Konflik PKB dan PBNU Potensi Melebar

- Editor

Kamis, 12 September 2024 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ist

Foto: Ist

JAKARTA, Mediakarya – Konflik antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diperkirakan akan semakin memanas dan berpotensi melebar.

Awalnya, konflik ini dipicu oleh hubungan pribadi antara Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dengan Ketua PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), serta adiknya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut).

Pengamat politik dari Citra Institute, Yusak Farchan, menilai bahwa konflik tersebut sudah berkembang menjadi konflik kelembagaan antara PKB dan PBNU.

Yusak memperkirakan bahwa Cak Imin mungkin akan bermanuver untuk menggulingkan Gus Yahya melalui Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama. Di sisi lain, PBNU juga tidak menutup kemungkinan akan melakukan hal serupa terhadap Cak Imin melalui Muktamar PKB Tandingan.

Baca Juga:  Industri TPT Didorong Tumbuh dan Atasi Tantangan

Menurut Yusak, keretakan hubungan antara Cak Imin dan Gus Yahya-Gus Yaqut sudah terlalu dalam, sehingga sulit menemukan titik temu.

“Konflik PKB-PBNU berpotensi meluas secara kelembagaan,” kata Yusak sebagaimana dikutip dari Suara.com, Kamis (12/9/2024).

Yusak juga mengimbau agar pengerahan massa dihentikan karena berpotensi memicu bentrokan fisik antara pendukung kedua pihak.

Imbauan ini muncul setelah adanya demonstrasi di depan kantor PBNU dan kesiapan GP Ansor serta Banser untuk menghadapi para pendemo.

“NU dan PKB saya kira sangat dewasa dalam berpolitik. Harus dicari pola pertarungan yang lebih elegan, bukan dengan pengerahan massa, karena yang menjadi korban adalah warga akar rumput NU sendiri,” tutur Yusak.

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
GNK Sebut Agus Gumiwang Disingkirkan Tidak Hormat oleh Bahlil Lewat Tangan Istana
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa
Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya
Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat
Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:00 WIB

GNK Sebut Agus Gumiwang Disingkirkan Tidak Hormat oleh Bahlil Lewat Tangan Istana

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa

Berita Terbaru

Ilustrasi (Istimewa)

Opini

Agensi Ekonomi Heterodoks di Indonesia

Jumat, 9 Okt 2026 - 18:55 WIB