Pasca Prabowo Dilantik, Pengamat Ini Prediksi Golkar Bakal Balik Badan Tinggalkan Jokowi

- Editor

Sabtu, 7 September 2024 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Mahkamah Partai Golkar (Foto: dok. Mediakarya)

Gedung Mahkamah Partai Golkar (Foto: dok. Mediakarya)

JAKARTA, Mediakarya – Pengamat politik Universitas Al Azhar Ujang Komarudin menilai pasca pelantikan Presiden Prabowo Subianto, pada 20 Oktober mendatang, konstelasi politik khususnya di internal Partai Golkar akan berubah.

“Jika kemarin setia karena Jokowi masih menjadi presiden. Tapi setelah 20 Oktober jam 10 ketika Pak Prabowo sudah dilantik saya rasa akan berbalik arah,” ujar Ujang Komarudin seperti dilansir dari akun https://www.tiktok.com/t/ZS2fYg6q5/, sebagaimana dikutip oleh Mediakarya.id, Sabtu (7/9/2024).

Ujang mengungkapkan, berdasarkan sejarah pergantian pucuk kepemimpinan di tubuh Golkar, untuk menjadi Ketum partai berlambang pohon beringin itu harus melalui beberapa syarat. Yang pertama harus punya posisi (jabatan) strategis, baik itu jabatan menteri maupun DPR.

“Maka siapapun yang menjabat sebagai ketum golkar, pertama harus menduduki jabatan strategis. Seperti sekarang Bahlil menteri, dan Airlangga juga menjabat sebagai menteri dan ketum sebelumnya Novanto sebagai ketua DPR RI. Nah yang kedua paling harus ada izin dan restu dari presiden yang sedang berkuasa,” kata Ujang.

Baca Juga:  GNK Sebut Kasus Hukum Fahd Arafiq Tamparan Keras bagi DPP Golkar

Jadi, kata Ujang, siapapun yang menjadi ketua umum Golkar, maka harus bersinergi dengan presiden (pemerintah).

“Makanya, mohon maaf, dengan mudahnya golkar dikudeta jika ada keinginan dari kekuasaan. Oleh karenanya dalam kudeta golkar kemarin tidak ada yang melawan. Karena golkar sahamnya pemerintah,” ungkap Ujang.

Ujang pun meyakini, begitu Jokowi sudah selesai dan mengakhiri masa jabatannya maka Ketum Golkar terpilih bakal balik badan dari Jokowi dan memilih kerja sama dengan pemerintahan yang baru.

“Saya meyakini jika Jokowi sudah selesai dan tidak punya jabatan maka Bahlil bakal lebih memilih bekerjasama dengan Pak Prabowo,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dinilai Politisi Prematur, Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq Maju Ketua Golkar Kota Bekasi Dipertanyakan
Pasca Suami Dicokok KPK, Posisi Ranny Fahd Arafiq di Panggung Politik Melemah
Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum
Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar
Jadikan Ruang Terbuka Hijau, Pol PP Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Puncak
Fahd Dicokok KPK, Loyalis Ranny Fahd Arafiq Galang Dukungan MajuĀ  pada Musda Golkar Kota Bekasi
Bupati Bolmut Sulawesi Utara Kena Ciduk OTT KPK

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 16:53 WIB

Dinilai Politisi Prematur, Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq Maju Ketua Golkar Kota Bekasi Dipertanyakan

Kamis, 24 September 2026 - 15:31 WIB

Pasca Suami Dicokok KPK, Posisi Ranny Fahd Arafiq di Panggung Politik Melemah

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Rabu, 23 September 2026 - 12:38 WIB

Diduga Belum Ada Pelunasan, Pengalihan Saham Pendiri PT ACT Group Berujung Proses Hukum

Rabu, 23 September 2026 - 07:50 WIB

Kritik Dijawab dengan Makian: Cermin Psikologi Kekuasaan yang Tak Sanggup Mendengar

Berita Terbaru