KNPI Kubu Andreas Tegaskan Pelantikan DPD KNPI Jabar Tidak Sah

- Editor

Minggu, 19 Desember 2021 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terpilih, Raden Andreas Nandi Wardhana

Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terpilih, Raden Andreas Nandi Wardhana

JAKARTA, Mediakarya – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Politik Komute Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) hasil Kongres Lombok, Ressa Nugraha menegaskan, bahwa pelantikan KNPI oleh Haris Pratama yang notabene tidak memiliki SK dari Kementerian Hukum dan HAM tidak sah.

Hal tersebut menyusul dengan adnya pelantikan Ridwansyah Yusf sebagai Ketua DPD Jawa Barat yang dilakukan oleh Haris Pratama yang juga dihadiri oleh gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Ressa mengatakan, di tengah upaya penyatuan organisasi pemuda yang dilakukan oleh Ketua Umum  Raden Adreas Nandiwardhana, masih saja ada kelompok yang diduga tidak senang bila organisasi kepemudiaan itu menyatu dengan baik.

Padahal, Musda yang dilaksanakan di Garut dibuka Wakil Ketua KNPI kubu Andreas. Hal ini dinilai sangat menciderai upaya penyatuan organisasi kepemudaan.

Ressa menilai, hadirnya gubernur Jawa Barat di arena pelantikan tersebut justru kian memperuncing persoalan yang tengah dihadapi oleh organisasi kepemudaan.

Baca Juga:  Ganjar Pranowo Menghormati Megawati Soekarnoputri Sebagai Orangtua

“Kami tegaskan bahwa pelantikan DPD KNPI Jawa Barat tidak sah. Dan saya ingatkan bahwa saudara Haris Pratama telah melampaui batas dalam organisasi. Di mana Haris sudah tidak memiliki SK akan tetapi melantik ketua DPD yang dibuka oleh Wakil Ketua Umum kubu Andreas Nandiwardhana,” tegas Ressa dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/12/2021).

Ressa menyatakan, bahwa pihaknya selama ini tetap konsisten dalam menyatukan organisasi kepemudaan di Indonesia. Namun demikian kata Ressa, bila manuver Haris Pratama terus dilakukan maka KNPI Andreas segera bersikap.

“KNPI sebagai wadah kepemudaan dalam mengawal NKRI. Semangat Ketum Andreas dalam menyerukan penyatuan organisasi pemuda terus diupayakan. Akan tetapi bila ada kelompok yang berupaya terus menghambat langkah penyatuan itu, maka kami siap menabuh genderang perang untuk melawannya,” pungkasnya. (mam)

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum
Ikut Cawe Cawe Muktamar NU, Nusron Wahid Diduga Gelontorkan 180 Miliar
Dirjen Bea Cukai Menghadap Presiden Diperintahkan Berantas Penyelundupan Ilegal
Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar
Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak
Fahd Dicokok KPK, Loyalis Ranny Fahd Arafiq Galang Dukungan Maju  pada Musda Golkar Kota Bekasi
Pegawai Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Ditampung Agrinas, Qodari : Jadi PKWT BUMN 2 Tahun

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 September 2026 - 12:38 WIB

Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum

Rabu, 23 September 2026 - 10:55 WIB

Ikut Cawe Cawe Muktamar NU, Nusron Wahid Diduga Gelontorkan 180 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

Dirjen Bea Cukai Menghadap Presiden Diperintahkan Berantas Penyelundupan Ilegal

Rabu, 23 September 2026 - 07:50 WIB

Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar

Berita Terbaru

Proses penambangan (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:08 WIB