JAKARTA: Indonesia Audit Watch (IAW) ikut angkat suara mengenai pemanggilan Grace Tahir oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penjualan rumah ke Rafael Alun.
Sekertaris Jenderal IAW, Iskandar Sitorus menjelaskan Direktur Mayapada Hospital, Grace Tahir memiliki indikasi terkait pencucian uang dari kasus Rafael Alun.
Iskandar menyebutkan, ada dugaan penggelapan pajak di Mayapada Hospital.
“Kami ingin membantu KPK dengan menyatakan, mohon maaf, di gedung Mayapada terdapat koorporasi yang memang terbukti masalah Pajak nya,” sebut Iskandar, di Gedung KPK Merah Putih, Senin (15/5/2023).
Kemudian, menurut Iskandar ada kejanggalan bahwa seorang pejabat Mayapada menjual rumah ke Rafael Alun.
“Ini agak unik ketika ada milioner disebut menjual rumah pada orang yang, kalau dari logika publik hanya eselon 3 memiliki uang lebih dari milioner,” jelasnya.
Pengamat Nilai Basis Suara Erick Thohir Merata untuk Cawapres
Dengan demikian, pernyataan Iskandar ini ia harapkan menjadi acuan untuk KPK untuk tidak berhenti mengungkap kasus pajak dengan nilai fantastis.
“Seperti kemauan KPK ingin melibatkan Publik kita dengan Ini kami sampaikan luar biasa KPK, tetap maju, jangan pernah berhenti untuk mengungkap kasus pajak yang sangat luar biasa di KPK.”
Sementara itu, sebelumnya Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur kepada wartawan, Kamis (11/5/2023) juga enggan memerinci hubungan antara Rafael dan Grace.
Pengamat: Erick Thohir Mendapat Dorongan dari Jokowi Maju Cawapres
“Pemeriksaan saudari GT (Grace Tahir) itu memang terkait perkaranya RAT (Rafael Alun Trisambodo). Jadi itu memang kita sedang menelusuri perkaranya yang TPPU. Jadi (pemeriksaan) ini terkait dengan masalah aliran dana lain-lainnya,” kata Asep.






