Ini Pesan Komisi I Kepada Calon Panglima TNI

- Editor

Jumat, 17 September 2021 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin

JAKARTA, Mediakarya –  Meski sejumlah nama telah santer digadang-gadang menjadi Panglima TNI, namun hingga saat ini ini Komisi I DPR RI belum menerima Surat Presiden (Surpres) tentang usulan pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan memasuki masa pensiun pada November 2021 mendatang.

Sejumlah nama calon Panglima TNI yang ramai dibicarakan, antara lain Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin berharap agar sosok calon Panglima TNI harus mampu mengemban amanah untuk meneruskan kepemimpinan. Hal itu disampaikan TB Hasanuddin dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Tantangan Besar Panglima TV Baru” di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Turut hadir Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha dan Pengamat Militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi.

Namun, lanjut dia, meski sejumlah nama itu sudah santer dibicarakan, Presiden Joko Widodo memiliki hak prerogatif untuk menentukan sosok yang akan menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPR RI itu mengungkap setidaknya terdapat empat tugas yang harus dikerjakan oleh calon Panglima TNI yang baru. Dia menyebut tugas pertama yakni melanjutkan program roadmap Minimum Essential Force (MEF) untuk menghadapi ancaman lingkungan hingga geopolitik.

“Pertama tentunya harus diselesaikan oleh Panglima yang baru nanti siapa pun beliau dan tentu Minimum Essential Force itu bisa saja berubah situasinya. Dalam arti perlu ada penguatan-penguatan berdasarkan ancaman di lingkungan, baik geopolitik maupun geostrategi,” ujarnya.

Baca Juga:  KPK: Korupsi Pengadaan Truk di Basarnas Rugikan Negara Puluhan Miliar Rupiah

Legislator dapil Jawa Barat IX itu menjelaskan tugas kedua yakni meningkatkan profesionalisme TNI melalui pendidikan dan pelatihan secara berjenjang dan berlanjut. “Ketiga, ini yang perlu mendapatkan juga perhatian Panglima TNI yang baru nantinya harus mampu meningkatkan disiplin prajurit sesuai peraturan yang berlaku secara. Dalam catatan saya, prajurit dalam 2 tahun, 3 tahun terakhir ini ratusan yang desertir melarikan diri dari satuannya,” jelasnya.

Tujuannya, lanjut Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu, agar kasus-kasus indisipliner yang dapat menodai korps TNI tidak terjadi lagi. Terakhir, lanjut Hasanuddin, Panglima TNI baru harus dapat mengupayakan dan memperjuangkan kesejahteraan prajurit, terutama perumahan, pendidikan dan kesehatan.

“Yang terutama itu adalah jumlah asupan (makanan). Kalau kita menuntut prajurit itu berlatih dengan bagus, maka asupan itu paling tidak 3800 sampai 4.000 kalori per prajurit itu harus didapat. Artinya, dengan makanan yang bagus, sehingga uang lauk pauk harus ditingkatkan, dari sekarang misalnya Rp65.000 mungkin menjadi Rp100.000 per hari,” jelas Hasanuddin.

“Kalau Panglima TNI ke depan itu bisa melaksanakan empat hal ini, maka Insya Allah akan ada nanti kita menghasilkan prajurit yang benar-benar profesional dan sesuai dengan undang-undang prajurit nasional yang tidak berpolitik,” pungkasnya. (dji)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
GNK Sebut Agus Gumiwang Disingkirkan Tidak Hormat oleh Bahlil Lewat Tangan Istana
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa
Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya
Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir
Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:00 WIB

GNK Sebut Agus Gumiwang Disingkirkan Tidak Hormat oleh Bahlil Lewat Tangan Istana

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya

Berita Terbaru

Ilustrasi (Istimewa)

Opini

Agensi Ekonomi Heterodoks di Indonesia

Jumat, 9 Okt 2026 - 18:55 WIB