Moeldoko Dapat Sindiran Menohok dari Tokoh NU

- Penulis

Kamis, 25 November 2021 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengajak seluruh lembaga dan kementerian agar mempersiapkan Indonesia sebagai Presidensi G20.

Selain itu Moeldoko juga mengimbau masyarakat tidak sibuk untuk berpolitik dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

“Sebentar lagi kita akan menghadapi tahun politik 2024. Jangan sampai kita terlalu sibuk bicara politik. Kita harus fokus untuk memperkuat komunikasi publik terkait Presidensi G20 Indonesia ini ke dunia,” kata Moeldoko baru-baru ini.

Pernyataan Moeldoko itu, langsung mendapat respon menohok dari tokoh Nahdatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau Gus Umar.

Bahkan Gus Umar mengatakan Moeldoko sendiri yang justru sibuk berpolitik. Salah satu buktinya adalah mencoba merebut Partai Demokrat dari tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca Juga:  Gelar Workshop, PTOI DKI Jakarta Dongkrak Kualitas Terapis Olahraga

“Lah anda (Moeldoko) sendiri emang gak berpolitik jelang 2024, itu membajak partai demokrat namanya apa? Piye toh Moeldoko,” kata Gus Umar di akun Twitternya @UmarHasibuan75, Rabu (24/11/2021).

Sebelumnya, Moeldoko mengatakan ada agenda yang lebih penting dikerjakan seluruh elemen instansi pemerintah, termasuk persiapan Indonesia sebagai Presidensi G20.

Ia berharap seluruh lembaga dan kementerian bekerja maksimal menyukseskan agenda internasional ini.

Seperti diketahui, upaya kudeta Moeldoko merebut Partai Demokrat kembali kandas. Gugatannya yang diajukannya bersama Jhonny Allen Marbun (JAM) kepada Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) ditolak oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Penolakan tersebut tertuang di laman resmi Mahkamah Agung (MA) dengan Nomor Perkara 150/G/2021/PTUN-JKT. (dji)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Menang Babak Pertama, Kuasa Hukum Derek Prabu Maras Desak Bank Mega Transparan Soal Aset Triliunan
Dua Pelaku Pengeroyokan Yang Sebabkan 2 Remaja Tewas Di Bekasi Merupakan Residivis
Karyawan Outsourcing Bank BUMN Di Kota Bekasi Tipu Nasabah Miliaran Rupiah
Pakar Kontra Intelijen: Kemunculan Anggota BPK dalam Perkara Blue Ray Bukan Sekadar Aliran Uang
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Polri Torehkan Sejarah, Indonesia Akhiri 53 Tahun Impor Jagung
Sidang Kasus Suap Blue Ray, Ketika Rantai Perkara Berhenti di Bea Cukai
Rempang-Galang Ujian Besar Presiden Prabowo antara Investasi Strategis, Hak Adat, dan Kepastian Negara
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:13 WIB

Menang Babak Pertama, Kuasa Hukum Derek Prabu Maras Desak Bank Mega Transparan Soal Aset Triliunan

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:37 WIB

Dua Pelaku Pengeroyokan Yang Sebabkan 2 Remaja Tewas Di Bekasi Merupakan Residivis

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:32 WIB

Karyawan Outsourcing Bank BUMN Di Kota Bekasi Tipu Nasabah Miliaran Rupiah

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:56 WIB

Pakar Kontra Intelijen: Kemunculan Anggota BPK dalam Perkara Blue Ray Bukan Sekadar Aliran Uang

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:19 WIB

Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

Berita Terbaru