Dinilai Gagal Kelola ESDM, Analis IPPSI Desak Prabowo Segera Copot Bahlil

- Penulis

Jumat, 25 Juli 2025 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentri ESDM Bahlil Lahadalia (Ist)

Mentri ESDM Bahlil Lahadalia (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Analis Institut for Public Policy Studies Indonesia (IPPSI) Noor Fatah meminta Presiden Prabowo Subianto agar mengevaluasi kinerja Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Fatah menilai, di tangan Bahlil, pengelolaan energi dan sumber daya mineral tidak menunjukkan perbaikan. Bahkan sebaliknya, publik saat ini dipertontonkan dengan eksplorasi alam yang membabi buta dan lebih berpihak kepada kapitalis asing.

Meskipun dalam undang-undang dasar mengamanatkan bahwa sumber daya alam dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat, namun pada kenyataannya terjadi ketidakseimbangan dalam pengelolaan dan distribusi manfaatnya.

“Penguasaan sumber daya alam saat ini belum berpihak kepada rakyat. Di mana pengelolaan energi dan sumber daya alam, seperti tambang, belum memberikan manfaat yang adil dan merata kepada masyarakat,” ujar Fatah kepada Mediakarya, Jumat (25/7/2025).

Selain dengan kebijakannya yang dinilai hanya menguntungkan pihak asing, alasan IPPSI mendesak Prabowo agar segera mencopot Bahlil, lantaran politisi Golkar itu diduga pernah terseret dalam dugaan mempermainkan izin tambang.

“Kami menduga bahwa Bahlil secara sewenang wenang mengaktifkan atau mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Hak Guna Usaha (HGU) dengan perputaran uang miliaran rupiah,” katanya.

Lebih lanjut, bahwa Bahlil bukan pemain baru dalam pertambangan, dia dikenal piawai dalam menjalankan bisnis sektor ini, khusunya di Indonesia Timur.

Berdasarkan data Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) diungkapkan Bahlil memiliki perusahaan induk bernama PT Rifa Capital dan memiliki anak usaha bernama PT Bersama Papua Unggul di mana dirinya mengempit sekitar 90 persen saham di perusahaan itu.

Baca Juga:  NATO Akui Iran Menang, Kanselir Jerman: Trump Kalah dan Dipermalukan

Oleh karena itu, Fatah meminta agar Presiden Subianto mencopot Bahlil dan segera digantikan dengan sosok yang memiliki integritas dan keberpihakannya kepada rakyat dalam pengelolaan sumber daya alam.

Fatah mengungkapkan, masih banyak tokoh dan sosok yang dinilai memiliki kemampuan dalam mengelola sumberdaya alam, di antaranya sosok yang saat ini tengah digadang-gadang bakal menggantikan Bahlil adalah Haidar Alwi.

Menurut dia, Haidar Alwi yang kerap dijuluki tokoh toleransi dan juga Dewan Pembina Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini bukan hanya dikenal dekat dengan pengusaha tambang nasional namun juga memiliki kedekatan dengan pengusaha tambang rakyat.

“Menteri ESDM jangan hanya berorientasi pada keuntungan pribadi dan kelompoknya, namun yang terpenting adalah bagaimana sumber daya alam itu memberi manfaat bagi masyarakat sekitar dan umumnya bagi bangsa Indonesia,” jelasnya.

Namun demikian, kata Fatah, terkait dengan kebijakan reshuffle itu merupakan hak prerogatif presiden. “Kami sebagai rakyat tentunya berharap agar presiden dapat mengevaluasi pembantunya di kabinet Merah Putih yang dinilai memiliki kinerja buruk,” katanya.

Bahkan, sebagaimana survei Center of Economic and Law Studies (Celios), Menteri WSDM Bahlil Lahadalia menjadi satu dari 10 menteri dengan kinerja buruk dalam 100 hari masa pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Berdasarkan survei Celios, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menduduki urutan ketiga sebagai menteri dengan kinerja terburuk dalam 100 hari kabinet Prabowo-Gibran.

Dua urutan menteri di atas Bahlil adalah Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Gandeng BPJPH, Delana dan Kain Halal Hadirkan Inovasi dari Hulu hingga Hilir
Layanan BJB Syariah Terganggu, Ketua BPKN RI Minta Transparansi dan Perlindungan Nasabah
Polisi Amankan 8 Orang Saat Operasi Cipkon Di Jakpus
Ini Penjelasan TGB Soal Polemik Kurban Gunakan Anggaran APBN Berdasarkan Hukum Syar’i
Kepongahan AS Meredup, Kekuasaan Tak Lagi Mutlak
Potong Babi Hutan Simbolkan Pembersihan Koruptor, LSM PMPR Demo Pemkot Bandung
Polda Metro Jaya Ringkus WNA Asal Brunei Yang Aniaya WNA Lain Hingga Tewas
realme C100i Jadi Pilihan Anak Muda Aktif dengan Baterai 7000mAh
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:29 WIB

Gandeng BPJPH, Delana dan Kain Halal Hadirkan Inovasi dari Hulu hingga Hilir

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:14 WIB

Layanan BJB Syariah Terganggu, Ketua BPKN RI Minta Transparansi dan Perlindungan Nasabah

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:30 WIB

Polisi Amankan 8 Orang Saat Operasi Cipkon Di Jakpus

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:05 WIB

Ini Penjelasan TGB Soal Polemik Kurban Gunakan Anggaran APBN Berdasarkan Hukum Syar’i

Rabu, 27 Mei 2026 - 06:59 WIB

Kepongahan AS Meredup, Kekuasaan Tak Lagi Mutlak

Berita Terbaru

Kecamatan Onolalu, Kabupaten Nias Selatan, memfasilitasi pembentukan Badan Pengurus Cabang (BPC) Bamuspernis dan Panitia HUT RI Ke-81 Tahun 2026. (Foto: Mediakarya)

Daerah

Camat Onolalu Fasilitasi Musyawarah BPC Bamuspernis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:54 WIB