JAKARTA, Mediakarya – Advokat Ferdinand Hutahaean menyoroti keras aksi pejabat yang mengangkat keluarga sendiri menjadi tenaga ahli di kementeriannya. Salah satunya Menteri Haji yang disebut mengangkat 2 anaknya sebagai Tenaga Ahli di Kementerian Haji.
“Dipikir-pikir memang banyak sekali pejabat di negara kita ini yang tidak punya rasa malu,” tegas Ferdinand dalam pernyataannya di akun media sosial pribadinya seperti dikutip Mediakarya, Selasa (27/10/2026).
Ferdinand menyinggung dua kasus yang viral. Kepala BNPB yang mengangkat adiknya menjadi tenaga ahli di BNPB yang akhirnya main proyek dan ditangkap KPK. Kemudian Menteri Haji yang juga mengangkat anaknya menjadi tenaga ahli.
“Kenapa ya kok para pejabat kita ini tidak punya rasa malu? Mengangkat anak, keluarga menjadi pejabat di bawahnya itu kan kayaknya konflik kepentingan-nya itu terlalu terlihat,” kritiknya.
Menurut Ferdinand, praktik nepotisme ini rawan terjadi di banyak lembaga lain, hanya saja tidak terungkap. Modusnya mulai dari mengangkat ponakan, saudara sepupu, hingga keluarga jauh dengan dalih berhak mengangkat staf khusus dan tenaga ahli.
“Mungkin saja orang-orang itu orang-orang yang tidak berkualitas tetapi mendapat gaji dan fasilitas setara Eselon I. Bayangkan, dapat mobil, dapat gaji, dapat tunjangan, dapat fasilitas,” ujarnya.
Ferdinand mempertanyakan moralitas pejabat yang memanfaatkan jabatan untuk memperkaya keluarga dari fasilitas negara.
“Apa yang mereka pikirkan? Kenapa tidak mencoba menciptakan sebuah sistem yang membuat dia terlihat adalah orang baik, orang benar yang bekerja akan benar. Bukan orang yang hanya memanfaatkan waktu untuk memperkaya diri dari fasilitas negara,” pungkasnya.
Sebelumnya ramai dikabarkan Menteri Haji mengundurkan diri anaknya dari jabatan tenaga ahli setelah menjadi sorotan publik. (Edr)










