JAKARTA,Mediakarya: Keluarga besar Majlis At-taubah Kota Depok mengecam keras pemberitaan negatif terkait pondok pesantren dan ulama (Kiai) yang tayang di stasiun televisi Trans7.
Mereka menuntut agar Trans7 menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh Kiai, Asatidz, alumni pesantren, dan mengembalikan citra lembaga pesantren di tengah masyarakat.
“Kami keluarga besar Majlis At-taubah Kota Depok mengecam keras atas pemberitaan negatif tentang pondok pesantren dan ulama Kiai yang ditayangkan oleh Trans7 dan kami menuntut agar pihak Trans7 meminta maaf kepada seluruh Kiai dan Asatid dan juga para alumni pondok pesantren dan mengembalikan citra baik pondok pesantren di tengah-tengah masyarakat,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam forum terbuka oleh pengurus Majlis At-taubah.
Berikut adalah beberapa kiai yang tergabung dalam Keluarga besar Majelis At-taubah Depok.
. Kyai Ruslan Abdul majid
– KH.Drs.Abu Bakar Bakar madris
– KH.Robby dongkal
– KH.syarif abdul wahab
– KH badrudin
– KH.Ferdy Husainy
. KH.Deden Abdurohim
– Kyai Abdul Mukti
– KH.Aby hafidz
Kontroversi tayangan Trans7
Pernyataan keras ini muncul dalam konteks kontroversi atas program Xpose Uncensored Trans7 yang menyorot Pondok Pesantren Lirboyo dan mengkritik tradisi penghormatan santri kepada Kiai dengan narasi yang dinilai negatif.
Tayangan itu memancing reaksi luas dari berbagai elemen masyarakat. Sejumlah organisasi keagamaan dan lembaga pendidikan pesantren mengecam konten tersebut. GP Ansor Kota Depok, misalnya, menyerukan pemboikotan terhadap Trans7 atas dugaan perendahan citra pesantren dan ulama.
Sementara itu, Trans7 sudah menyampaikan permohonan maaf resmi yang ditujukan kepada keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo, khususnya pengasuh PP Putri Hidayatul Mubtadiat. Dalam surat permohonan maaf, Trans7 mengakui adanya keteledoran dan kesalahan dalam penyajian tayangan yang merugikan pihak pesantren.
Tuntutan Majlis At-taubah
Melalui pernyataannya, Majlis Atobah menuntut agar:
Trans7 segera menyampaikan permohonan maaf terbuka dan tulus kepada seluruh Kiai, Asatidz, serta alumni pesantren;
Trans7 mengambil langkah konkret untuk memperbaiki citra pesantren di mata publik;
Stasiun televisi memperhatikan etika penyiaran dalam program keagamaan atau yang menyentuh aspek ulama dan institusi pesantren agar kejadian serupa tidak terulang.
Majlis At-taubah menegaskan bahwa penghormatan terhadap ulama dan lembaga pendidikan Islam seperti pesantren harus dijaga dan dilindungi dari pemberitaan yang tak proporsional atau merendahkan.






