Keluarga Besar Majelis At-taubah Depok, Minta Trans7 Sampaikan Maaf Imbas Tayangan Soal Ulama dan Santri

- Editor

Rabu, 15 Oktober 2025 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA,Mediakarya: Keluarga besar Majlis At-taubah Kota Depok mengecam keras pemberitaan negatif terkait pondok pesantren dan ulama (Kiai) yang tayang di stasiun televisi Trans7.

Mereka menuntut agar Trans7 menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh Kiai, Asatidz, alumni pesantren, dan mengembalikan citra lembaga pesantren di tengah masyarakat.

“Kami keluarga besar Majlis At-taubah Kota Depok mengecam keras atas pemberitaan negatif tentang pondok pesantren dan ulama Kiai yang ditayangkan oleh Trans7 dan kami menuntut agar pihak Trans7 meminta maaf kepada seluruh Kiai dan Asatid dan juga para alumni pondok pesantren dan mengembalikan citra baik pondok pesantren di tengah-tengah masyarakat,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam forum terbuka oleh pengurus Majlis At-taubah.

Berikut adalah beberapa kiai yang tergabung dalam Keluarga besar Majelis At-taubah Depok.

. Kyai Ruslan Abdul majid
– KH.Drs.Abu Bakar Bakar madris
– KH.Robby dongkal
– KH.syarif abdul wahab
– KH badrudin
– KH.Ferdy Husainy
. KH.Deden Abdurohim
– Kyai Abdul Mukti
– KH.Aby hafidz

 

Kontroversi tayangan Trans7

Pernyataan keras ini muncul dalam konteks kontroversi atas program Xpose Uncensored Trans7 yang menyorot Pondok Pesantren Lirboyo dan mengkritik tradisi penghormatan santri kepada Kiai dengan narasi yang dinilai negatif.

Baca Juga:  Buntut Beredarnya Proses Pemingsanan Sapi, PPSDS Desak Pemerintah Evaluasi PDRPH Jatim

Tayangan itu memancing reaksi luas dari berbagai elemen masyarakat. Sejumlah organisasi keagamaan dan lembaga pendidikan pesantren mengecam konten tersebut. GP Ansor Kota Depok, misalnya, menyerukan pemboikotan terhadap Trans7 atas dugaan perendahan citra pesantren dan ulama.

Sementara itu, Trans7 sudah menyampaikan permohonan maaf resmi yang ditujukan kepada keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo, khususnya pengasuh PP Putri Hidayatul Mubtadiat. Dalam surat permohonan maaf, Trans7 mengakui adanya keteledoran dan kesalahan dalam penyajian tayangan yang merugikan pihak pesantren.

Tuntutan Majlis At-taubah

Melalui pernyataannya, Majlis Atobah menuntut agar:

Trans7 segera menyampaikan permohonan maaf terbuka dan tulus kepada seluruh Kiai, Asatidz, serta alumni pesantren;

Trans7 mengambil langkah konkret untuk memperbaiki citra pesantren di mata publik;

Stasiun televisi memperhatikan etika penyiaran dalam program keagamaan atau yang menyentuh aspek ulama dan institusi pesantren agar kejadian serupa tidak terulang.

Majlis At-taubah menegaskan bahwa penghormatan terhadap ulama dan lembaga pendidikan Islam seperti pesantren harus dijaga dan dilindungi dari pemberitaan yang tak proporsional atau merendahkan.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Negara Darurat Cognitif Reselience
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN
PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto
Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka
Haidar Alwi: Legacy Listyo Sigit Jadi Fondasi Strategis Akselerasi Kepemimpinan Suyudi Ario Seto

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:05 WIB

DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Negara Darurat Cognitif Reselience

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Berita Terbaru

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo

Hukum

KPK Jadwalkan Ulang Pemanggilan Nusron Wahid Pekan Ini

Senin, 12 Okt 2026 - 20:40 WIB

Siswa SMK Tinta Emas Indonesia sedang antri MBG Prasmanan

Daerah

MBG Dengan Sistem Prasmanan, Terobosan Atau Pemborosan?

Senin, 12 Okt 2026 - 15:37 WIB

Ketua Bidang Advokasi F-SPGI, Purijan Karismandely

Ekonomi & Bisnis

F-SPGI Adukan Dugaan PHK Sepihak 11 Pekerja PT Indonesia Epson Industry

Senin, 12 Okt 2026 - 14:21 WIB