Pers Indonesia Hadapi Tantangan Era Algoritma, FPRMI Dorong Independensi Jurnalistik

- Editor

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Pengurus Pusat FPRMI Bernadus Wilson Lumi memberikan simbolis tumpeng kepada Anggota DPD RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Syauqi Soeratno pada Gala Dinner Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 FPRMI di Yogyakarta.

Ketua Umum Pengurus Pusat FPRMI Bernadus Wilson Lumi memberikan simbolis tumpeng kepada Anggota DPD RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Syauqi Soeratno pada Gala Dinner Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 FPRMI di Yogyakarta.

YOGYAKARTA, Mediakarya – Pers Indonesia menghadapi tantangan besar di era algoritma media sosial yang mengubah cara masyarakat mengakses dan mengonsumsi informasi. Di tengah disrupsi digital tersebut, media massa dituntut tetap menjaga independensi, akurasi, dan kualitas jurnalistik sebagai pilar keempat demokrasi.

Hal itu mengemuka dalam Gala Dinner Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) yang digelar di Gedung DPD RI Yogyakarta, Jumat (17/7/2026).

Anggota DPD RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Syauqi Soeratno, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah lanskap media secara signifikan. Jika sebelumnya informasi didominasi televisi, radio, dan surat kabar, kini media sosial memungkinkan setiap orang menjadi penyebar informasi, meski tidak semuanya memahami kaidah jurnalistik dan kode etik.

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan tantangan baru karena masyarakat kerap membentuk opini hanya berdasarkan judul berita tanpa membaca isi secara utuh.

“Pers harus mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan independensi dan tanggung jawabnya dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Dewan Pers Yogi Hadi Ismanto, Ketua Umum Pengurus Pusat FPRMI Bernadus Wilson Lumi, serta jajaran pengurus FPRMI dari berbagai provinsi. Forum itu menjadi ruang diskusi mengenai masa depan jurnalisme Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Baca Juga:  KPU Coret Empat Parpol di Mukomuko

Syauqi menyoroti besarnya pengaruh algoritma media sosial terhadap perilaku masyarakat dalam mengakses informasi. Menurutnya, perhatian pengguna kini semakin singkat sehingga media harus mampu menyampaikan pesan yang menarik tanpa mengorbankan kualitas informasi.

Ia menjelaskan, ketika seseorang berhenti selama beberapa detik pada sebuah konten, algoritma akan membaca ketertarikan tersebut dan terus merekomendasikan konten serupa. Fenomena ini membuat media harus semakin kreatif dalam menyajikan informasi, sekaligus tetap mengedepankan akurasi dan verifikasi.

Di tengah persaingan informasi yang semakin cepat, Syauqi menegaskan pers harus tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai penyedia informasi yang kredibel, independen, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, media juga memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami berbagai isu nasional maupun global melalui pemberitaan yang berimbang dan berbasis fakta.

Melalui peringatan HUT ke-3 FPRMI, ia berharap insan pers terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik.

Forum tersebut juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antar-pimpinan redaksi dalam mendorong lahirnya ekosistem media yang sehat, profesional, dan mampu menjawab tantangan era digital. (hab)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

NCW Bongkar 4 Modus Sunat Dana KIP-Kuliah: Tahan ATM Mahasiswa hingga Jual-Beli Kuota Jutaan Rupiah
Pakar Komunikasi Sebut Aksi Mahasiswa di Dua Tahun Prabowo-Gibran Bukan Penolakan, Tapi Peta Jalan Pemerintahan
PDIP Tolak Keras Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat KDMP
Refleksi 62 Tahun Golkar, Adi Yunansyah: Momentum Kembalikan Doktrin Kekaryaan
Yunarto Wijaya Bongkar Manuver Prabowo Copot Orang Dekat Jokowi, Permainan Cantik Itu Karena Kecanggihan Sang Operator
Soal UU Pemilu Wajib Diusung 2 Partai DPR, Saiful Mujani Prediksi Hanya 3 Pasangan Capres, Prabowo-Puan vs AHY-Anies Menguat
Dua Tahun Prabowo-Gibran, BEM Nusantara DKI Jakarta Desak Evaluasi Total: Jangan Cuma Bangun Narasi Keberhasilan
Islah Bahrawi Skakmat Tudingan Jokowi Soal Operasi Intelijen Diskreditkan Gibran, Kebiasaan Lama Tutupi Kejahatan

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:13 WIB

NCW Bongkar 4 Modus Sunat Dana KIP-Kuliah: Tahan ATM Mahasiswa hingga Jual-Beli Kuota Jutaan Rupiah

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:15 WIB

PDIP Tolak Keras Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat KDMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Refleksi 62 Tahun Golkar, Adi Yunansyah: Momentum Kembalikan Doktrin Kekaryaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Yunarto Wijaya Bongkar Manuver Prabowo Copot Orang Dekat Jokowi, Permainan Cantik Itu Karena Kecanggihan Sang Operator

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Soal UU Pemilu Wajib Diusung 2 Partai DPR, Saiful Mujani Prediksi Hanya 3 Pasangan Capres, Prabowo-Puan vs AHY-Anies Menguat

Berita Terbaru

Opini

Di Bawah Payung Ortodoksi Ekonomi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 14:03 WIB