Etos indonesia Siap Bantu KPK Ungkap Kasus Korupsi di Kota Bekasi

- Penulis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 06:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

JAKARTA, Mediakarya – Etos Indonesia Institute mengapresiasi Pemerintahan Prabowo Subianto, mewujudkan komitmennya dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Bahkan, kabarnya sejumlah kepala daerah dan keluarganya, telah ditarget oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kejaksaan Agung atas kasus dugaan korupsi dana APBD.

Direktur eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah menilai mental birokrat cenderung korup. Berdasarkan survei Etos, bahwa mayoritas kepala daerah dianggap rentan korupsi atau bahkan terlibat korupsi.

“Berdasarkan data kasus yang ditangani KPK (banyak gubernur, bupati/wali kota terjerat), tingginya kepercayaan publik terhadap dugaan korupsi di daerah mereka, dan banyaknya faktor penyebab seperti biaya politik tinggi saat Pilkada,” ujar Iskandar saat dimintai keterangannya oleh Mediakarya, Sabtu (10/1/2026).

Etos Indonesia mencatat, sejak 2004 hingga 2019, sudah ada 124 kepala daerah (21 gubernur, 103 bupati/wali kota) terjerat korupsi. Bahkan pada 2025 saja, sudah ada beberapa kepala daerah yang tertangkap OTT KPK tak lama setelah menjabat.

Survei menunjukkan mayoritas publik yakin pemimpin daerahnya korup, dan banyak yang tidak kaget saat mendengar penangkapan kepala daerah, menunjukkan praktik ini sudah mengakar.

“Persoalan ini dipicu adanya biaya kampanye yang sangat besar (bisa mencapai miliaran rupiah). Sehingga mendorong kepala daerah mencari pengembalian dana melalui korupsi setelah menjabat,” katanya.

Iskandar menilai bahwa sistem pengawasan internal dan eksternal yang kurang efektif membuka celah korupsi.

“Dengan leluasanya kewenagan yang dimiliki, maka jabatan kepala daerah memiliki kewenangan luas yang bisa dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi,” katanya.

Baca Juga:  Sandiaga Kukuhkan Dewan Pelaksana NTPB Tahun 2022-2023

Iskandar pun mendukung langkah tegas KPK maupun Kejaksaan Agung dalam memburu koruptor. Tak hanya itu, pihaknya pun siap bekerjasama dalam memberikan informasi terkait dengan kasus korupsi yang diduga dilakukan sejumlah kepala daerah.

“Terkait penanganan kasus korupsi, Etos Indonesia juga mengapresiasi langkah tegas KPK dalam membongkar kasus proyek ijon di Kabupaten Bekasi yang melibatkan Bupati Ade Kuswara dan ayahnya, yakni Haji Kunang,” tegas dia.

Lebih lanjut, Iskandar juga siap memberikan data maupun informasi terkait dugaan korupsi di Kota Bekasi yang diduga menyeret Wali Kota Bekasi.

“Ketepatan, saya ini warga Kota Bekasi, sebagai tanggung jawab moril, Etos Indonesia akan meberikan masukan dan data kepada KPK maupun Kejagung terkait dengan kasus dugaan korupsi di Kota Bekasi. Tak ada orang yang kebal hukum di negeri ini,” pungkas Iskandar.

Diketahui, sejumlah menteri di era kepemimpinan Presiden Ke-7 Joko Widodo yang diduga terjerat korupsi, satu persatu mulai diproses oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kejaksaan Agung (Kejagung).

Seperti, mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim sudah masuk ke persidangan atas kasus korupsi chromebook.

Bahkan, baru-baru ini KPK juga telah menetapkan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka atas kasus korupsi kuota haji tahun 2023. (Edr)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG
Diduga Eksploitasi Bantargebang, Pemkot Bekasi Diminta Waspadai Oknum Pemburu Rente
KPK Ditantang Ungkap Pemain Besar Dalam Kasus Suap PT Blueray Cargo
Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi
Kisah Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai Lulusan Terbaik Kopassus Berani Bongkar Gurita Korupsi
Polda Jatim Terbitkan SP3 Terhadap Kasus yang Menimpa Yudi Utomo Imarjoko
Yayasan dan Mitra yang Berafiliasi dengan Mantan Kepala BGN Bakal Diperiksa Kejagung?
SMPN 4 Tambun Selatan Raih Segudang Prestasi, dari Seni hingga Olahraga
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:14 WIB

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:03 WIB

Diduga Eksploitasi Bantargebang, Pemkot Bekasi Diminta Waspadai Oknum Pemburu Rente

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:01 WIB

KPK Ditantang Ungkap Pemain Besar Dalam Kasus Suap PT Blueray Cargo

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:33 WIB

Kisah Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai Lulusan Terbaik Kopassus Berani Bongkar Gurita Korupsi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:05 WIB

Polda Jatim Terbitkan SP3 Terhadap Kasus yang Menimpa Yudi Utomo Imarjoko

Berita Terbaru

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat  hendak digelandang ke mobil tahanan.

Ekonomi & Bisnis

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:14 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Rupiah Murah, Rasuah Meriah

Sabtu, 6 Jun 2026 - 20:17 WIB