Intimidasi Guru Saat Tagih Uang Koran, Oknum Wartawan Sukabumi Diamankan

- Editor

Selasa, 1 September 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah Guru  Datangi Polsek Sukaraja Polres Sukabumi Kota (Foto: Eka)

Sejumlah Guru Datangi Polsek Sukaraja Polres Sukabumi Kota (Foto: Eka)

SUKABUMI, Mediakarya – Seorang oknum wartawan berinisial AS (46) diamankan jajaran Polsek Sukaraja, Resor Sukabumi Kota, setelah diduga melakukan intimidasi dan pemaksaan saat menagih uang berlangganan media di SDN Sukaraja 2, Kabupaten Sukabumi, Senin (31/8/2026).

AS diamankan setelah pihak sekolah melaporkan dugaan tindakan intimidasi tersebut kepada kepolisian. Saat kejadian, AS disebut mendatangi lingkungan sekolah seorang diri untuk menagih uang berlangganan media bulanan sebesar Rp100.000 untuk periode September 2026.

Namun, pihak sekolah belum dapat memenuhi permintaan tersebut karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum cair.

Penolakan tersebut diduga memicu emosi AS. Ia disebut membentak pihak sekolah hingga merampas ponsel milik seorang guru yang berusaha merekam kejadian tersebut.

AS yang merupakan warga Kampung Nagrak, Desa Cisarua, kemudian diamankan petugas ke Mapolsek Sukaraja setelah polisi menerima laporan dari pihak sekolah.

Kapolsek Sukaraja Resor Sukabumi Kota, Kompol Aguk, mengatakan polisi bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai dugaan intimidasi tersebut.

“Begitu menerima informasi, terduga pelaku langsung kita amankan dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Motif sementara diduga terkait permintaan uang, namun masih terus kita dalami dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi,” ujar Kompol Aguk saat ditemui awak media, Senin malam (31/8/2026).

Baca Juga:  Kejari Mukomuko Mengekspose Korupsi Bansos

Selain menyelidiki dugaan intimidasi dan pemaksaan, polisi melakukan pemeriksaan terhadap AS, termasuk tes urine dengan menggunakan alat pemeriksaan dari BNNK Sukabumi.

Dari pemeriksaan tersebut, polisi menyebut hasil tes urine AS menunjukkan positif mengandung amfetamin.

“Tadi sudah dilakukan tes urine dan hasilnya positif amfetamin, sejenis sabu,” ungkap Kompol Aguk.

Meski demikian, polisi masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk menentukan status hukum AS berdasarkan alat bukti serta hasil penyelidikan.

Saat ini AS masih diamankan di Mapolsek Sukaraja. Penyidik tengah mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pihak sekolah yang berada di lokasi saat kejadian.

Polisi juga membuka kemungkinan mengembangkan penyelidikan apabila nantinya ditemukan laporan atau informasi lain terkait dugaan tindakan serupa yang melibatkan AS.

Atas dugaan perbuatannya, AS disebut dapat dikenakan sejumlah ketentuan pidana sebagaimana hasil penyidikan kepolisian. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan pasal yang tepat berdasarkan rangkaian peristiwa dan alat bukti yang diperoleh.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena dugaan tindakan intimidasi yang dilakukan dengan mengatasnamakan profesi wartawan dinilai dapat mencoreng citra profesi jurnalistik. Proses hukum terhadap AS masih berjalan dan seluruh dugaan tersebut tetap menunggu pembuktian sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (eka)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

PWI Lhokseumawe Kerahkan 8 Pengacara, Haiqal Laporkan Dua Oknum TNI ke Denpom
Dugaan Pemerasan Kepala Sekolah, PWI Sukabumi Dukung Polisi Usut Tuntas
Nama Ranny Fahd Muncul Jelang Musda Golkar Kota Bekasi
Pemkab Nias Selatan Janji Rehabilitasi Total Kantor Camat Tanah Masa
Korban Jadi Tersangka, LBH TOHO-TNR Ancam Praperadilan-kan Polres Nias Selatan
Klaim Pelantikan Ilegal Mencuat, Panitia Konfercab VIII GMNI Nias Selatan Tegaskan Hasil Forum Sah
Kader Partai Demokrat Gelar Gerakan Langit Biru di Pantai Lagundri
Anggota PWI Aceh Utara Diduga Jadi Korban Pemukulan Oknum TNI

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:20 WIB

PWI Lhokseumawe Kerahkan 8 Pengacara, Haiqal Laporkan Dua Oknum TNI ke Denpom

Selasa, 1 September 2026 - 14:30 WIB

Intimidasi Guru Saat Tagih Uang Koran, Oknum Wartawan Sukabumi Diamankan

Selasa, 1 September 2026 - 14:24 WIB

Dugaan Pemerasan Kepala Sekolah, PWI Sukabumi Dukung Polisi Usut Tuntas

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Nama Ranny Fahd Muncul Jelang Musda Golkar Kota Bekasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Pemkab Nias Selatan Janji Rehabilitasi Total Kantor Camat Tanah Masa

Berita Terbaru

Rektor Universitas Paramadina dan Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Prof Dr Didik J Rachbini. (Ist)

Opini

Ekonomi Politik NU dan Pesantren

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:29 WIB