Marak Keracunan MBG, Anggota DPR Ini Soroti Keberadaan SPPG

- Editor

Minggu, 13 September 2026 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi food tray MBG. (Foto: Ist)

Ilustrasi food tray MBG. (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah total korban dilaporkan menembus angka 50.059 orang hingga September 2026, termasuk insiden terbaru di Karo, Blora, dan Sidoarjo, dan baru-baru ini kembali terjadi kasus keracunan yang menimpa 352 siswa di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Masalah kasus keracunan tersebut dinilai tidak hanya pada saat pembagian makanan, tetapi berawal dari pemilihan bahan baku, suhu penyimpanan, hingga kebersihan penjamah makanan.

Selanjutnya, pengelolaan di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai masih lemah dan kurang mematuhi standar keamanan pangan (seperti HACCP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN)

Menanggapi sejumlah kasus keracunan yang terjadi di sejumlah daerah terhadap siswa dan siswi setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati, menyampaikan keprihatinan yang mendalam.

Sari menilai kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Program MBG merupakan program strategis pemerintah yang menyasar anak-anak, sehingga aspek keamanan, kualitas makanan, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) harus menjadi prioritas utama.

“Saya prihatin dengan kejadian keracunan yang dialami ratusan siswa. Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena itu, penyebab kejadian ini harus diusut secara menyeluruh,” kata Sari Yuliati dalam keterangan persnya, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga:  Menyasar 3.421 Penerima Manfaat Di Gunungpuyuh Kota Sukabumi Dapur MBG SPPG Sriwedari Resmi Beroperasi

Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) perlu melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan, termasuk memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalankan SOP secara disiplin.

Jika hasil pemeriksaan menemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur, Sari meminta agar diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan.

“Evaluasi tidak cukup hanya mencari penyebab kejadian. Kita juga harus memastikan apakah seluruh SOP telah dijalankan dengan benar. Jika ada kelalaian, tentu harus ada sanksi tegas agar menjadi pembelajaran dan tidak terjadi lagi di tempat lain,” tegasnya.

Sari menambahkan, DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan MBG, termasuk terhadap kinerja BGN dan SPPG di berbagai daerah.

“DPR akan proaktif mengawasi kinerja BGN dan SPPG melalui instrumen pengawasan yang dimiliki DPR. Kita juga akan mendorong pengawasan di daerah agar pelaksanaan MBG benar-benar berjalan sesuai standar,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas dan keamanan makanan yang diberikan.

“Program MBG harus memberikan manfaat, bukan justru menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Kejadian ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, memperbaiki pelaksanaan di lapangan, dan memastikan setiap anak mendapatkan makanan yang aman dan bergizi,” pungkas Sari. (Fal)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama
Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra
IPW: Setelah Gebrakan Radikal Ganti 19 Kapolda, Kini Saatnya Kapolri Suyudi Fokus Benahi Pelayanan Publik
Ekonom INDEF Didik J Rachbini Sebut Sidang MK Buktikan Drama Politik dan Berakhirnya “Shadow Politics” Jokowi
Prabowo Jokowi Makan Malam Bersama Saat Putusan Sidang MK
MK Nyatakan Wapres Gibran Tidak Miliki Ijazah Setara SMA Luar Negeri
PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto
Amnesty International Kecam Kekerasan Terhadap Fungsionaris BEM UI, Desak Kapolri Usut Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Pakar Komunikasi Politik Nilai Manuver Dedi Mulyadi: Investasi Menuju 2029, Berpotensi Picu Gejolak di Tubuh Gerindra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:01 WIB

IPW: Setelah Gebrakan Radikal Ganti 19 Kapolda, Kini Saatnya Kapolri Suyudi Fokus Benahi Pelayanan Publik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Ekonom INDEF Didik J Rachbini Sebut Sidang MK Buktikan Drama Politik dan Berakhirnya “Shadow Politics” Jokowi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:56 WIB

Prabowo Jokowi Makan Malam Bersama Saat Putusan Sidang MK

Berita Terbaru