PA 212 Kritik Panglima TNI soal Keturunan PKI Boleh Jadi TNI

- Penulis

Senin, 4 April 2022 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Petinggi Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, melayangkan kritik kepada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang mengizinkan keturunan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia mengaku heran Panglima bisa mengizinkan keturunan PKI ikut rekrutmen TNI.

“Semoga rakyat makin sadar kalau PKI atau Komunis itu bisa ada dan bangkit bahkan sangat kuat diduga sudah ada di sekitar kekuasaan,” ujar Slamet dalam keterangan tertulis, Senin (4/4/2022).

Slamet mengaku heran terhadap pernyataan Panglima Andika Perkasa tersebut. Dia pun bertanya apakah Panglima Andika Perkasa sudah lupa TAP MPRS Nomor 26 Tahun 1965 tentang larangan PKI belum dicabut? Apakah ada jaminan anak keturunan PKI tidak berideologi komunis?

“Karena faktanya banyak anak keturunan yang terlihat membangkitkan ideologi dan paham PKI,” ucap dia.

Jika pun akan merekrut keturunan PKI yang ingin menjadi prajurit TNI, menurut Slamet, harus dilakukan melalui mekanisme yang benar dan melalui berbagai kajian yang cukup mendalam. Karena, kata dia, PKI pernah melakukan perbuatan kejam dan keji terhadap bangsa Indonesia.

“Ini tidak boleh diambil berdasarkan kemauan Panglima TNI secara Individu, namun perlu adanya konsultasi dengan banyak pihak termasuk para tokoh senior TNI yang sudah purnawirawan,” kata Slamet.

Slamet mengatakan, para senior atau purnawirawan TNI merupakan saksi sejarah, serta memahami betul kenapa pemerintah hingga saat ini tidak mencabut TAP MPRS Nomor 26 Tahun 1965. “Mungkin Panglima TNI lupa bahwa di bawah TAP MPRS Nomor 26 Tahun 1965 banyak Peraturan perundang-undangan turunannya yang berkaitan dengan PKI,” jelas Slamet, dikutip dari republika.

Hal yang sama juga disampaikan tokoh 212, Ciamis Nonop Hanafi. Menurut dia, PKI pernah membuat noda hitam pekat sejarah bangsa yang tidak akan bisa dihilangkan dari memori anak bangsa.

Baca Juga:  TNI-Polri Gelar Olahraga Bersama Peringati Hari Jadi Ke-75 Polwan

Dia menjelaskan, kekejaman PKI pada rakyat terutama pada umat Islam adalah fakta nyata yang tidak bisa disembunyikan. Karena itu, menurut dia, negara ini telah melarang ideologi komunis untuk bangkit kembali di negeri ini melalui Tap MPRS.

“Maka apabila ada upaya dari pihak manapun yang berusaha melonggarkan aturan yang membuat ideologi Komunis bangkit kembali hal ini semakin membuktikan kecurigaan bahwa PKI bangkit kembali dengan pola yang berbeda yang disebut KGB komunis gaya Baru,” kata Nonop.

Dia pun mengajak para tokoh bangsa yang memiliki kepedulian untuk segera melakukan konsolidasi. Karena, menurut dia, situasi nasional semakin tidak menentu. Penyatuan persepsi, kata dia, sangat penting agar sejarah kelam bangsa tidak terulang kembali.

“Keputusan panglima TNI yang membolehkan anak cucu PKI masuk anggota TNI sangat meresahkan masyarakat dan semakin menambah kecurigaan bahwa PKI bangkit menguasai seluruh sektor struktur negara,” kata Nonop.

Nonop juga mengaku kecewa dan menyayangkan pernyataan Panglima TNI Andika Perkasa yang mengizinkan keturunan PKI menjadi prajurit TNI. Menurut dia, Panglima Andika Perkasa seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga Pancasila dan UUD 1945 dari berbagai bentuk potensi ancaman dan gangguan.

“Jangan seolah memberi peluang terhadap kelompok yang nyata-nyata ingin merubah ideologi Pancasila. Kami mengimbau jangan sekali-kali mencoba membuka luka dan sejarah kelam kembali,” jelas dia.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Praktik Ilegal Jual Beli Titik SPPG, BGN Koordinasi Dengan Polri Diperkuat
Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik
“Color Me Confident” Jadi Ruang Eksplorasi Fashion dan Beauty di ARTOTEL Harmoni Jakarta
Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan
Reses Oktavianus Bu’ulolo ke-V, Aspirasi Didominasi Peningkatan Infrastruktur Dan Air Bersih
Ketika Otoritarianisme Berkostum Hukum
Jelang Puncak Ibadah Haji, Kepala BPKN Imbau Seluruh Jamaah Haji Indonesia Jaga Kondisi Fisik
Jakarta 22 Satukan Komunitas Kreatif Sambut Jakarta 500 Tahun
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 14:29 WIB

Praktik Ilegal Jual Beli Titik SPPG, BGN Koordinasi Dengan Polri Diperkuat

Senin, 25 Mei 2026 - 12:21 WIB

Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik

Senin, 25 Mei 2026 - 11:34 WIB

“Color Me Confident” Jadi Ruang Eksplorasi Fashion dan Beauty di ARTOTEL Harmoni Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:48 WIB

Rapat Pleno Terkesan Buram, Kredibilitas Ketum AMPG Dipertanyakan

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:54 WIB

Reses Oktavianus Bu’ulolo ke-V, Aspirasi Didominasi Peningkatan Infrastruktur Dan Air Bersih

Berita Terbaru

Anies Baswedan (Foto: Ist)

Daerah

Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik

Senin, 25 Mei 2026 - 12:21 WIB