Jika Bersih Kenapa Risih, Debat Kedua Cakada Kota Bekasi Diharap Angkat Isu Soal Korupsi

- Editor

Selasa, 5 November 2024 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Ist)

Ilustrasi (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Debat perdana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi yang disiarkan di Kompas TV pada 1 November lalu dinilai belum menunjukkan platform kampanye yang konkret guna memberantas korupsi di pemerintahan Kota Bekasi.

Minimnya pembahasan antikorupsi dalam debat perdana tersebut menjadi kekhawatiran bagi sejumlah pihak. Maklum saja, dua kepala daerah Kota Bekasi sebelumnya yakni Mochtar Muhammad dan Rahmat Effendi menjabat sebagai Wali Kota Bekasi tidak sampai akhir jabatannya, hal itu lantaran keduanya terjerat korupsi.

Terlebih, dua dari tiga calon kepala daerah Kota Bekasi yang saat ini ikut bertarung pada Pilkada Kota Bekasi juga telah dilaporkan ke lembaga penegak hukum yaitu KPK dan Kejaksaan Agung atas dugaan keterlibatannya dalam sejumlah kasus korupsi.

“Dalam pantauan kami, bahwa seluruh pasangan calon yang tengah berkontestasi dan telah berkampanye masih belum menunjukkan gagasan dan rencana mereka untuk melawan korupsi di Kota Bekasi,” ujar analis Center for Public Policy Studies Indonesia (CPPSI) Indra Donna seperti dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mediakarya, Selasa (5/11/2024).

Padahal, pemerintahan Kota Bekasi hingga saat ini masih dihinggapi penyakit kronis bernama korupsi yang mengganggu tata kelola dan menyedot anggaran daerah.

Menurut dia, keringnya gagasan antikorupsi dalam debat perdana tersebut mencerminkan bahwa ketiga pasangan itu masih gamang untuk membahas hal yang dinilai sangat sensitif tersebut.

Baca Juga:  Etiket Biru Bening's Skincare Dijual Bebas tanpa Konsultasi, Konsumen Merugi dan Lapor Polisi

Publik pun berharap dalam debat kedua mendatang salah satu isu yang perlu diangkat yaitu soal penyelenggaraan pemerintahan Kota Bekasi yang bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme.

“Sebab, hingga saat ini praktik KKN di pemerintahan Kota Bekasi sudah tergolong sudah akut. Bahkan salah salah satu cakada yang ikut berkontestasi pada Pilkada mendatang masih cawe-cawe soal penggunaan anggaran di sejumlah dinas,” kata Donna.

Sementara itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam keterangannya menyebutkan, ketimbang berlomba-lomba untuk menjual gimmick terkait program-program baru, sebetulnya para calon kepala daerah bisa mengangkat gagasan-gagasan yang meski terlihat sederhana tetapi justru mengoptimalkan modalitas antikorupsi yang sudah ada.

Misal, bagaimana memperkuat Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP); menawarkan model peningkatan integritas internal pemerintah provinsi melalui kebijakan pengelolaan konflik kepentingan yang progresif atau kolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk meningkatkan kualitas pelaporan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) di jajaran pemerintah.

Selain itu, memberikan kesempatan agar membuka lebih luas terkait dengan transparansi dan partisipasi publik dari pengadaan barang dan jasa yang sebetulnya sudah terakomodir melalui kanal Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
PMPRI Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Alkes APD di Kejati Sumut
Penjaga Rumah Mantan Jampidsus Ditemukan Tewas Mengenaskan Mulut dan Hidung Berbusa
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar
Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis
PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas
Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:37 WIB

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Senin, 27 Juli 2026 - 17:32 WIB

PMPRI Desak Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Alkes APD di Kejati Sumut

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

Penjaga Rumah Mantan Jampidsus Ditemukan Tewas Mengenaskan Mulut dan Hidung Berbusa

Senin, 27 Juli 2026 - 10:42 WIB

Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar

Berita Terbaru

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus.

Ekonomi & Bisnis

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:37 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB