Home / DKI

Terkait Dugaan Money Politik di Dapil 6, Warga: Dikasih Duit Suruh Pilih Caleg, ya Terima Aja

- Editor

Jumat, 8 Maret 2024 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya-Dugaan money politik yang dilakukan salah satu caleg DPRD DKI di dapil 6 Jakarta Timur terus bergulir.

Kamis (7/3) siang, tim bawaslu Jakarta Timur melakukan penelusuran dengan mendatangi kediaman seorang warga berinisial S di kawasan Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur.

S disebut-sebut sebagai bagian dari tim sukses seorang caleg berinisial SW. S bertugas memberikan sejumlah uang kepada beberapa warga untuk mencoblos caleg nomor urut satu tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat di lapangan, redaksi melakukan penelusuran terkait dugaan money politik tersebut. Hingga akhirnya, redaksi mendatangi kediaman warga berinisial Nn (55) di RT 05 RW 08, Kelapa Dua Wetan. Nn disebut-sebut menerima sejumlah uang dari S.

Saat ditemui, Nn menceritakan beberapa hari sebelum pencoblosan Rabu (14/2) lalu ia diberitahu oleh adiknya, yang tinggal tidak jauh rumahnya bahwa ada sejumlah uang dari S yang memang sudah dikenalnya, untuk memilih caleg tertentu.

“Mama dikasih Rp 100 ribu. Katanya dari S. Dipesenin coblos caleg. Mama sih dikasih duit ya terima aja,” ujar Nn saat berbincang dengan redaksi di kediamannya, Kamis (7/3).

Pada hari pencoblosan, Nn mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) di dekat tempat tinggalnya. Nn pergi ke TPS bersama anak perempuan nya yang juga sudah punya hak pilih. Saat dibilik suara Nn mengaku didampingi putrinya yang berada di bilik suara sebelahnya.

“Mama pilih aja, di TPS ditemenin anak saya yang perempuan, “ujar nya polos.

Setelah mencoblos, Nn mengaku langsung pulang ke rumah dan beristirahat. “Abis nyoblos mama langsung pulang aja. Males ngasih komen-komen lagi,”ujarnya lagi.

Ketika ditanyakan apakah setelah pencoblosan ada orang yang mendatanginya memberikan sejumlah uang lagi? Nn mengaku tidak ada lagi yang datang sejak usai coblosan hingga sekarang.

“Udah gak ada yang datang lagi sampe sekarang. Nerima duit ya dua atau satu hari sebelum coblosan saja,” bebernya.

Baca Juga:  Akhirnya, Bawaslu Jaktim Tindaklanjuti Dugaan Money Politik di Dapil 6

Sebelumnya, Ahmad Syarifuddin Fajar, koordinator divisi pelanggaran dan data informasi badan pengawas pemilu (Bawaslu) Jakarta Timur mengungkapkan laporan yang masuk ke pihaknya terkait adanya dugaan money politik di dapil 6 sudah ditindaklanjuti.

“Sudah kita pleno kan dan akan dilakukan penelusuran. Kita mengumpulkan saksi-saksi, kemudian memeriksa pelapor. Siang ini akan melakukan penelusuran. Jadi berdasarkan hasil pleno, laporan ini dijadikan dasar untuk penelusuran,”ujarnya saat menerima Nanang Klananaya dari GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) dan Saimah Wahyuni dari Forkabi di kantor Bawaslu Jakarta Timur di Kawasan Kramat Jati, Rabu (6/3).

Ahmad menepis anggapan Bawaslu Jakarta Timur lamban merespon laporan warga tersebut.

“Kalau formilnya masih dengan waktu yang sama maka akan kita panggil saksi dan pelapor. Karena waktunya sudah lewat, maka laporan ini akan jadi informasi awal untuk melakukan penelusuran. Prinsipnya laporan sudah diterima. Hasil pleno ini dijadikan informasi awal dan dilakukan penelusuran,”ungkapnya.

Dugaan money politik ini mencuat setelah sejumlah warga melapor ke Bawaslu Jakarta Timur, Kamis (29/2) dan Jumat (1/3) lalu.

Nanang Klanajaya melaporkan dugaan tindak pidana pemilu yakni aksi money politik yang dilakukan salah satu caleg sebuah partai di dapil 6 Jakarta Timur.

“Dalam laporan ke Bawaslu saya menyertakan sejumlah bukti antara lain print out bermaterai surat pernyataan tim sukses seorang caleg DPRD DKI dapil 6. Kemudian dokumen elektronik foto serta dokumen elektronik video pengakuan dari warga, ” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (5/3).

Selain Nanang, Saimah Wahyuni juga melaporkan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan caleg DPRD DKI tersebut kepada Bawaslu Jakarta Timur, Jumat (1/3).

Dalam laporannya, Saimah menyertakan surat pernyataan dari warga yang menerima dari terlapor. Dokumen elektronik video pernyataan warga serta dokumen elektronik berupa foto. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dihadapan Haji Ghoni Cs, Gubernur Pramono Berpesan Perkuat Peran Budaya Betawi Menuju Jakarta Kota Global
JUP Lakukan Perbaikan IPA Hutan Kota, PAM JAYA Berikan Bantuan Air melalui Emergency Mobil Tangki Selama Periode Gangguan
Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern
KAMAKSI Apresiasi Komitmen Bank Jakarta Hormati Proses Hukum
Wagub DKI Rano Karno Apresiasi Bank Jakarta Dukung Anugerah Jurnalistik MHT 2026, Dorong Karya Berkualitas Sambut 5 Abad Jakarta
PT JUP Lakukan Perawatan IPA Hutan Kota, Pelanggan Diimbau Menyiapkan Cadangan Air Selama Pasokan Terganggu
Imigrasi Tanjung Priok Perkenalkan JANGKAR PRIOK, Inovasi Pengaduan Terintegrasi bagi Masyarakat
Mbak Yuke: Distamhut DKI Harus Percepat Penyediaan TPU Untuk Warga Kepulauan Seribu

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:17 WIB

Dihadapan Haji Ghoni Cs, Gubernur Pramono Berpesan Perkuat Peran Budaya Betawi Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 20 Juli 2026 - 22:05 WIB

JUP Lakukan Perbaikan IPA Hutan Kota, PAM JAYA Berikan Bantuan Air melalui Emergency Mobil Tangki Selama Periode Gangguan

Senin, 20 Juli 2026 - 15:46 WIB

Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:39 WIB

KAMAKSI Apresiasi Komitmen Bank Jakarta Hormati Proses Hukum

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:00 WIB

Wagub DKI Rano Karno Apresiasi Bank Jakarta Dukung Anugerah Jurnalistik MHT 2026, Dorong Karya Berkualitas Sambut 5 Abad Jakarta

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono

Daerah

Tantangan Pengembangan TOD, Butuh Biaya Besar

Jumat, 24 Jul 2026 - 20:22 WIB