Progress Indonesia Dukung Plt Sekretaris DPRD Kota Bekasi Laporkan Pelaku Pengrusakan Fasilitas Pemerintah Daerah

- Penulis

Senin, 27 Mei 2024 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, Mediakarya – Aksi massa yang tergabung dalam Mahasiswa Pemuda Revolusi (MPR) di depan gedung DPRD Kota Bekasi pada Rabu (22/5/2024) lalu yang berujung pada pengrusakan fasilitas milik pemerintah daerah, bakal memasuki babak baru.

Hal tersebut menyusul dengan laporan Plt.Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Bekasi Syaroni ke Polres Metro Bekasi Kota terkait dengan pengerusakan pagar DPRD.

Alih-alih aksi massa itu mendapatkan simpati dan pujian masyarakat, justru sebaliknya demonstrasi yang berujung anarkis tersebut mendapat tanggapan negatif dari berbagai pihak.

Salah satunya diungkapkan Direktur Eksekutif Progress Indonesia (PI) Idrus Mony. Ia mendukung aparat penegak hukum untuk memeriksa pelaku pengrusakan pagar gedung DPRD Kota Bekasi saat menggelar aksi pada (22/5/2024) lalu.

Prograss Indonesia juga mengapresiasi langkah Plt Sekretaris DPRD Kota Bekasi, Syaroni yang melayangkan surat pelaporan kepada pihak Polres Metro Bekasi Kota atas pengerusakan yang terjadi pada saat aksi massa yang berujung pada tindakan anarkis tersebut.

Menurut Idrus, dirinya yang berlatar belakang aktivis dan praktisi hukum itu sangat menyayangkan aksi yang merusak fasilitas milik pemerintah daerah Kota Bekasi itu.

“Apalagi merusak pagar gedung dan membuangnya ke kali sebagaimana yang terjadi saat aksi di DPRD Kota Bekasi. Kami tentunya sangat menyayangkan aksi anarkis seperti itu,” kata Idrus

Dia juga meluruskan soal adanya pandangan terkait kerusakan fasilitas pemerintah saat aksi di depan gedung DPRD Kota Bekasi tidak seberapa dibandingkan dengan aksi demonstrasi 98, dimana saat itu banyaknya fasilitas negara yang rusak akibat kemarahan massa.

Baca Juga:  Fast Indonesia Synergy: Kasus Vina Cirebon Meruntuhkan Wibawa Kepolisian

Menurut Idrus, harus dibedakan terkait dengan gerakan massa saat 98 dengan aksi yang dilakukan pada 22 Mei 2024 kemarin. Aksi 98 itu adalah gerakan reformasi karena dipicu adanya krisis multidimensi.

“Pergerakan massa pada tahun 1998 itu dilatarbelakangi oleh adanya krisis ekonomi. Dimana penguasa dalam memimpin negara ini menggunakan tangan besi atau dengan cara-cara militerisme. Dengan melanggengkan prinsip-prinsip serta perilaku praktik korupsi kolusi dan nepotisme,” beber Idrus.

Menurut dia, kalau reformasi 98 itu esensinya adalah tumbangnya rezim otoriter otokritik ke rezim demokrasi pluralistik.

“Hal ini bisa terjadi karena tidak terjadinya titik temu antara penguasa dengan sekelompok elit dalam hal menginginkan perubahan yang terjadi di dalam negeri ini untuk kepemimpinan secara demokratis. Makanya konsolidasi yang dianggap gagal itulah yang memunculkan reformasi,” tegas Idrus.

Sedangkan aksi pada 22 Mei 2024 lalu yang mengerucut desakan pencopotan Plt Wali Kota konon lantaran adanya wacana rotasi dan mutasi di lingkungan pemkot Bekasi.

“Jika dilihat, aksi tersebut karena ada konflik kepentingan di internal OPD di lingkup Pemkot Bekasi itu sendiri. Nah gerakan massa ini muncul tentunya bukan spontanitas melainkan ada pengendali dan aktor intelektual di balik aksi anarkis itu,” imbuhnya.

Untuk itu, ia sangat mendukung langkah polisi untuk mengusut dan menangkap pelaku pengrusakan sebagaimana yang telah dilaporkan oleh Plt Sekretaris DPRD Kota Bekasi.

“Progress Indonesia siap mengawal kasus ini sampai tuntas sehingga dapat mengungkap siapa dalang di balik aksi anarkis tersebut,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Kasus Blueray Bea Cukai: IAW Soroti 20 Forwarder yang Belum Naik Penyidikan
Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat
Tim Satgas Pengawasan MBG Setu Tinjau SPPG Cijengkol 02, Ingatkan Pemisahan Sampah
Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen
Jaga SPMB di Jakarta, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Apresiasi Kinerja Kepala Disdik
Inilah Kabid Humas Polda Terbaik 2026 Berdasarkan Survei ETOS Institute
Ketika Bea Cukai Menjadi Medan Pertarungan Kekuasaan
Bawa Isu Nasional, Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi Geruduk DPRD
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:51 WIB

Kasus Blueray Bea Cukai: IAW Soroti 20 Forwarder yang Belum Naik Penyidikan

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:43 WIB

Kukuhkan Fondasi Indonesia Emas 2045, Haidar Alwi: Polri Semakin Profesional, dan Dipercaya Rakyat

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:33 WIB

Tim Satgas Pengawasan MBG Setu Tinjau SPPG Cijengkol 02, Ingatkan Pemisahan Sampah

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:25 WIB

Tanggapi Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM, Idrus Marham “Dirujak” Netizen

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:12 WIB

Jaga SPMB di Jakarta, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Apresiasi Kinerja Kepala Disdik

Berita Terbaru