Deddy Mizwar Akui Banyak Pesan Moral di Sinetron Lorong Waktu

- Editor

Jumat, 7 Maret 2025 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Sinetron Lorong Waktu kembali menyapa para pemirsa SCTV selama bulan Ramadan 2025, yang tayang setiap hari pukul 04.20 WIB, serial ini tetap menempatkan Deddy Mizwar (karakter Haji Husin) sebagai tokoh utama.

Serial menjaga eksistensinya dengan menggabungkan unsur fiksi ilmiah dan elemen religi yang kental, memberikan berbagai pesan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Deddy Mizwar menjelaskan bahwa inspirasi cerita dalam Lorong Waktu selalu berangkat dari fenomena atau kejadian yang tengah terjadi di masyarakat.

“Pertama kita buat program seperti apa kontennya, dari konten ini membutuhkan tokoh-tokoh seperti apa dan nanti tokoh kita kembangkan sendiri, kita masukkan ke sana melalui tokoh-tokoh yang tepat, untuk berbicara apa saja yang terjadi fenomena di masyarakat,” ujar Deddy Mizwar, dalam wawancara virtual, Kamis (6/3/2025).

Pada Lorong Waktu 7 tahun, pesan moral yang dihadirkan dalam setiap episodenya pun berbeda-beda, mengangkat tema-tema yang sangat dekat dengan kehidupan penonton.

Menurut Deddy, tema-tema yang diangkat dalam Lorong Waktu sangat relevan dengan nilai-nilai yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Para Pencari Tuhan hingga Lorong Waktu Siap Temani Penonton Saat Ramadan 2025

“Banyak sekali (pesan moralnya), masalah bohong, masalah amanah, menghargai teman. Tema-temanya episodik. Secara episodik, ada tema sesuai dalam kehidupan sehari-hari kita, peristiwa yang dekat dengan diri kita,” ungkap Deddy.

Sinetron Lorong Waktu tidak hanya sukses dalam hal cerita, tetapi juga mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Hal ini terbukti dari banyaknya percakapan yang terjadi di media sosial terkait tayangan ini

“Artinya, sebetulnya kalau program cerita menarik, penonton akan menerima. Sudah saatnya kita memberikan yang terbaik, bukan asal tontonan, tapi ada value yang bisa diterima masyarakat,” jelas Deddy Mizwar.

Hal yang menarik, menurut Deddy, adalah bagaimana tayangan ini memunculkan diskusi yang mendalam di media sosial, bahkan melibatkan kalangan intelektual.

“Saya lihat perdebatan di medsos itu cukup menarik, bahkan ada komen yang langsung ke saya dari kalangan intelektual bahas soal itu. Antara tontonan dengan penontonnya terjadi dialog, nah ini yang membuat (sinetron Lorong Waktu) ini punya nilai, punya arti dan bukan hanya sekadar dilihat dan dilupakan,” jelas Deddy. (adt)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Meski Sudah Minta Maaf, PWI Tetap Laporkan Hotman Paris ke Polisi
Pakar Komunikasi: Advokat dan Wartawan Setara, Wajib Dihormati
Film Anak-Anak Bambu Tayang 23 Juli 2026, Elma Theana Bawa Misi Kepedulian untuk Anak Yatim
Yayasan Vardhana Nawasena Network Luncurkan Film Dokumenter Wanam: Menanam Masa Depan di Tanah Papua
Khanzania Ulya Qira Azzizah Siap Wakili Indonesia di Kompetisi Musik Internasional Seoul 2026
Perankan Polisi di Sebening Cinta, Rizky Nazar Hadapi Tantangan Baru
TENXI Rilis Album Liga Besar, Angkat Metafora Sepak Bola untuk Kisahkan Perjalanan Hidup dan Karier
Sinetron Asmara Gen Z Capai 500 Episode, Ini Harapan Para Pemain

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:29 WIB

Meski Sudah Minta Maaf, PWI Tetap Laporkan Hotman Paris ke Polisi

Senin, 20 Juli 2026 - 12:54 WIB

Pakar Komunikasi: Advokat dan Wartawan Setara, Wajib Dihormati

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:01 WIB

Film Anak-Anak Bambu Tayang 23 Juli 2026, Elma Theana Bawa Misi Kepedulian untuk Anak Yatim

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:28 WIB

Yayasan Vardhana Nawasena Network Luncurkan Film Dokumenter Wanam: Menanam Masa Depan di Tanah Papua

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:14 WIB

Khanzania Ulya Qira Azzizah Siap Wakili Indonesia di Kompetisi Musik Internasional Seoul 2026

Berita Terbaru