Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen, Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih di Jakarta

- Editor

Selasa, 28 April 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya– Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama PAM JAYA terus memperkuat langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi warga Jakarta.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan Bin Zayed International, perusahaan internasional dengan portofolio bisnis luas di berbagai sektor strategis, mulai dari properti, energi, konstruksi, teknologi informasi, hingga pengembangan infrastruktur.

Kunjungan PAM JAYA ke MalaysiaKerja sama  ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan pihak Bin Zayed International sebelumnya ke Balai Kota DKI Jakarta untuk bertemu dengan Gubernur Jakarta.

Pertemuan tersebut membuka ruang komunikasi awal mengenai potensi kerja sama strategis, khususnya dalam mendukung pengembangan infrastruktur dasar dan layanan perkotaan di Jakarta.

Penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dan PAM JAYA dalam mempercepat pemenuhan cakupan layanan air minum 100 persen di Jakarta. Sebagai tindak lanjut komunikasi yang telah dibangun, pada hari ini juga dilakukan penandatanganan Non-Disclosure Agreement atau NDA antara Bin Zayed International dan PAM JAYA.

Penandatanganan NDA ini menjadi langkah awal untuk membuka ruang pertukaran data, kajian teknis, serta pembahasan lebih rinci terkait potensi kerja sama pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM di Jakarta.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyampaikan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak merupakan bagian dari strategi PAM JAYA dalam menjawab tantangan pelayanan air bersih di Jakarta.

“Arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wagub sangat jelas, bahwa pemenuhan layanan dasar warga harus dilakukan secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi. PAM JAYA memiliki target besar untuk mencapai 100 persen cakupan layanan air minum di Jakarta. Karena itu, kami perlu membangun kerja sama dengan mitra-mitra yang memiliki kapasitas, pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang,” ujar Arief melalui keterangannya di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Menurut Arief, tantangan PAM JAYA tidak hanya terletak pada perluasan cakupan layanan, tetapi juga pada upaya menekan tingkat Non-Revenue Water atau NRW. Tantangan tersebut semakin kompleks karena Jakarta merupakan kota padat dengan karakter infrastruktur bawah tanah yang sangat dinamis.

Baca Juga:  Diresmikan Wagub Rano, ERP Fusion PAM JAYA Resmi Go Live

“Pengurangan NRW menjadi salah satu pekerjaan besar PAM JAYA. Di Jakarta, tantangannya tidak sederhana karena kepadatan bangunan, jaringan utilitas yang kompleks, dan kebutuhan layanan yang terus meningkat. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bin Zayed International, menjadi penting untuk melihat kemungkinan dukungan teknologi, investasi, dan pengalaman internasional yang relevan bagi Jakarta,” tambah Arief.

Selain berminat pada pengembangan SPAM, Bin Zayed International juga menyampaikan perhatian terhadap agenda pembangunan infrastruktur strategis Jakarta, termasuk potensi keterlibatan dalam pengembangan Giant Sea Wall. Ketertarikan ini sejalan dengan transformasi Jakarta sebagai kota global yang membutuhkan infrastruktur besar, tangguh, dan berkelanjutan.

PAM JAYA sendiri tidak hanya menjalin komunikasi dengan pihak Malaysia. Sebelumnya, PAM JAYA juga telah membuka komunikasi dengan sejumlah pihak dari negara lain, antara lain Turki dan Swiss, dalam rangka menjajaki peluang kerja sama, pertukaran pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi terkini yang dapat mendukung peningkatan operasional dan kualitas layanan air bersih di Jakarta.

“Penandatanganan NDA ini bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah pintu masuk untuk memastikan setiap proses kerja sama dilakukan secara profesional, akuntabel, dan berbasis kajian yang matang. PAM JAYA akan terus menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta kepentingan warga Jakarta sebagai prioritas utama,” tegas Arief.

Dengan penjajakan kerja sama ini, Pemprov DKI Jakarta dan PAM JAYA berharap dapat memperluas opsi kolaborasi strategis dalam penyediaan air bersih, penguatan infrastruktur perkotaan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta. Kerja sama ini juga diharapkan menjadi bagian dari langkah Jakarta membangun jejaring internasional menuju kota global yang berdaya saing, berketahanan, dan tetap berpihak pada kebutuhan dasar warganya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

IAW Sebut Konflik Pulau Rempang Bukti Kegagalan Rezim Jokowi dalam Tata Kelola Agraria
Jokowi dan Bahlil Dituding Pihak Paling Bertanggungjawab Dalam Kasus Pulau Rempang
Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang
Husein Salim Resmi Jabat Ketum PAW BPN Aptaksindo
Ekonom Senior Ini Dorong Gunernur BI Baru Tak Hanya Laksanakan Tugas Moneter
Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Diduga Ada Tekanan dari Istana
PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu 

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:21 WIB

IAW Sebut Konflik Pulau Rempang Bukti Kegagalan Rezim Jokowi dalam Tata Kelola Agraria

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:43 WIB

Jokowi dan Bahlil Dituding Pihak Paling Bertanggungjawab Dalam Kasus Pulau Rempang

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:37 WIB

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:47 WIB

Husein Salim Resmi Jabat Ketum PAW BPN Aptaksindo

Senin, 27 Juli 2026 - 14:51 WIB

Ekonom Senior Ini Dorong Gunernur BI Baru Tak Hanya Laksanakan Tugas Moneter

Berita Terbaru

Megapolitan

Usia 14 Tahun, IWO Mengisi Kegiatan Dengan Tanam Ribuan Mangrove

Jumat, 31 Jul 2026 - 21:05 WIB

Megapolitan

TCL Menjadi Bagian Narasi Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia

Jumat, 31 Jul 2026 - 14:22 WIB