Kekerasan Gender Berbasis Online Ancaman Serius Perempuan Indonesia

- Penulis

Selasa, 28 September 2021 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA, Media Karya – Berkembanganya era digital di Indonesia tidak saja membawa manfaat positif tetapi pada saat yang sama juga menjadi ancaman serius terutama bagi kaum perempuan di tanah air.

Kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang jumlahnya semakin meningkat kini menjadi momok menakutkan bagi banyak perempuan di Indonesia. Oleh karena itu perlu mendapat perhatian serius, bukan saja dari masyarakat tetapi juga pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya.

Demikian mengemuka dalam webinar bertajuk, Melawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital, yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (28/9). Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghadirkan Anggota Komisi 1 DPR dari Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia sebagai keynote speaker, Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dan Pegiat Hak Perempuan, Gia Raharja sebagai narasumber.

“Ruang internet kita nyatanya masih belum aman dari kekerasan berbasis gender online. Ada 1.425 aduan kasus KBGO pada tahun 2020,” kata Farah Puteri Nahlia dalam paparannya.

Baca Juga:  Aktualisasi Wawasan Kebangsaan Dibutuhkan Di Era Digital

Lebih lanjut, Farah Puteri Nahlia mengimbau setiap diri pribadi untuk meningkatkan kesadaran dalam melindungi data pribadinya.

“Saling mengingatkan mengenai data apa yang perlu dan tidak perlu untuk di-share untuk menghindari penyalahgunaan data pribadi seperti penipuan dan kekerasan berbasis gender online,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Pegiat Hak Perempuan, Gia Raharja mengatakan dibutuhkan etika digital dalam kehidupan sehari-hari di ruang digital. “Harus ada kesadaran penuh dalam pemanfaatan ruang digital agar kita tidak menjadi pelaku dan tidak juga menjadi korban. Perlu diingat apapun yang kita lakukan ada konsekuensinya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menjabarkan beberapa alasan utama pentingnya menjaga data pribadi.

Ia mengungkapkan data pribadi berupa jenis kelamin patut dilindungi untuk menghindari kasus pelecehan seksual atau perundungan (bullying) secara online.

“Perlindungan terhadap data penting dilakukan agar menghindari ancaman kejahatan dunia maya termasuk KBGO termasuk mencegah penyalahgunaan data pribadi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,’ ujarnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Hari Pers Sedunia, LPKAN Minta Pemerintah Hapus Kesenjangan Media
Gelar Workshop, PTOI DKI Jakarta Dongkrak Kualitas Terapis Olahraga
Hanya Dinikmati Segelintir Pejabat, IAW Ungkap Potret Buram Pengelolaan Migas Kota Bekasi
Tepis Sentimen Negatif Kelompok Wahabi dan Salafi, Iran Tunjukan Ketangguhan Sebagai Negara Peradaban
Eks Kacab Bank Pembobol Rekening Nasabah Divonis Penjara, Pakar Audit: Hati-Hati Kelola Uang
Menuju Indonesia Emas, Ribuan Siswa Aceh Utara Nikmati Program MBG
Digitalisasi Polri Melangkah Menuju Kepolisian Global
Koalisi Masyarakat Sipil Sebut Pemaksaan Kesaksian Andri Yunus adalah Bentuk Ancaman
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:13 WIB

Hari Pers Sedunia, LPKAN Minta Pemerintah Hapus Kesenjangan Media

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:20 WIB

Gelar Workshop, PTOI DKI Jakarta Dongkrak Kualitas Terapis Olahraga

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:33 WIB

Hanya Dinikmati Segelintir Pejabat, IAW Ungkap Potret Buram Pengelolaan Migas Kota Bekasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:19 WIB

Tepis Sentimen Negatif Kelompok Wahabi dan Salafi, Iran Tunjukan Ketangguhan Sebagai Negara Peradaban

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:31 WIB

Menuju Indonesia Emas, Ribuan Siswa Aceh Utara Nikmati Program MBG

Berita Terbaru