Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

- Editor

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, Mediakarya – Pakar komunikasi politik dan kebijakan publik Dr. Adi Suparto menilai kekuasaan yang sehat bekerja layaknya sebuah orkestra, di mana pemimpin bertindak sebagai dirigen yang mengharmoniskan bunyi. Namun, narsisisme birokrasi di era digital telah melahirkan dirigen-dirigen palsu yang ingin memainkan semua alat musik sendirian demi sorot lampu panggung.

Menurut Adi, saat seorang kepala daerah atau pejabat publik sibuk beratraksi menjadi one-man show, mendadak mengambil alih peluit polisi di lapangan, memonopoli meja humas, hingga mengetuk palu inspektorat, di saat itulah institusi yang dipimpinnya sedang mengalami pengkerdilan massal.

Adi mengungkapkan, ketika panggung media sosial dinilai lebih sakral ketimbang substansi kerja nyata, kepemimpinan sebenarnya tidak sedang melayani rakyat, melainkan sedang memuaskan ego narsistik sang penguasa.

“Layar gawai kita hari ini sesak oleh tontonan heroisme birokrasi yang artifisial. Kita disuguhi narasi pemimpin yang saban hari gemar memamerkan aksi memporak-porandakan tambang ilegal. Sebuah tindakan yang tentu layak mendapat acungan jempol dan riuh tepuk tangan netizen,”ungkap Adi saat diwawancarai Mediakarya, menanggapi gaya kepemimpinan kepala daerah yang kerap narsis di medsos, Selasa (28/7/2026).

Namun, di balik riuhnya konten penegakan hukum itu, lanjut Adi, sebuah ironi besar kerap menganga kala izin tambang yang sama diam-diam diurus kembali untuk diserahkan ke lingkar kerabat. “Inilah wajah narsisisme birokrasi modern: ketika hukum dan wewenang negara dimodifikasi menjadi konten pencitraan demi menutupi syahwat pemburu rente dan nepotisme gaya baru,” ujar dia..

Baca Juga:  Bawaslu Kota Serang Temukan Dua ASN Terindikasi Langgar Netralitas

Adi menilai, bahwa jurnalisme yang sehat tidak bekerja atas dasar sentimen suka atau tidak suka, melainkan berpijak pada independensi, verifikasi berlapis, dan kebenaran objektif.

“Ketika pers membongkar borok di balik layar gawai tersebut, pers sedang tidak menyerang personal, melainkan sedang menyelamatkan institusi negara dari pembusukan internal,” ungkapnya.

Sebab, negara ini tidak akan runtuh karena kritikus yang berisik, melainkan karena keroposnya integritas para penyelenggara negara yang mabuk oleh popularitas buatan.

Namun, narsisisme birokrasi dan kamuflase heroisme digital ini bukanlah fenomena baru yang unik di ruang publik kita. Sejarah politik global dan manajemen modern telah berkali-kali mencatat pola yang sama, lengkap dengan akhir cerita yang seragam: kerontokan yang tragis.

“Bagaimana sejarah mencatat kejatuhan para pemimpin populis yang terlalu mendewakan panggung kosmetik digital namun abai pada keroposnya sistem internal? Dan ke mana ujung dari akhir pelarian menara pasir popularitas ini,” tutup Adi.  (fal)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu
Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli
Sudaryono Bersih Bersih BGN Ratusan Pegawai Dipecat
Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis
Tantangan Pengembangan TOD, Butuh Biaya Besar
Pembangunan TOD, AHY; Saya Titip Kepada Pemkot Bekasi Agar Sesuai Peruntukannya
Naniek Sudaryati Deyang Mudur dari Kepala BGN
‎FAKTA Indonesia Siapkan Gugatan Hukum Agar Cukai MBDK Segera Diterapkan

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:13 WIB

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Senin, 27 Juli 2026 - 19:01 WIB

Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli

Senin, 27 Juli 2026 - 15:22 WIB

Sudaryono Bersih Bersih BGN Ratusan Pegawai Dipecat

Senin, 27 Juli 2026 - 08:48 WIB

Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:22 WIB

Tantangan Pengembangan TOD, Butuh Biaya Besar

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB

Opini

Nasionalisme Bung Karno: Perspektif Sosiologi Politik

Selasa, 28 Jul 2026 - 11:42 WIB

Rapat Pleno yang dipimpin langsung oleh Mohammad Ali, selaku Dewan Pendiri sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjen) Aptaksindo

Ekonomi & Bisnis

Husein Salim Resmi Jabat Ketum PAW BPN Aptaksindo

Selasa, 28 Jul 2026 - 08:47 WIB