Komitmen PT Harita Nickel Wujudkan Transformasi Desa Kawasi Menuju Ecovillage Berstandar Internasional

- Editor

Senin, 9 Juni 2025 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desa Kawasi di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan sebelum dilakukan pembenahan.

Desa Kawasi di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan sebelum dilakukan pembenahan.

HALMAHERA SELATAN, Mediakarya – Harita Nickel kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui transformasi Desa Kawasi di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, menjadi Ecovillage berstandar internasional.

Langkah ini merupakan bagian dari program relokasi masyarakat Kawasi yang dilakukan secara bertahap, kolaboratif, dan penuh pendekatan persuasif bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.

Analis Politik Center for Publik Policy Studies (CPPS) Indonesia, Novarel Saefuddin Zuhry menyebut, pencapaian ini menunjukkan wujud tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menyatu dengan visi pembangunan daerah.

“Sejak beroperasinya HARITA Nickel di wilayah Desa Kawasi, Kecamatan Obi, saya mulai berimajinasi, kelak kemajuan HARITA Nickel harus sejalan dengan perkembangan Desa Kawasi yang bertransformasi sebagai sebuah desa baru yang maju, terintegrasi dengan air bersih, sanitasi, listrik, informasi dan pasar,” ujar Novarel mengutip pandangan H. Muhammad Kasuba, mantan Bupati Halmahera Selatan, Senin (9/6/2025).

Transformasi Kawasi tidak hanya menandai keberhasilan hilirisasi industri nikel, namun juga menjadi bukti bahwa kegiatan tambang dapat berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat.

Kawasi yang dulunya masuk kategori desa tertinggal, kini telah menjelma menjadi kawasan hunian layak dengan fasilitas publik lengkap: Seperti, perumahan sehat, akses air bersih, listrik 24 jam, sekolah, puskesmas, rumah ibadah, hingga pusat olahraga dan ekonomi rakyat.

Menurut dia, komitmen HARITA Nickel dalam membangun Ecovillage dilandasi oleh kesadaran akan kondisi geografis Kawasi Lama yang rentan terhadap erosi dan bencana alam.

Relokasi pun menjadi keniscayaan

Sebelumnya, kata Varel, Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara demokratis, tanpa paksaan. Hingga kini, dari 360 kepala keluarga (KK) warga Kawasi, sebanyak 230 KK telah berpindah ke lokasi baru.

Baca Juga:  Menemukan Ekonomi Patriotik Pembela Rakyat
Foto satelit kawasan Ecovilage Desa Kawasi di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. (Ist)

Menurut dia, selain pembangunan infrastruktur pemukiman, HARITA Nickel juga menghadirkan SAPA Kawasi (Semarak Pasar Rakyat Kawasi), sebuah pusat ekonomi masyarakat yang bertujuan menghidupkan roda perekonomian lokal.

“Program pelatihan pertanian berkelanjutan dan dukungan pada nelayan setidaknya turut memperkuat ketahanan ekonomi warga,” jelasnya.

Varel mengungkapkan, transformasi ini sejalan dengan cita-cita nasional dalam mewujudkan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam. Harita Nickel, melalui anak usaha PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), telah menjadi pionir dalam pengolahan dan pemurnian nikel limonit kadar rendah menggunakan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL).

Produk olahan berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dan Nikel Sulfat (NiSO₄) kini menjadi bahan utama baterai kendaraan listrik mendukung transisi energi bersih global.

Lebuh lanjut, desa Kawasi kini bukan hanya menjadi ikon keberhasilan hilirisasi industri nikel, tetapi juga simbol nyata bahwa keberadaan tambang bisa menjadi berkah bagi masyarakat lokal. Inilah wujud nyata semangat HARITA: “Dari Obi untuk Indonesia”.

Sebuah filosofi yang mencerminkan komitmen perusahaan untuk menjadikan potensi daerah sebagai bagian penting dari pembangunan nasional.

Varel berpandangan, Harita tak hanya menambang nikel, tetapi juga menambang harapan dan masa depan bagi generasi muda di wilayah timur Indonesia.

“Kawasi adalah contoh nyata bahwa perusahaan tambang tidak harus menjadi momok. Sebaliknya, jika dikelola dengan tanggung jawab dan visi jangka panjang, tambang bisa menjadi motor kemajuan masyarakat desa,” pungkas Novarel Saefuddin Aszuhri.

Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan humanis, HARITA Nickel bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan membuktikan bahwa pembangunan berbasis tambang tidak harus mengorbankan manusia dan lingkungan. Kawasi adalah kisah sukses yang layak diapresiasi dan ditiru. (Hb)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ribuan Anthurium Terbang ke Philipina Tiap Bulan, Stok Petani Tanaman Hias Karanganyar Menipis
Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Adhi Industri Siap Kawal Program Waste to Energy Pemerintah
Dukung Walikota Ngantor di RW, Ini Kata Ketua KADIN Kota Bekasi
BPKN Desak Penindakan Tegas Beras Fortifikasi Bermasalah, Konsumen Harus Dilindungi
Sekolah dan Guru Adu Inovasi AI di Acer Smart School Awards 2026, Hadiah Rp600 Juta
Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh
Perkuat Perlindungan Wisatawan dan Pariwisata Nasional, BPKN Dukung Asuransi Wajib Turis Asing

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 12:32 WIB

Ribuan Anthurium Terbang ke Philipina Tiap Bulan, Stok Petani Tanaman Hias Karanganyar Menipis

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Selasa, 22 September 2026 - 07:44 WIB

Adhi Industri Siap Kawal Program Waste to Energy Pemerintah

Senin, 21 September 2026 - 17:05 WIB

Dukung Walikota Ngantor di RW, Ini Kata Ketua KADIN Kota Bekasi

Jumat, 18 September 2026 - 08:06 WIB

BPKN Desak Penindakan Tegas Beras Fortifikasi Bermasalah, Konsumen Harus Dilindungi

Berita Terbaru