Sempat Kabur, Kakak Tersangka Bupati Langkat Tiba di KPK

- Editor

Kamis, 20 Januari 2022 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Tersangka dugaan kasus suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah Kabupaten (pemkab) Langkat, Sumatra Utara (Sumut), Iskandar Parangin-angin (ISK) akhirnya tiba kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jalarta Selatan. Iskandar merupakan kakak dari tersangka Bupati Langkat, Terbit Rencana Parangin-angin.

Tersangka Iskandar tiba pada Kamis (20/1/2022) sekira pukul 19.37 malam WIB di Gedung Merah Putih KPK. Tersangka Kepala Desa Balai Kasih itu datang mengenakan baju oranye, jins biru yang dipadukan dengan sweater hitam. Iskandar sempat melarikan diri saat akan diringkus oleh tim satuan tugas KPK.

Tiba di Jakarta, Iskandar langsung masuk ke gedung KPK sambil menjinjing koper merah tanpa mengungkapkan kalimat apapun. Perantara tersangka Bupati Langkat dalam menerima suap itu bahkan mengacuhkan panggilan serta pertanyaan awak media yang sudah menunggu kedatangannya.

Dikutip dari republika, KPK telah menetapkan enam tersangka terkait dugaan kasus suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah kabupaten Langkat. Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) bersama dua orang lainnya pada Rabu (18/1/2022) lalu.

Baca Juga:  Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?

Lembaga antirasuah lantas membantah adanya kebocoran informasi sehingga menyebabkan salah tersangka Iskandar dan Terbit Rencana tak dapat diringkus dalam OTT. KPK berkilah bahwa kedua tersangka sempat melarikan diri setelah mendapatkan informasi dari lapangan.

“Kalau ketika orang sudah ditangkap, kepanikan akan terlihat ke mana-mana. Mungkin satu yang sempat pegang handphone langsung beri tahu dan lain-lain,” kata Deputi Penindakan dan eksekusi KPK, Karyoto.

Dia memastikan bahwa tidak ada kebocoran informasi terkait pelaksanaan operasi senyap yang dilakukan KPK di Kabupaten Langkat. Dia menjamin kalau orang dalam KPK juga tidak membocorkan informasi apapun terkait OTT kepada para tersangka yang akan diringkus.

“Kami pastikan tidak ada kebocoran dari mana-mana, apalagi dari dalam, tidak ada. Karena ini penyelidikannya juga sudah cukup lama dari 2020,” kata Karyoto lagi.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Begal Bawa Kabur Motor Pelajar Di Bekasi
KPK Bidik Istri Kepela Daerah Diduga Telibat dalam Pengaturan Pemenang Proyek dan Lelang Jabatan
Naniek Sudaryati Deyang Mudur dari Kepala BGN
‎FAKTA Indonesia Siapkan Gugatan Hukum Agar Cukai MBDK Segera Diterapkan
Etos Indonesia Ingatkan KPK Agar Tak Terjebak Penggiringan Opini dan Politisasi Hukum
Perkuat Sinergitas, Kapolres Nias Selatan Kunjungi Kejari
Tersangka Febrie Adriansyah dapat Perlakuan Khusus, Independensi Penyidik Pidsus Kejagung Dipertanyakan
Bawa Nama Presiden Prabowo dalam Perkara Pidana, Hotman Paris Diminta Jaga Etika Profesi

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:58 WIB

Begal Bawa Kabur Motor Pelajar Di Bekasi

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:44 WIB

KPK Bidik Istri Kepela Daerah Diduga Telibat dalam Pengaturan Pemenang Proyek dan Lelang Jabatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:11 WIB

Naniek Sudaryati Deyang Mudur dari Kepala BGN

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:00 WIB

‎FAKTA Indonesia Siapkan Gugatan Hukum Agar Cukai MBDK Segera Diterapkan

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:42 WIB

Etos Indonesia Ingatkan KPK Agar Tak Terjebak Penggiringan Opini dan Politisasi Hukum

Berita Terbaru

Ilustrasi

Daerah

Begal Bawa Kabur Motor Pelajar Di Bekasi

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:58 WIB

Naniek Sudaryati Deyang (Foto: Ist)

Nasional

Naniek Sudaryati Deyang Mudur dari Kepala BGN

Rabu, 22 Jul 2026 - 08:11 WIB