Nasdem Dorong Penundaan Rencana Amandemen UUD

- Editor

Senin, 21 Maret 2022 - 23:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Ketua Fraksi Partai Nasdem MPR Taufik Basari mengkritisi rencana amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang digulirkan segelintir elite politik. Pihaknya mendorong agar rencana amandemen untuk ditunda terlebih dahulu.

“Menurut Fraksi Partai Nasdem MPR RI untuk melakukan perubahan UUD 1945 haruslah terdapat alasan yang fundamental dan didasarkan pada kebutuhan rakyat dan bangsa ini,” ujar Taufik lewat keterangan tertulisnya, Senin (21/3/2022).

Sejak awal, Fraksi Partai Nasdem mengkritisi gagasan amandemen konstitusi yang dimunculkan kembali pada periode ini. Meskipun tujuannya adalah untuk melahirkan kembali Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Usulan amandemen terkait PPHN menurut Fraksi Partai Nasdem masih merupakan gagasan elite dan belum menjadi kebutuhan publik. Meskipun, UUD 1945 tidak melarang adanya amandemen konstitusi, tetapi prosesnya harus dilakukan secara hati-hati.

Baca Juga:  Rapat Bareng KPU dan Bawaslu DKI, Pj Teguh Ingatkan Sanksi Buat ASN Tak Netral

“Pada September 2021 yang lalu untuk meneropong pandangan masyarakat terkait PPHN dan isu amandemen, hasilnya mayoritas publik, para tokoh yang berpengaruh tidak setuju amandemen dilakukan saat ini baik untuk PPHN, maupun untuk isu lainnya,” ujar Taufik, dikutip dari republika.

Fraksi Partai Nasdem juga mengingatkan bahwa isu amandemen untuk PPHN ini akan membuka kotak pandora, yang kemungkinan mendorong juga usulan perpanjangan masa jabatan presiden. Menurutnya, sudah tepat jika Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) MPR yang memutuskan untuk menunda usulan tersebut.

“Penundaan usulan ini juga mencegah agar gagasan amandemen konstitusi terkait PPHN tidak menjadi meluas dengan memasukkan usulan masa jabatan presiden tiga periode. Maupun usulan perpanjangan masa jabatan melalui penundaan Pemilu,” ujar Taufik.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras
FAST Desak KPK Bongkar Dalang di Balik Mangkirnya Nusron Wahid, Diduga Berlindung di Balik Ormas
Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
Kecam Korupsi Dana Bencana BNPB, Ketua LPKAN: Jangan Rampok Uang Keselamatan Rakyat
Nasib Pencari Kerja, Uang Hilang Kerjaa Tak Dapat Karena Loker Palsu
Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS
Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Golkar di Ujung Badai, Rapor Merah Bahlil dan Rentetan Kasus Korupsi Kader Jadi Alarm Keras

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:48 WIB

FAST Desak KPK Bongkar Dalang di Balik Mangkirnya Nusron Wahid, Diduga Berlindung di Balik Ormas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Soroti Dana Hibah Golkar Bekasi, LI-TPK Dorong Kejari dan BPK Lakukan Penelusuran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Kecam Korupsi Dana Bencana BNPB, Ketua LPKAN: Jangan Rampok Uang Keselamatan Rakyat

Berita Terbaru