Ketua BPKN Dukung Label Nutri Level, Tegaskan Pentingnya Transparansi GGL untuk Konsumen

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 00:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA , Mediakarya – Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penerapan label Nutri Level pada produk pangan olahan. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan rekomendasi BPKN terkait penguatan informasi kandungan Gula, Garam, dan Lemak (GGL) demi melindungi hak konsumen.

Ketua BPKN Mufti Mubarok menegaskan, label Nutri Level akan menjadi instrumen penting dalam memberikan informasi yang lebih sederhana, jelas, dan mudah dipahami masyarakat. Selama ini, banyak konsumen kesulitan membaca komposisi nutrisi yang bersifat teknis di kemasan produk.

“Label ini akan membantu konsumen mengambil keputusan yang lebih sehat dan cerdas. Ini juga sejalan dengan rekomendasi BPKN terkait penguatan transparansi GGL yang sudah kami dorong sejak beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Bisa juga nelalui e Lebeling yang lebih lengkap misalnya dengan memberikan kepastian apapah produk itu asli atau palsu, Kedaluarsa, kandungsn nutrisi, kehalalan, SNI, ijin edar dan lain lain menjadi satu barkode dengan lebel Rama Konsumen (RAMEN) yang dapat memberikan rasa aman, nyaman dan keselamatan, ujarnya.

Menurutnya, persoalan konsumsi berlebih gula, garam, dan lemak di Indonesia sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Tingginya angka penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas tidak lepas dari pola konsumsi masyarakat yang belum terkendali.

Baca Juga:  BPKN RI Tegaskan Era Baru Konser di Indonesia: Standar Nasional Siap Diterapkan, Promotor Wajib Lebih Profesional

BPKN memandang, pendekatan edukatif melalui label sederhana seperti Nutri Level akan lebih efektif dibandingkan sekadar mencantumkan angka kandungan gizi yang sulit dipahami publik awam. Dengan sistem kategori atau penilaian tertentu, konsumen bisa langsung mengetahui tingkat kesehatan suatu produk.

“Prinsipnya, negara harus hadir memastikan konsumen mendapatkan informasi yang jujur, jelas, dan tidak menyesatkan. Label GGL berbasis Nutri Level adalah langkah maju,” tegasnya.

Selain itu, BPKN juga mendorong pelaku usaha untuk tidak melihat kebijakan ini sebagai beban, melainkan sebagai peluang meningkatkan kualitas produk. Transparansi dinilai akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri pangan.

Ke depan, BPKN berharap pemerintah segera merealisasikan kebijakan ini secara bertahap, disertai sosialisasi masif kepada masyarakat dan pelaku usaha. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi label tersebut.

“Ini bukan hanya soal label, tapi soal masa depan kesehatan masyarakat Indonesia,” pungkas Mufti.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Konsolidasi BUMN Gula dan Jerit Petani Tebu
IPW: Kewenangan Polri Harus Diimbangi dengan Pengawasan Eksternal
Wakil Ketua DPD RI Apresiasi MBG Diprioritaskan ke Daerah 3T
Penanganan Kasus Bea Cukai Jadi Sorotan, Transparansi Dinilai Kunci Jaga Kepercayaan Publik
Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah
WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik
Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen
Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:20 WIB

Konsolidasi BUMN Gula dan Jerit Petani Tebu

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:46 WIB

IPW: Kewenangan Polri Harus Diimbangi dengan Pengawasan Eksternal

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:09 WIB

Penanganan Kasus Bea Cukai Jadi Sorotan, Transparansi Dinilai Kunci Jaga Kepercayaan Publik

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:38 WIB

Harga Pertamax Naik 32 Persen, Ketua BPKN RI: Konsumen Berhak Mendapat Transparansi Pemerintah

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:42 WIB

WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik

Berita Terbaru

Petani tebu (Sumber foto: Antaranews)

Ekonomi & Bisnis

Konsolidasi BUMN Gula dan Jerit Petani Tebu

Kamis, 11 Jun 2026 - 10:20 WIB

Prof. Dr. Yudhie Haryono

Opini

Kisah Kasih di Sejarah Mutakhir Kita

Kamis, 11 Jun 2026 - 08:28 WIB