Tindaklanjuti Pernyataan Komedian Pandji Pragiwaksono, KPK Perlu Telusuri Kekayaan Raffi Ahmad

- Editor

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komedian Pandji Pragiwaksono. (Ist)

Komedian Pandji Pragiwaksono. (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Komedian Pandji Pragiwaksono kembali menjadi sorotan publik usai membawakan materi stand up comedy yang menyinggung isu pencucian uang (money laundering). Materi tersebut ditampilkan dalam sebuah video yang beredar melalui kanal iWarta dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam penampilannya, Pandji menggunakan analogi seorang jenderal polisi yang terlibat bisnis narkoba dan memperoleh uang haram sebesar Rp100 miliar. Menurut Pandji, uang tersebut tidak mungkin langsung dimasukkan ke rekening bank karena berpotensi terdeteksi sebagai transaksi mencurigakan.

“Kalau uang haram itu masuk ke bank, bank wajib melaporkannya ke PPATK. Kalau tidak dilaporkan, pihak bank juga bisa kena kasus,” ujar Pandji dalam materinya.

Pandji kemudian menjelaskan skema pencucian uang dengan cara memutar dana tersebut ke berbagai lini bisnis. Uang Rp100 miliar itu, menurut analoginya, dibagi ke 10 perusahaan, masing-masing menerima Rp10 miliar.

Agar pengelolaan dan pengamanan dana lebih mudah, Pandji menyebut seluruh bisnis tersebut sebaiknya dipegang oleh satu orang pengusaha. Dalam konteks analogi, Pandji menyebut nama Raffi Ahmad, namun menegaskan bahwa hal tersebut hanya contoh atau permisalan dalam materi komedinya.

Baca Juga:  Polemik Formula E di Jakarta Bagai Buah Simalakama

“Misalnya, orang itu bernama Raffi Ahmad. Ini misalnya ya,” tegas Pandji dalam penampilannya.

Penyebutan nama Raffi Ahmad dalam materi tersebut mengingatkan publik pada pernyataan Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, yang sebelumnya menyoroti ramainya pembahasan di media sosial terkait kekayaan artis sekaligus pengusaha tersebut.

Uchok menanggapi isu yang menyebutkan bahwa kekayaan Raffi Ahmad diduga mencapai lebih dari Rp1 triliun, sementara pajak yang dibayarkan disebut hanya sekitar Rp1 miliar. Menurut Uchok, isu tersebut perlu ditindaklanjuti secara serius oleh aparat penegak hukum.

“Kalau Raffi sudah jadi pejabat publik, sebaiknya KPK segera memanggil Raffi, menyelidiki atau menanyakan sumber kekayaannya dari mana, dan menelusuri harta kekayaan lain yang dimiliki,” kata Uchok Sky Khadafi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/1/2026).

Uchok menekankan bahwa pemeriksaan tersebut penting untuk menjaga transparansi dan kepercayaan publik, terutama terhadap figur publik yang memiliki pengaruh besar di masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi langsung kepada Raffi Ahmad terkait sorotan publik, materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono, serta pernyataan Direktur CBA tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya
Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir
Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal
Polemik Proyek PJU Jabar Memanas, AMPPIBI: Kami Tak Akan Berhenti Sampai Ada Tersangka
Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat
Musda Golkar Kota Bekasi di Ambang Perpecahan, Etos Indonesia Usul Jalan Tengah
Musda Golkar Kota Bekasi di Ujung Mata, Beringin Institut: Pilih Ketua Nomor Dua, Bersih-bersih yang Utama
Lewat Program Polantas Karib, Polres Nias Selatan Tanamkan Kesadaran Berkendara Sejak Dini

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Pengangkatan Anwar Usman Jadi Wantimpres Dinilai Langgar UU, M. Guntur Romli: Mahfud MD yang Bilang Bukan Saya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Terkuak, Ternyata Suyudi Bukan Prioritas Calon Kapolri Usulan Sigit, Prabowo Putuskan Sendiri di Menit Akhir

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,4 Juta, Jemaah Lunasi Rp23,2 Juta Setelah Potong Setoran Awal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Polemik Proyek PJU Jabar Memanas, AMPPIBI: Kami Tak Akan Berhenti Sampai Ada Tersangka

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Wacana Pemakzulan Wapres, Pengamat Ingatkan Konstitusi Bukan Alat Politik Sesaat

Berita Terbaru

PAM JAYA raih predikat 'sangat baik',

Ekonomi & Bisnis

Raih Predikat ‘Sangat Baik’, GCG PAM JAYA Meningkat Signifikan

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:13 WIB