Prof. Didik Soroti Pentingnya Perspektif Diversifikasi Gender dalam Kepemimpinan

- Editor

Rabu, 4 Desember 2024 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini menyoroti pentingnya perspektif diversifikasi gender dalam kepemimpinan.

Hal tersebut diungkapkan Prof. Didik saat webinar Series Program Kepemimpinan Profetik 2024, The Lead Institute Universitas Paramadina, Yayasan MaHa Indonesia, dan Pratita Foundation menggelar diskusi bertema “Perempuan dan Kepemimpinan” pada Senin (2/12/2024

“Realitas dunia ini diisi oleh laki-laki dan perempuan. Jika hanya perspektif laki-laki yang dominan, perempuan akan teralienasi. Hal ini berbahaya bagi tatanan sosial,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam kepemimpinan, terutama dalam meningkatkan kinerja organisasi dan keberhasilan pendidikan generasi mendatang.

Namun, Prof. Didik juga menggarisbawahi hambatan yang sering dialami perempuan, seperti diskriminasi gender dan beban ganda dalam kehidupan sehari-hari.

Dr. Suratno Muchoeri, Ketua The Lead Institute, menekankan bahwa keadilan gender adalah perjuangan panjang yang terus berlanjut. Ia menguraikan empat aspek untuk mengukur kesetaraan gender: akses perempuan terhadap sumber daya, partisipasi dalam kepemimpinan, kontrol terhadap kekuasaan, dan kemanfaatan sosial. Meski kemajuan telah dicapai, masih terdapat tantangan berupa stereotip negatif dan keterbatasan kebebasan perempuan dalam masyarakat.

Baca Juga:  Keseriusan Pemerintah Stabilkan Harga Migor Dipertanyakan

Dr. Phill. Dewi Chandraningrum yang merupakan Aktivis Perempuan dan Editor Buku Seri Ekofeminisme menyoroti peran perempuan dalam pengelolaan keluarga dan hubungannya dengan tanggung jawab negara.

“Jika ada anak yang stunting, biasanya ibu yang disalahkan, padahal itu tanggung jawab negara. Negara wajib mensejahterakan masyarakatnya,” tegasnya. Ia juga memaparkan hasil survei ILO yang menunjukkan kesadaran gender di kalangan pekerja laki-laki masih rendah.

Renata Bulan Siagian, Konsul Jenderal RI di Hamburg berbagi pengalaman sebagai diplomat perempuan. “Saat awal masuk Kemlu, jumlah perempuan sangat minim. Namun, kini penerimaan diplomat sudah berimbang, meski kepemimpinan perempuan di Kemlu masih terbatas,” ungkapnya. Ia juga membahas peran diaspora Indonesia di Hamburg, yang terus berkembang dalam pendidikan dan pekerjaan.

Donna Louisa Latif, Pengusaha dan Alumni PGSI Universitas Paramadina berbagi strategi kepemimpinan yang kolaboratif dengan laki-laki. “Perempuan perlu membangun kerja sama tanpa membuat laki-laki merasa terlampaui. Ini memang tidak mudah, tetapi penting untuk keberhasilan tim,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Camat Onolalu Pimpin Upacara dan Dialog Interaktif di SMPN 2 Onolalu
Seorang Warga Nyaris Tewas Banjir Bandang di Fanayama
Ahmad Sahroni: DPR Berantas Korupsi Pasti, tapi Jangan Sewenang-wenang!
IPW Bersama Sejumlah Advokat Ajukan Permohonan Pihak Terkait dalam Pengujian Formil UU Polri di MK
Ketua Komisi III DPR RI: RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Kekuasaan
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemkot Bekasi Belum Tetapkan PJJ
Soroti Tindakan Oknum Advokat di Brebes, Habib Syakur Berikan Pendapatnya
AHY Cup 2026: Paja One Juara, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 11:36 WIB

Camat Onolalu Pimpin Upacara dan Dialog Interaktif di SMPN 2 Onolalu

Selasa, 8 September 2026 - 08:10 WIB

Seorang Warga Nyaris Tewas Banjir Bandang di Fanayama

Selasa, 8 September 2026 - 06:01 WIB

Ahmad Sahroni: DPR Berantas Korupsi Pasti, tapi Jangan Sewenang-wenang!

Selasa, 8 September 2026 - 05:41 WIB

Ketua Komisi III DPR RI: RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Kekuasaan

Senin, 7 September 2026 - 10:26 WIB

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemkot Bekasi Belum Tetapkan PJJ

Berita Terbaru

Peluncuran Buku Islam Ala Prabowo (Ist)

Opini

Islam Ala Prabowo atau Prabowo Seolah-Olah Islam?

Selasa, 8 Sep 2026 - 08:40 WIB

Headline

Seorang Warga Nyaris Tewas Banjir Bandang di Fanayama

Selasa, 8 Sep 2026 - 08:10 WIB