Polemik Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Menguji Integritas Pemerintahan Prabowo

- Editor

Minggu, 12 Oktober 2025 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yusuf Blegur, Direktur eksekutif IPPS Indonesia (Foto:  dok. Mediakarya)

Yusuf Blegur, Direktur eksekutif IPPS Indonesia (Foto: dok. Mediakarya)

JAKARTA, Mediakarya –  Pengungkapan kasus ijazah Jokowi dinilai merupakan trigger dari apa yang dianggap menjadi awal mula penyalahgunaan kekuasaan selama kepemimpinannya berlangsung mulai dari jabatan walikota, gubernur hingga presiden.

Analis Institute for Public Policy Studies (IPPS) Indonesia, Yusuf Blegur menilai pengungkapan kasus ijazah Jokowi dapat membuka kotak pandora dari polemik legalitas dan legitamasi kekuasaannya selama lebih dari 2 dekade yang menyimpan juga pro kontra asli atau palsu ijazah Jokowi.

Menariknya, pembuktian terhadap gugatan ijazah palsu Jokowi semakin menguat saat Jokowi tidak lagi memangku jabatan presiden utamanya.

“Dalam konteks legalitas dan legitimasi Jokowi sebagai pejabat publik sudah tidak relevan lagi, karena Jokowi tidak sedang memangku jabatan publik,” ujar Yusuf kepada Mediakarya di Jakarta, Ahad (12/10/2025).

Namun, jika isu ijazah Jokowi palsu terbukti, maka pertanggunganjawabnya bisa dilakukan dengan langkah hukum.

Menjadi tidak sesederhana itu dalam mengambil langkah hukum terkait ijazah pasu Jokowi, karena proses penggunaan ijazah Jokowi sebagai persyaratan mengikuti kontestasi pemilihan jabatan publik tersebut melibatkan peran serta banyak pihak baik secara personal maupun institusi pemerintahan.

Ijazah Jokowi lolos verifikasi dan validasi hingga memenuhi persyaratan pencalonan pejabat publik, merupakan desain dan strategi yang konspiratif bahkan bisa dibilang manipulatif. Ada keterlibatan UGM, partai politik, KPU pusat dan daerah, serta MK yang sering menangani perkara perselisihan atau sengketa pemilu yang melibatkan Jokowi sebagai capres.

Baca Juga:  Polisi: Pemuda Gabung Kelompok Bersenjata Terkait Lapangan Pekerjaan

“Dalam hal ini, termasuk intelejen negara bukannya tidak berfungsi karena lemah, akan tetapi kami menilai bahwa badan intelelejen dan aparaturnya juga telah menjadi bagian dari orkestrasi grand desain kekuasaan baik dari oligarki partai poltik mau pun oligarki korporasi serta kepentingan asing, yang menyiapkan Jokowi menjadi pemimpin mulai dari wali kota, gubernur hingga presiden,” beber Yusuf.

Persoalannya, bisakah Jokowi diadili dengan menggunakan pendekatan hukum dan politis atas semua distorsi kekuasaan pada umumnya maupun soal ijazah palsu khususnya. Semua yang terlibat langsung dan tidak langsung juga layak diminta untuk pertanggunganjawab di mata hukum.

“Jawabannya sederhana, harus ada “good will” dan “political will” dari presiden Prabowo Subianto jika memang pemerintahannya berorientasi pada negara kesejahteraan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip kepemimpinan yang bersih, transparan dan penegakan hukum tanpa pandang bulu serta upaya mengutamakan kejujuran, kebenaran keadilan dalam hidup berbangsa dan bernegara,” tutup Yusuf. (Hb)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Syarat Domisili dan Satu Periode Kepengurusan Jadi Sorotan, Ranny Fahd Arafiq Terancam Tak Lolos Bursa Ketua Golkar Kota Bekasi
IPPS: Tepuk Tangan Kader PAN untuk Prabowo Sebut ‘Pakar Goblok’ Jadi Bumerang di Mata Anak Muda
Kabar Duka, Politiso PDIP dan Seniman Besar Guruh Soekarnoputra Tutup Usia
Desak Trah Soeharto Selamatkan Golkar, GNK: Jika Dibiarkan Bisa Jadi Partai Gurem Seperti PPP
Heboh Apartemen Mewah di Dalam Lapas Cibinong, LPKAN: Ini Bisnis Oknum Petugas!
DPP Golkar Dinilai Kebobolan, Jabatan Strategis Diisi Mantan Residivis Korupsi
Denny Indrayana Ungkap Bawaslu Dihalangi Akses Dokumen Gibran, Hanya Bermodal Surat Keterangan Kemendikbud
Persoalan Tanah Sejak 2017, G Nyoman Tio Rae Tempuh Jalur Hukum ke Mabes Polri

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 15:44 WIB

Syarat Domisili dan Satu Periode Kepengurusan Jadi Sorotan, Ranny Fahd Arafiq Terancam Tak Lolos Bursa Ketua Golkar Kota Bekasi

Sabtu, 26 September 2026 - 17:24 WIB

IPPS: Tepuk Tangan Kader PAN untuk Prabowo Sebut ‘Pakar Goblok’ Jadi Bumerang di Mata Anak Muda

Sabtu, 26 September 2026 - 08:45 WIB

Kabar Duka, Politiso PDIP dan Seniman Besar Guruh Soekarnoputra Tutup Usia

Sabtu, 26 September 2026 - 08:03 WIB

Desak Trah Soeharto Selamatkan Golkar, GNK: Jika Dibiarkan Bisa Jadi Partai Gurem Seperti PPP

Jumat, 25 September 2026 - 11:20 WIB

Heboh Apartemen Mewah di Dalam Lapas Cibinong, LPKAN: Ini Bisnis Oknum Petugas!

Berita Terbaru