Pernyataan Pemkot Lhokseumawe Yang Plin-Plan, Membuat Masyarakat Kurang Percaya Covid-19

- Editor

Minggu, 5 September 2021 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Muhammad Raja

Penerapan PPKM Level 4 oleh pemerintah kota lhokseumawe yang beberapa hari terakhir, membuat opini publik jadi gaduh dan membingungkan masyarakat kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap wabah Covid-19 sepertinya sudah mulai goyah. Sehingga kebijakan tersebut menjadi pembicangan hangat di masyarakat dan meragukan kebenaran wabah tersebut.

Hal itu terjadi akibat aturan yang di keluarkan oleh Pemerintah Kota lhokseumawe terkait penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM Level-4) yang dinilai plin-plan. Sehingga publik menilai bahwa wabah Covid-19 merupakan hal yang diada-adakan.

Sebelumnya Pemerintah Kota Lhokseumawe bersama Stakeholder. Di informasikan sempat mempersiapkan rancangan Posko penyekatan masyarakat.

Saat itu, Kepala Bagian (Kabag) Humas Setdako Lhokseumawe, Marzuki mengatakan. berdasarkan hasil rapat Kordinasi Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Lhokseumawe pada Jum’at Sore (27/08/21) yang berlangsung di Kantor Walikota, telah di putuskan bahwa akan membentuk beberapa Posko Penyekatan atau pembatasan kegiatan masyarakat

“Posko Penyekatan tersebut bertujuan untuk mengawasi aktifitas Masyarakat, terlebih bagi Masyarakat yang akan masuk ke Kota Lhokseumawe.” Sebut Marzuki sebagaimana dilansir dari RRI Lhokseumawe, Sabtu, (28/08/21) lalu.

Kemudian, pada hari pertama penerapan PPKM Level-4 sempat terjadi kericuhan membuat situasi lalu lintas macet. Bahkan, seorang pengguna mobil pribadi sempat berani membentak petugas sehingga terjadi adu mulut di jembatan memasuki Kota Lhokseumawe.

Kericuhan tersebut menjadi tontonan warga yang melintas dan sempat viral di media ssosial.

Hari berikutnya, para mahasiswa Universitas Malikussaleh juga mulai bersuara, dan menuding pemberlakuan status PPKM level 4 di Kota Lhokseumawe merupakan kebijakan yang keliru.

Karena dinilai mengangkangi instruksi yang telah ditetapkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan kinerja pemerintah yang tidak transparan, mahasiswa Unimal menyatakan menolak penerapan PPKM level 4 di Kota Lhokseumawe.

Baca Juga:  Wali Kota Sukabumi Lantik 12 Pejabat Eselon II dan 9 Fungsional, Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Responsif

Hal itu seperti diungkapkan Presiden mahasiswa Unimal, Risky RM dalam konfrensi pers yang digelar di jalan Pase, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, terkait kesepakatan para mahasiswa menolak pemberlakuan status PPKM level 4 di Kota Lhokseumawe, Selasa, 31 Agustus 2021.

Sementatara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Lhokseumawe, T Adnan membantah telah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah tersebut.

“Tidak demikian, tidak ada cerita level 4, tidak ada kita bicarakan level 4,” kata Sekda saat diwawancarai wartawan soal penerapan PPKM level 4 di Lhokseumawe, Sabtu (4/8).

Lanjut T Adnan, bahkan dirinya menyebutkan hal itu disebabkan karena salah cetak spanduk. dan sejak kemarin hingga hari ini spanduk bertuliskan level 4 itu sudah mulai diturunkan.

“Mungkin spanduk salah cetak, kemarin atau hari ini sudah diturunkan. Salah cetak spanduk aja,” ujarnya.

Kembali T Adnan menegaskan, di Lhokseumawe tidak ada cerita penerapan level 4, yang ada hanya zona merah atau resiko tinggi. Penyekatan dilakukan bukan karena level empat, hanya mengimbau kepada masyarakat yang masuk ke Lhokseumawe agar melakukan vaksin.

“Kita zona merah jadi harus hati-hati, tidak boleh anggap remeh. Makanya pemerintah terus melakukan upaya agar masyarakat antusias melakukan vaksin, untuk mengurangi resiko tinggi, namun kita masih di level 3,” ungkapnya.

Berbagai narasi di atas menunjukkan betapa plin-planya pernyataan Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Akibatnya menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Sehingga masyarakat kota Lhokseumawe dan Aceh Utara beropini bahwa wabah Covid-19 ini adalah program proyek untuk menghabiskan uang negara semata.

Penulis: Warga Aceh Utara Peduli Covid-19

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jalan Remuk Para Pemimpin, Wujud Demokrasi yang Berakar di Konstitusi
Jumat Berkah di Tol BSD, Bripka Taufan Bagikan Nasi Kotak kepada Sopir
Hasut Warga Pakai Toa Masjid, Tokoh Masyarakat Dilaporkan Ke Polisi
KDM Tegur Camat Coblong di Depan Publik, Rohimat Joker: Kurang Etis dan Tidak Berikan Ruang Penjelasan
Kompak Teriakkan “Lanjutkan”, Ratusan Warga Cijengkol Antar H.A. Saepuloh Daftar Calon Kades
Usai Insiden Kecelakaan Di Jalan Raya Narogong, Kapolres Kunjungi TPST Bantargebang
Ketua KORMI Nias Selatan Mengapresiasi Pemerintah Daerah Atas Gerak Cepat Pengajuan Dana Hibah T.A 2027
Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Jalan Remuk Para Pemimpin, Wujud Demokrasi yang Berakar di Konstitusi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Jumat Berkah di Tol BSD, Bripka Taufan Bagikan Nasi Kotak kepada Sopir

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Hasut Warga Pakai Toa Masjid, Tokoh Masyarakat Dilaporkan Ke Polisi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:05 WIB

KDM Tegur Camat Coblong di Depan Publik, Rohimat Joker: Kurang Etis dan Tidak Berikan Ruang Penjelasan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Kompak Teriakkan “Lanjutkan”, Ratusan Warga Cijengkol Antar H.A. Saepuloh Daftar Calon Kades

Berita Terbaru