JAKARTA, Mediakarya – Tokoh Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana meminta kepada seluruh anggota parlemen di Senayan agar berhati-hati mengeluarkan statemen yang berpotensi memecah-belah kerukunan sesama anak bangsa.
Hal tersebut dikatakan pria yang akrab disapa Lord Rangga itu menanggapi pernyataan politisi PDI-Perjuangan Arteria Dahlan yang membawa-bawa kelompok Sunda Empire.
Di mana sebelumnya anggota Komisi III DPR RI dari PDI-P Arteria Dahlan mengaku kritikannya kepada jajaran Kejaksaan Agung untuk membuktikan bahwa mereka sosok yang kompetensi, intergritas dan kapasitan.
Arteria menyebut dirinya hanya meyakinkan publik bahwa tidak ada Sunda Empire di kalangan pejabat.
“Makanya saya akan marah betul di saat kita meyakinkan publik tidak ada Sunda Empire tiba-tiba ada 1-2 jaksa yang bukannya cari muka, tapi berusaha mempertontonkan kedekatannya dengan cara-cara seperti itu,” kata Arteri baru-baru ini.
Atas pernyataan Arteria itu, Lord Rangga meminta wakil rakyat di DPR RI maupun pejabat negara melayani rakyat dengan sopan satun karena mereka itu adalah pelayan rakyat atau pembantu rakyat.
Menurut Lord Rangga, pernyataan Arteria itu bukan hanya menyinggung suku Sunda, akan tetapi bisa memicu kebencian terhadap sesama anak bangsa termasuk bagi kelompok Sun Empire.
Terkait dengan Sun Empire, Lord Rangga mengklaim bahwa dunia saat ini masih mengakuinya. Dikatakannya bahwa Sun Empire memiliki misi besar dalam rangka perdamaian dunia.
“Jadi saya ingatkan bahwa Sun Empire masih menjadi harapan masyarakat dalam rangka mendukung visi perdamaian dunia. Oleh karenanya, terkait dengan pernyataan Arteria saya ingatkan jangan lagi memberikan statemen yang dapat memicu perpecahan NKRI,” kara Lord Rangga kepada Mediakarya, Kamis (20/1/2022).
Sebelumnya Arteria Dahlan ramai dikecam lantaran meminta Jaksa Agung memecat kepala kejaksaan tinggi (Kajati) yang berbahasa Sunda saat rapat.
Peristiwa itu terjadi saat Arteria Dahlan menghadiri rapat di Komisi III DPR pada Senin, 17 Januari 2022.
Pernyataannya kemudian menyulut reaksi terutama dari masyarakat Sunda. Arteria Dahlan kemudian meminta maaf atas itu.
“Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda atas pernyataan saya beberapa waktu lalu,” kata Arteria. **










