Ternyata Penyakit Tidak Menular Sebabkan Kematian Terbanyak di Indonesia

- Editor

Rabu, 15 Desember 2021 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, Mediakarya – Meski pandemi Covid-19 yang melanda di sejumlah negara termasuk Indonesia, akan tetapi penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia.

“Penyakit penyebab kematian kita yang tertinggi di 2017 itu penyakit tidak menularnya seperti stroke, kemudian penyakit jantung, dan diabetes,” kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Suprapto dalam webinar “Membangun Masyarakat Sadar Risiko” yang dipantau di Jakarta, Rabu (15/12/2021).

Sementara itu pada 1990 penyakit penyebab kematian utama selain stroke adalah TBC dan infeksi saluran pernapasan bawah yang disebabkan oleh penularan virus. Perubahan sepanjang 1990 sampai 2017 disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang mulai berubah ke arah tidak sehat.

“Stroke tadi itu ceritanya panjang, dimulai dari pola makan sejak kita remaja atau dewasa yang akan berpengaruh pada kesehatan saat usia 40 atau 50 tahun,” katanya dilansir dari Antara.

Masyarakat harus dididik untuk menyadari risiko dari gaya hidup yang dipilih sejak dini. Saat ini dari usia 0 sampai 6 hari, anak-anak menghadapi risiko kurang gizi sehingga pemerintah berfokus membuat program mengurangi angka stunting.

Baca Juga:  Longsor TPA Burangkeng Jadi "Kado" Akhir Tahun, Kinerja Kadis LH Dipertanyakan

Di samping itu, pemerintah juga memiliki Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017, dan Peraturan Kepala Bappenas Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Germas Hidup Sehat.

“Dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2024 Germas Hidup Sehat diharapkan meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta terutama pelayanan kesehatan dasar dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif, didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi,” kata Agus.

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

IPPS Indonesia: Penutupan TPST Bantargebang, Kenapa Berlarut-Larut?
Komjen Pol (Purn) Oegroseno Telah Beri Teladan: Datang, Jelaskan Fakta, dan Percaya pada Kebenaran
Usia 14 Tahun, IWO Mengisi Kegiatan Dengan Tanam Ribuan Mangrove
TCL Menjadi Bagian Narasi Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia
Pelaksanaan Munas III KBI Ricuh, Panitia Penyelenggara Terancam Dipolisikan
Miliki Basis Massa Akar Rumput, Partai Gerakan Rakyat Kini tak Lagi Dipandang Sebelah Mata
IAW Sebut Konflik Pulau Rempang Bukti Kegagalan Rezim Jokowi dalam Tata Kelola Agraria
Menanti Status Hukum Djan Faridz dalam Kasus Harun Masuku

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:34 WIB

IPPS Indonesia: Penutupan TPST Bantargebang, Kenapa Berlarut-Larut?

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Komjen Pol (Purn) Oegroseno Telah Beri Teladan: Datang, Jelaskan Fakta, dan Percaya pada Kebenaran

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:05 WIB

Usia 14 Tahun, IWO Mengisi Kegiatan Dengan Tanam Ribuan Mangrove

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:22 WIB

TCL Menjadi Bagian Narasi Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:00 WIB

Pelaksanaan Munas III KBI Ricuh, Panitia Penyelenggara Terancam Dipolisikan

Berita Terbaru