Pada sesi berikutnya, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag RI, Bayu Wicaksono, membagikan strategi praktis agar UMKM mampu bersaing di pasar internasional.
Menurut Bayu, kunci utama UMKM menembus pasar ekspor adalah konsistensi dan keberlanjutan usaha, disertai dengan profil perusahaan serta katalog produk yang jelas dan profesional agar mudah diakses oleh calon pembeli luar negeri.
“Pelaku UMKM juga harus melakukan riset pasar negara tujuan dan memahami regulasi ekspor, mulai dari standar mutu, sertifikasi, hingga ketentuan kesehatan dan keamanan produk,” jelasnya.
Ia menambahkan, peluang ekspor terbuka lebar di sejumlah negara seperti Eropa Timur, Rusia, Kazakhstan, Chili, hingga Peru. Bahkan, produk pangan lokal seperti tempe kini dikenal sebagai super food di Eropa dan memiliki nilai jual tinggi di pasar global.
Kolaborasi Perkuat Daya Saing UMKM
Pelatihan ini turut didukung oleh berbagai mitra strategis, di antaranya Dompet Dhuafa dan Umar Usman Business School, sebagai bagian dari komitmen bersama memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM Indonesia.
Dompet Dhuafa menilai pelatihan ini sejalan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kualitas usaha dan perluasan akses pasar ekspor berbasis digital.




