Spanduk Bertuliskan “Kapan KPK Hattrick di Kota Bekasi” Terpasang di Sejumlah Titik

- Editor

Kamis, 25 Desember 2025 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spanduk yang bertuliskan “Kapan KPK Hattrick di Kota Bekasi?” di beberapa wilayah di Kota Bekasi sebagai bentuk dukungan kepada lembaga pemberantasan Korupsi KPK.

Spanduk yang bertuliskan “Kapan KPK Hattrick di Kota Bekasi?” di beberapa wilayah di Kota Bekasi sebagai bentuk dukungan kepada lembaga pemberantasan Korupsi KPK.

KOTA BEKASI, Mediakarya – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, H. Kunang, membuat kekhawatiran masyarakat Kota Bekasi bahwa Wali Kotanya akan bernasib sama.

Akibatnya, pasca OTT KPK tersebut muncul puluhan spanduk bertuliskan bertagar “Jaga Walikota Bekasi dan Menolak KPK  obok-obok Kota Bekasi”.

Namun munculnya spanduk tersebut mendapatkan respon dari kelompok yang menginginkan adanya tatakelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Mereka memasang spanduk bertuliskan spanduk yang bertuliskan “Kapan KPK Hattrick di Kota Bekasi?”

Spanduk bertuliskan “#Jaga Wali Kota Bekasi Tolak KPK obok-obok Kota Bekasi” terpampang di sudut jalan Kota Bekasi, yang tersebar di media sosial.

Kelompok masyarakat yang mengatasnakamakan dirinya Elemen Masyarakat Kota Patriot (E-maskot) secara terang-terangan mengharapkan KPK turun ke Kota Bekasi untuk menjadikan Kota Patriot bersih dari praktik korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

Sebagai bentuk dukungan terhadap KPK, mereka melakukan pemasangan spanduk di beberapa wilayah Kota Bekasi. Terpantau, spanduk tersebut terpasang di Komsen Jatiasih, Jalan pendawa dan Jalan Raya Narogong, dan sejumlah titik lainnya di sudut Kota Bekasi.

Koordinator Emaskot Sandi Timur alias Ncek, Sandi Timur mengungkapkan, aksi pemasangan sejumlah spanduk yang bertuliskan “Kapan KPK Hattrick di Kota Bekasi?” di beberapa wilayah di Kota Bekasi sebagai bentuk dukungan kepada lembaga pemberantasan Korupsi KPK.

Sandi menegaskan bahwa pihaknya akan terus  menyuarakan Kota Bekasi harus bersih dari perilaku  Korup  dan kedepannya pihaknya akan menggelar  aksi menggaungkan  #HattrickKotaBekas

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pungli di Kecamatan Bekasi Utara Viral, Aktivis Pemuda Ancam Lapor ke Inspektorat

“Masyarakat Kota Bekasi menunggu waktu kapan hattrick terjadi di Kota Bekasi. Saat ini brace sudah terjadi Wali Kota Bekasi sebelumya yang ditangkap KPK, secara berturut-turut. Keduanya yakni Mochtar Muhamad (ditangkap tahun 2010) dan Rahmat Effendi (ditangkap tahun 2022),” ungkap Sandi dalam keterangannya kepada Mediakarya, Kamis (25/12/2025).

“Dalam istilah sepak bola, brace Adalah dua gol yang bersarang di gawang yang sama, pada lapangan yang tak banyak berubah,” tambah Sandi.

Dari peristiwa brace yang terjadi di Kota Bekasi, kata dia, sangat memungkinkan Kota Bekasi akan medapatkan hattrick dari lembaga antirasuah tersebut.

Hal itu dapat diilihat dari gejala-gejala yang timbul pasca OTT Bupati kemarin dengan adanya spanduk yang menyatakan “#Jaga Walikota Bekasi, Tolak KPK obok-obok Kota Bekasi”.

Menurut dia, tulisan tersebut mengindikasikan bahwa ada kekhawatiran pejabat Kota Bekasi korup. Kemudian menggalang dukungan publik agar KPK tidak obok-obok Kota Bekasi.

Indikatornya, bahwa sebelumya salah satu kepala dinas di jajaran Pemerintahan Kota Bekasi yang sudah jadi tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.

Selanjutnya, banyak laporan-laporan kasus korupsi lainnya yang dilaporkan oleh sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa Kota Bekasi ke Kejaksaan dan KPK.

“Dari gejala-gejala tersebut kami dari Emaskot mengharapkan kehadiran KPK di Kota Patriot untuk terus membersihkan Pemerintah Kota Bekasi dari praktik korupsi. Mari kita tunggu waktunya Kapan KPK Hattrick di Kota Bekasi?” harapnya. (Hab)

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Menhub Hadir Bersama Mitra Gojek, Lepas 70 Driver Legend Menuju Baitullah
Aktivis Tolak Wacana Rusun di Atas Sungai, Sebut Gagasan Menteri PKP Konyol
Hampir Satu Dekade Tak Kunjung Diterapkan, Kebijakan Cukai MBDK Resmi Digugat ke PTUN
Nama Ranny Fahd Muncul Jelang Musda Golkar Kota Bekasi
Diduga Sebar Fitnah, Ketua Tim Pemenangan Hadi Hidayat Ancam Bawa Akun Ajat Keder ke Jalur Hukum
Lusia Carmenita Rosalia Lamba Sabet Mahkota Putri Pariwisata Indonesia 2026
Kerja Bakti Bersih Sampah Kali Baru, Walikota Munjirin Bakal OTT Warga yang Buang Sampah ke Kali
Pramono Anung Berpotensi Jadi Kuda Hitam Pada Pilres Mendatang

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Menhub Hadir Bersama Mitra Gojek, Lepas 70 Driver Legend Menuju Baitullah

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Aktivis Tolak Wacana Rusun di Atas Sungai, Sebut Gagasan Menteri PKP Konyol

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Hampir Satu Dekade Tak Kunjung Diterapkan, Kebijakan Cukai MBDK Resmi Digugat ke PTUN

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Nama Ranny Fahd Muncul Jelang Musda Golkar Kota Bekasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:35 WIB

Diduga Sebar Fitnah, Ketua Tim Pemenangan Hadi Hidayat Ancam Bawa Akun Ajat Keder ke Jalur Hukum

Berita Terbaru

Gojek memberangkatkan 70 Mitra Driver Legend untuk umrah ke Tanah Suci. Menhub Dudy Purwagandhi mengapresiasi Program Apresiasi Mitra Gojek. (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Menhub Hadir Bersama Mitra Gojek, Lepas 70 Driver Legend Menuju Baitullah

Senin, 31 Agu 2026 - 14:37 WIB

Ranny Fahd Arafiq

Bekasi

Nama Ranny Fahd Muncul Jelang Musda Golkar Kota Bekasi

Senin, 31 Agu 2026 - 11:19 WIB