Masyarakat Tertipu, Ternyata Keberadaan Pagar Laut Tangerang Tidak Seluruhnya Dicabut

- Editor

Sabtu, 15 Maret 2025 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Kelautan dan Perikanan saat melakukan penyegelan lokasi Laut yang dipagar oleh

Kementerian Kelautan dan Perikanan saat melakukan penyegelan lokasi Laut yang dipagar oleh "mahluk Siluman" (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Belum lama ini publik sangat mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto terkait dengan ketegasannya yang memerintahkan TNI AL untuk membongkar pagar laut di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

Namun keberadaan pagar laut di wilayah Alar Jiban, Desa Kohod, ternyata belum sepenuhnya dicabut. Bahkan berdasarkan pantauan awak media pada Jumat (14/3/2025) bahwa pagar laut tersebut masih berdiri kokoh dan rapih.

Meski saat itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), TNI AL dan instansi terkait mengklaim, telah melakukan pembongkaran pagar laut sepanjang 30,16 km di 16 Desa pada 6 wilayah Kecamatan di Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan penelusuran terlihat pagar yang terbuat dari bambu itu masih tegak berdiri mengitari laut wilayah Kohod. Namun, pagar bambu yang sempat disidak Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid telah dibersihkan.

Terlihat deretan pagar bambu di bagian barat Pantai Kohod tersusun rapi, membentang dari tepi pantai hingga masuk ke wilayah laut dengan panjang lebih dari 800 meter dan lebar sekira lebih dari 150 meter.

Baca Juga:  KPK Dinilai Sudah Tak Bertaji

Salab seorang nelayan setempat, NS mengungkapkan kekesalannya terhadap tindakan manipulatif yang dilakukan oleh pemerintah.

Mereka telah menyatakan bahwa perairan Tangerang sudah bersih dari pagar laut, yang diduga dibangun atas perintah Kepala Desa Kohod, Arsin bin Asip.

“Wilayah laut ini kan tempat kami mencari makan, setiap hari kami lintasi, kenyataannya kan jelas-jelas masih berdiri kokoh,” ujarnya di lokasi, seperti dikutip dari disway, Sabtu (15/3/2025).

Terakhir, NS dan masyarakat Kohod lainnya berharap, agar pemerintah benar-benar serius bekerja dan melindungi masyarakat nelayan setempat.

“Jadi akhiri pembohongan ini, jangan terus-terus menipu rakyat sendiri. Kami hanya berharap pagar-pagar itu bersih seperti sebelumnya,” ungkapnya.

“Karena ini juga mengancam keselamatan nelayan saat melaut. Belum lagi ada patahan-patahan bambu yang juga membahayakan kapal kami,” sambungnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar
Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak
Fahd Dicokok KPK, Loyalis Ranny Fahd Arafiq Galang Dukungan Maju  pada Musda Golkar Kota Bekasi
Pegawai Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Ditampung Agrinas, Qodari : Jadi PKWT BUMN 2 Tahun
Bupati Bolmut Sulawesi Utara Kena Ciduk OTT KPK
Prabowo Kerap Berkata Kasar Hingga Disarankan Dijauhkan dari Mikropon, Begini kata Pengamat
Rektor Universitas Paramadina Tanggapi Usulan Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi
Teladan yang Membungkam, Inilah Pesan Pimpinan Ponpes Gontor di Hadapan Presiden

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 07:50 WIB

Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar

Selasa, 22 September 2026 - 22:48 WIB

Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak

Selasa, 22 September 2026 - 10:16 WIB

Pegawai Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Ditampung Agrinas, Qodari : Jadi PKWT BUMN 2 Tahun

Selasa, 22 September 2026 - 10:07 WIB

Bupati Bolmut Sulawesi Utara Kena Ciduk OTT KPK

Senin, 21 September 2026 - 22:52 WIB

Prabowo Kerap Berkata Kasar Hingga Disarankan Dijauhkan dari Mikropon, Begini kata Pengamat

Berita Terbaru

Ilustrasi (Sumber AI))

Opini

Pendidikan Berpancasila untuk Indonesia Maju 

Rabu, 23 Sep 2026 - 08:01 WIB