Ketua DPD RI: Indonesia Komitmen Tekan Deforestasi

- Editor

Sabtu, 13 November 2021 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, Mediakarya – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan Pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk menekan laju deforestasi. Indonesia juga berkomitmen berkontribusi nyata dalam penanganan perubahan iklim.

“Pemerintah Indonesia tidak main-main dalam melakukan penanganan perubahan iklim. Karena hal tersebut bisa berdampak secara global. Indonesia pun terus berusaha menekan laju deforestasi untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar LaNyalla saat kunjungan Dapil Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (13/11).

Penegasan itu disampaikan LaNyalla setelah NASA membagikan perbandingan foto satelit kawasan hutan Papua tahun 2001 dan 2019. Disebutkan jika kawasan hutan Papua mengalami deforestasi hingga 750 ribu hektare dalam 18 tahun terakhir.

Dilansir dari republika, LaNyalla mengatakan, komitmen itu juga telah ditegaskan Presiden Joko Widodo dalam KTT terkait perubahan iklim (COP26) di Scottish Event Campus, Glasgow, Skotlandia.

“Indonesia memiliki potensi alam yang sangat besar, bahkan menjadi salah satu paru-paru dunia. Untuk itu, Pemerintah Indonesia terus mengambil langkah agar deforestasi bisa dikurangi. Buktinya kebakaran hutan bisa berkurang jauh. Dan ini menjadi bukti nyata yang dilakukan pemerintah,” katanya.

Baca Juga:  Komnas KIPI: Belum Ada Kasus Meninggal Akibat Vaksinasi COVID-19

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, perubahan iklim adalah ancaman yang sangat serius untuk kehidupan.”Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak untuk sama-sama peduli terhadap masalah ini. Perubahan iklim harus dicegah. Dan hal itu membutuhkan komitmen dari semua pihak. Kita harus sama-sama menjaga lingkungan,” katanya.

Saat berbicara pada KTT Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim atau COP26, Presiden Joko Widodo menjelaskan laju deforestasi di Indonesia turun signifikan, terendah dalam 20 tahun terakhir. Kebakaran hutan turun 82 persen pada 2020.

Tak hanya itu, Presiden menyebut Indonesia juga telah memulai rehabilitasi hutan mangrove seluas 600.000 hektare sampai 2024, terluas di dunia. Indonesia juga telah merehabilitasi 3 juta lahan kritis antara 2010-2019.

Di sektor energi, Indonesia juga terus melangkah maju dengan pengembangan ekosistem mobil listrik dan pembangunan pembangkit tenaga surya terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga memanfaatkan energi baru terbarukan, termasuk biofuel, serta pengembangan industri berbasis energi bersih, termasuk pembangunan kawasan industri hijau terbesar di dunia di Kalimantan Utara.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki
Sindir Menteri Saling Bertentangan, Guntur Romli: Kabinet Paling Gemuk Tapi Tak Punya Grup WA?
Bentengi Kampus dari Paham Ekstremisme, Unila Gandeng Kepala BNPT dan NII Crisis Center Gelar Kuliah Umum Kebangsaan
Dua Wajah Kepemimpinan Daerah: Pramono Anung Merajut Kerja, Dedi Mulyadi Membangun Citra
Haidar Alwi Sebut Arah Kerja KSP Sejalan Mandat Perpres, Kunci Urai Hambatan Karhutla dan Akses Keuangan Rakyat
Fenomena Fatsun Ganda, Sejumlah Anggota DPRD Golkar Brebes Diduga Lebih Tunduk ke Bupati Ketimbang Partai
PT NSHE Bangun Jembatan Arboreal Jaga Habitat Satwa Batang Toru
Sat Lantas Nias Selatan Bidik 11 Pelanggaran Ini Mulai Senin Depan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Sindir Menteri Saling Bertentangan, Guntur Romli: Kabinet Paling Gemuk Tapi Tak Punya Grup WA?

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Bentengi Kampus dari Paham Ekstremisme, Unila Gandeng Kepala BNPT dan NII Crisis Center Gelar Kuliah Umum Kebangsaan

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Dua Wajah Kepemimpinan Daerah: Pramono Anung Merajut Kerja, Dedi Mulyadi Membangun Citra

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Haidar Alwi Sebut Arah Kerja KSP Sejalan Mandat Perpres, Kunci Urai Hambatan Karhutla dan Akses Keuangan Rakyat

Berita Terbaru