Kasus Korupsi Kuota Haji, Yaqut Seret Nama Jokowi

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas saat tampil dichanel youtube ruangpublikIDN.

Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas saat tampil dichanel youtube ruangpublikIDN.

JAKARTA, Mediakarya – Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas membantah bahwa dirinya ikut terlibat maupun menikmati uang hasil korupsi kuota haji 2023-2024.

Yaqut menegaskan, bahwa dirinya tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan penambahan kuota haji 2023-2024 Bahkan, saat itu Presiden Jokowi sendiri yang menerima langsung otoritas Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman.

“Ketika Presiden Jokowi menerima kuota tambahan sebanyak 20 ribu itu, tidak ada saya. Presiden waktu itu didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Menpora Ario Bimo Nandito Ariotedjo atau lebih dikenal Dito Ariotedjo dan Mensesneg Pratikno,” ujar Yaqut seperti dikutip dari chanel youtube ruangpublikIDN, Jumat (16/1/2026).

Yaqut menegaskan, jika saat itu dilibatkan dalam pembahasan penambahan kuota haji, ia akan menyampaikan kepada presiden soal situasi di tahun 2023. Bahwa penambahan kuota 20 ribu itu akan sangat sulit mencarikan layanan teknis yang paripurna.

“Paktanya, ketika Jokowi membahas tambahan itu saya tidak ada di situ, sehingga saya tidak bisa memberikan pertimbangan. Terus terang saya kaget ketika presiden mengumumkan adanya tambahan kuota haji. Yang ada di benak saya bagaimana menyiapkan hal teknisnya. Sementara tahun 2023 saja begitu kacaunya,” ungkap Yaqut.

Baca Juga:  KPK Sebut Telah Kantongi Bukti Dugaan Maktour Travel Hilangkan Barbuk Korupsi Kuota Haji

Yaqut pun menduga bahwa saat itu presiden tengah bermasalah dengan dirinya, sehingga saat berbicara soal penambahan kuota haji tidak dilibatkan.

“Yang saya pikir saat itu apakah presiden tengah bermasalah dengan saya sehingga saat pembahasan penambahan kuota haji sebagai Menag saya tidak dilibatkan,” ujar Yaqut.

LebIh lanjut, Yaqut pun kembali menegaskan bahwa tidak pernah terpikir sedikitpun bahwa dirinya akan mengambil keuntungan dalam penambahan kuota haji.

“Tidak ada terpikir sedikitpun bahwa saya akan mengambil keuntungan dari proses pembagian kuota haji lima puluh-lima puluh itu,” katanya.

Yaqut juga mengaku bahwa dirinya tidak menerima sepeser pun dari proses pembagian kuota itu. Baik untuk diri pribadi maupun Jamiyah Nahdlatul Ulama atau Ansor yang saat itu dipimpinnya.

“Saya tidak pernah berpikir soal keuntungan maupun uang, namun yang saya pikirkan paling utama dan terutama adalah bintunafs,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?
Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE
Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK
PMPRI Kembali Soroti Kasus Korupsi di BGN: Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer?
Antara Daftar Nama dan Fakta Hukum: Cara Publik Menyaring Informasi di Tengah Kasus Dugaan Korupsi di BGN
Iskandar Sitorus Bantah Tudingan Jubir KPK, Praktisi Hukum Minta Kedepankan Fakta
DPP GRIB Jaya Dampingi Ahli Waris Klaim Kembali Lahan yang Dikuasai PT Arjuna, Buka Ruang Mediasi
Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:40 WIB

Lima Tuntutan, Satu Pertanyaan: Negara Masih Mendengar atau Tetap Abai?

Senin, 15 Juni 2026 - 08:45 WIB

Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:47 WIB

Bantah Halangi Penyidikan, Pendiri IAW Beberkan Sejumlah Fakta Dukungan Penegakan Hukum di KPK

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:04 WIB

PMPRI Kembali Soroti Kasus Korupsi di BGN: Apa Hubungannya Gizi Anak Dengan Kaos Kaki Militer?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:08 WIB

Iskandar Sitorus Bantah Tudingan Jubir KPK, Praktisi Hukum Minta Kedepankan Fakta

Berita Terbaru