PDIP Bantah Pertemuan Megawati dan Prabowo Gunakan Fasilitas Negara

- Editor

Selasa, 23 November 2021 - 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) membantah tudingan pernyataan eks Juru Bicara Presiden era pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Andi Mallarangeng, soal pertemuan Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo Subianto yang menggunakan fasilitas negara sebagai pertemuan partai.

“Pertemuan Ibu Megawati dengan Prabowo hanyalah sebuah kebetulan belaka saat seremoni pelantikan Panglima TNI,” kata politikus PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus dalam keterangannya, Senn (22/22/2021).

Menurut dia, sebagai seorang intelektual seharusnya Alfian Malarangeng tidak membuat pandangan seolah-olah kedua tokoh itu memakai ruang istana untuk kepentingan partai.

Pertemuan spontan itu, kata dia, sifatnya adalah sebuah silaturahmi dan merupakan hal yang wajar saja ketika memanfaatkan waktu untuk sekadar saling menyapa.

Sebagai tokoh politik nasional, menurut dia, hal yang lumrah saja bagi Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto membicarakan kondisi politik dan kebangsaan terkini.

Apalagi, keduanya sama-sama intens terlibat belakangan ini terkait dengan Universitas Pertahanan meski sebelumnya hanya melalui aplikasi Zoom meeting.

“Jadi, saya kira wajar saja sebagai orang timur menyempatkan diri untuk bersilaturahmi saat bertemu muka. Kedua tokoh ini orang yang mengerti adab yang baik layaknya orang timur,” ujar Deddy seperti dikutip dari Antara.

Deddy Yevri Sitorus merasa khawatir akibat yang bisa timbul di tengah masyarakat karena prasangka tersebut.

Baca Juga:  Prabowo Didampingi Hashim Sambut Kedatangan Wiranto di Hambalang

Ia menilai Andi Alfian Mallarangeng harus memberikan klarifikasinya.

“Bayangkan Bu Mega dan Pak Prabowo itu seperti saat Anda menghadiri pesta, lalu bertemu orang yang Anda kenal dan hormati, otomatis nyari tempat buat ngobrol ‘kan? Tempat pertemuan juga bukan ruang rahasia,” katanya.

Di ruang pertemuan itu, kata dia, juga ada petugas istana yang hilir mudik melayani. Jadi, dia menilai apa yang disampaikan Andi Mallarangeng sebagai hal gegabah dan tidak etis.

Sebelumnya, Andi Mallarangeng mengatakan, saat SBY menjabat sebagai kepala negara, tidak pernah menggelar pertemuan partai politik di Istana Negara ataupun Istana Merdeka.

“Kalau di zaman Pak SBY, kegiatan politik kepartaian biasanya dilakukan di Cikeas,” kata Andi pekan lalu (18/11/2021).

Hal itu disampaikan Andi untuk menanggapi adanya pertemuan dengan agenda politik antara Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani di Istana Negara, Rabu (17/11/2021).

Andi mengaku heran pertemuan yang mengagendakan politik itu bisa terjadi di Istana Negara, tanpa ada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Bagaimana mungkin ada orang-orang yang bukan presiden menjabat, melakukan pertemuan politik kepartaian di Istana Presiden. Presiden saja tidak pantas melakukannya. Apakah sudah mendapat izin Presiden?” kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat itu. (dji)

 

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pengamat: Pembenahan Struktur Polri Hal Wajar, Harus Diasumsikan Positif
IPW Nilai Kapolri Suyudi Ario Seto Lakukan Pembersihan Lingkar Listyo Sigit
Islah Bahrawi Soroti Dugaan Money Politics di Muktamar NU dan Peran AHWA
Prof Siti Zuhro Usul Sekda Jadi Pj Kepala Daerah Jelang Pemilu Lokal 2031
Dari Anwar Usman Hingga Rocky Gerung, ETOS: Negara Ini Banyak Pelacur Politik
Pecah Kongsi Prabowo-Jokowi? Reshuffle Ketujuh Geser Geng Solo dari Pos Strategis
Agus Wahid: Reshuffle Prabowo Paradoks, Copot Purbaya hingga Mutasi Sigit dan Dudung
Pengamat Sebut Reshuffle Ala Ketapel, Sarat Akomodasi Politik

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Pengamat: Pembenahan Struktur Polri Hal Wajar, Harus Diasumsikan Positif

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:51 WIB

IPW Nilai Kapolri Suyudi Ario Seto Lakukan Pembersihan Lingkar Listyo Sigit

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Islah Bahrawi Soroti Dugaan Money Politics di Muktamar NU dan Peran AHWA

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Prof Siti Zuhro Usul Sekda Jadi Pj Kepala Daerah Jelang Pemilu Lokal 2031

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Dari Anwar Usman Hingga Rocky Gerung, ETOS: Negara Ini Banyak Pelacur Politik

Berita Terbaru