JAKARTA, Mediakarya – Lusia Carmenita Rosalia Lamba, perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil meraih gelar Putri Pariwisata Indonesia 2026. Lusia dinobatkan sebagai pemenang dalam Grand Final Putri Pariwisata Indonesia 2026 yang berlangsung di Casa Grande Ballroom, Merlynn Park Hotel Jakarta, Sabtu (29/8/2026) malam.
Lusia berhasil melewati persaingan dengan 30 finalis yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Sebelum memasuki malam puncak, seluruh finalis mengikuti rangkaian kegiatan dan bootcamp selama sepekan yang dimulai sejak 23 Agustus 2026.
Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2026 merupakan penyelenggaraan ke-19 yang digelar Yayasan EL JOHN Indonesia bersama EL JOHN Pageants. Tahun ini, ajang tersebut mengusung tema “Sustainable Tourism” yang menekankan pentingnya pengembangan pariwisata dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan, budaya, dan masyarakat.
Tema tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sekaligus menjadi salah satu isu yang dibekalkan kepada para finalis. Para peserta didorong untuk memahami tantangan dan peluang pariwisata Indonesia serta memiliki kemampuan menyampaikan gagasan mengenai pengembangan sektor pariwisata.
Malam Grand Final menjadi tahap akhir dari rangkaian pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2026. Sebanyak 30 finalis harus melewati beberapa tahapan penilaian sebelum akhirnya mengerucut kepada kandidat terbaik.
Tahap awal dilakukan dengan memilih 10 besar berdasarkan akumulasi penilaian. Para finalis yang masuk dalam jajaran tersebut kemudian mendapat tantangan untuk memberikan komentar mengenai isu pariwisata dalam waktu 30 detik.
Tantangan tersebut dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam memahami isu sekaligus menyampaikan pendapat secara cepat, lugas, dan terarah.
Setelah tahap 10 besar, dewan juri kembali melakukan penilaian untuk menentukan empat finalis terbaik. Satu finalis lainnya mendapatkan kesempatan melaju berdasarkan perolehan suara terbanyak dalam voting online.
Lima finalis kemudian menghadapi sesi Question and Answer (Q&A). Dalam sesi ini, mereka diuji mengenai wawasan pariwisata, kemampuan berpikir, cara berkomunikasi, serta kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi sektor pariwisata Indonesia.
Dari seluruh tahapan tersebut, Lusia Carmenita Rosalia Lamba dari NTT akhirnya dinyatakan sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2026.
Gelar tersebut menjadi amanah bagi Lusia untuk ikut membawa pesan mengenai pariwisata Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan destinasi, budaya, dan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Kemenangan Lusia juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan potensi pariwisata Nusa Tenggara Timur. Provinsi tersebut memiliki beragam destinasi wisata, kekayaan budaya, serta potensi wisata berbasis alam dan masyarakat yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia, M. Johnnie Sugiarto, mengatakan Putri Pariwisata Indonesia tidak hanya dituntut memiliki penampilan yang baik. Pemenang juga harus memiliki wawasan, kecerdasan, kepedulian terhadap pariwisata dan lingkungan, serta kemampuan menyampaikan pesan mengenai potensi pariwisata Indonesia.
“Saya berharap Putri Pariwisata Indonesia 2026 yang terpilih nanti tidak hanya menjadi seorang beauty icon, tetapi juga menjadi role model bagi wanita-wanita cerdas dan cantik Indonesia yang memiliki kepedulian, wawasan pariwisata, serta lingkungan, keberanian untuk membawa pesan pariwisata Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” ujar Johnnie.
Ia menegaskan, mahkota Putri Pariwisata Indonesia bukan sekadar penghargaan atas keberhasilan dalam sebuah kompetisi. Gelar tersebut membawa tanggung jawab untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Menurut Johnnie, proses pembentukan seorang Putri Pariwisata juga berlangsung sejak rangkaian kegiatan sebelum Grand Final. Karena itu, penilaian terhadap para finalis tidak hanya didasarkan pada penampilan mereka di malam puncak.
Ia berharap pemenang Putri Pariwisata Indonesia 2026 dapat menjalankan peran tersebut dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan mahkota sebagai awal untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
“Harapan saya, jadilah seorang Putri Pariwisata Indonesia yang tidak hanya memiliki mahkota, tetapi juga memiliki makna bagi diri sendiri, bagi keluarga, dan bagi bangsa Indonesia tercinta,” tutupnya. (Hab)










