02:26 WIB