Sekitar Seratus Calon Pengawas TPS Jalani Tes Wawancara di Pasar Rebo

- Penulis

Jumat, 12 Januari 2024 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Sekitar seratus calon pengawas yang akan ditempatkan pada tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2024 mulai menjalani proses seleksi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta di Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Mereka mulai menjalani tes wawancara di aula kantor Kecamatan Pasar Rebo mulai Kamis (11/1) hingga Senin (15/1).

Camat Pasar Rebo Mujiono di Jakarta, Jumat, menuturkan berdasarkan data panitia pengawas kecamatan (Panwascam) total ada 620 pengawas TPS yang bakal direkrut Bawaslu DKI Jakarta untuk Pemilu 2024.

“Kami (kecamatan) tentu saja bukan penyelenggara pemilu, tapi memfasilitasi. penyediaan aula untuk pelaksanaan seleksi,” kata Mujiono.

Dalam tahap ini, satu per satu calon pengawas TPS menjalani proses wawancara dengan anggota Panwascam Pasar Rebo untuk memastikan layak saat bertugas di Pemilu 2024.

Bila nanti dinyatakan lolos, mereka akan dilantik dan diberi bimbingan teknis (bimtek) agar mengetahui tugas-tugasnya pada Februari 2024.

“Semoga kegiatan seleksi ini sukses sehingga bisa mendapatkan pengawas TPS yang benar-benar bisa mewakili panwas di masing-masing TPS Kecamatan Pasar Rebo,” ujar Mujiono.

Baca Juga:  DKPP RI Dorong Penetapan Jadwal Tahapan Pemilu dan Pilkada Tahun 2024

Para calon Pengawas TPS yang menjalani tes wawancara di aula Kantor Kecamatan Pasar Rebo ini sebelumnya sudah dinyatakan lolos dan dilanjutkan ke tahap seleksi berkas.

Ketua Panwascam Pasar Rebo Andi Arso menuturkan proses seleksi berkas yang sebelumnya dilakukan meliputi pemeriksaan kandidat tidak terdaftar sebagai anggota partai politik.

“Tahap seleksi berkas sebelumnya kami cek NIK calon pengawas ke Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). Mereka yang sudah lolos kita lakukan tes wawancara,” tutur Andi, dilansir dari antara.

Selain bukan tercatat sebagai anggota partai politik dan tim sukses, para calon pengawas TPS dipersyaratkan berusia minimal 21 tahun, surat pernyataan bebas narkoba, dan surat sehat.

Rencananya Panwascam Pasar Rebo merekrut 630 pengawas TPS, 10 di antaranya cadangan guna mengantisipasi bila saat pelaksanaan nanti ada pengawas tak bisa bertugas.

“Setelah ini ada pengumuman mereka diterima sebagai pengawas TPS. Tanggal 22 Januari kita lakukan pelantikan. Dilanjutkan dengan bimtek. Insya Allah kita memenuhi kuota,” ujarnya. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG
KPK Ditantang Ungkap Pemain Besar Dalam Kasus Suap PT Blueray Cargo
Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi
Kisah Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai Lulusan Terbaik Kopassus Berani Bongkar Gurita Korupsi
Sikapi Film Pesta Babi, LPKAN Ajak Seluruh Elemen Tempatkan Fakta di Atas Prasangka
Yayasan dan Mitra yang Berafiliasi dengan Mantan Kepala BGN Bakal Diperiksa Kejagung?
Bawa Sejumlah Bukti, Korban Penipuan Hanania Travel Datangi Kantor BPKN RI
Eks Kepala BGN dan Wakilnya Resmi Tersangka, Begini Tanggapan Praktisi Hukum
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:14 WIB

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:01 WIB

KPK Ditantang Ungkap Pemain Besar Dalam Kasus Suap PT Blueray Cargo

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:33 WIB

Kisah Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai Lulusan Terbaik Kopassus Berani Bongkar Gurita Korupsi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:19 WIB

Sikapi Film Pesta Babi, LPKAN Ajak Seluruh Elemen Tempatkan Fakta di Atas Prasangka

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:24 WIB

Yayasan dan Mitra yang Berafiliasi dengan Mantan Kepala BGN Bakal Diperiksa Kejagung?

Berita Terbaru

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat  hendak digelandang ke mobil tahanan.

Ekonomi & Bisnis

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:14 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Rupiah Murah, Rasuah Meriah

Sabtu, 6 Jun 2026 - 20:17 WIB