Beranda / Daerah / Pesenam Cilik Asal Sukabumi Raih Perak di Kejurnas Gymnastic Jakarta Open 2025

Pesenam Cilik Asal Sukabumi Raih Perak di Kejurnas Gymnastic Jakarta Open 2025

JAKARTA, Sukabumi — Prestasi membanggakan ditorehkan oleh atlet muda asal Kabupaten Sukabumi, Dewi Nurfajriah, yang sukses meraih medali perak dalam nomor balok keseimbangan (beam) pada ajang Kejuaraan Nasional Gymnastic Jakarta Open 2025, yang digelar di Gedung Senam Raden Inten, Jakarta Timur, Minggu (22/6).

Kejuaraan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-498 DKI Jakarta dan diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta. Tercatat 342 atlet dari 52 klub mewakili 10 provinsi turut ambil bagian, memperlihatkan semangat kompetitif dari seluruh penjuru Indonesia. Cabang yang dipertandingkan meliputi senam artistik putra dan putri, senam ritmik, serta senam aerobik.

Dewi, yang kini menimba ilmu di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jawa Barat, tampil gemilang dan berhasil finis di posisi kedua, hanya kalah dari rekan satu provinsinya, Nabila, yang meraih emas. Sementara atlet DKI Jakarta harus puas dengan medali perunggu.

Ketua Pengcab Persani Kabupaten Sukabumi, Cucu Haryati, membenarkan prestasi yang diraih Dewi. “Benar, Dewi berhasil meraih medali perak di Kejuaraan Jakarta Open 2025. Saat ini ia masih berada di Jakarta dan merupakan salah satu talenta muda berbakat. Dewi masih duduk di bangku SMA dan tergabung bersama PPLP Jabar,” ujarnya.

Prestasi Dewi juga mendapat apresiasi dari Ketua KONI Kabupaten Sukabumi, Sirojudin, yang menilai pencapaian ini sebagai langkah positif dalam persiapan menuju ajang yang lebih besar.

“Saya secara pribadi dan organisasi sangat bangga. Usianya masih muda, dan ini menjadi modal berharga untuk berlaga di babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat. Harapannya, Dewi bisa lolos dan meraih medali emas di Porprov XV Jawa Barat 2026,” ungkap Sirojudin.

Ia pun mendorong Dewi dan atlet senam lainnya untuk tidak cepat puas, terus berlatih, dan meningkatkan kemampuannya. Menurutnya, cabang olahraga senam memerlukan pembinaan sejak dini karena banyaknya nomor yang dipertandingkan dan kompleksitas teknik yang tinggi.

“Kejuaraan seperti ini harus mampu memberi dampak luas bagi pembinaan prestasi olahraga daerah, penguatan karakter atlet muda, serta pembangunan mental juara yang tangguh dan kompetitif,” pungkasnya. (eka)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *